Dari Gudang Menuju Surga: Kisah Barang yang Mengubah Kehidupan Orang Lain

Dari Gudang Menuju Surga: Kisah Barang yang Mengubah Kehidupan Orang Lain Pendahuluan Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada manusia. Tidak hanya berupa kesehatan, rezeki, dan keluarga, tetapi juga berbagai harta dan barang yang menjadi amanah untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dalam Islam, setiap nikmat bukan sekadar untuk dinikmati sendiri, melainkan juga menjadi sarana menghadirkan manfaat bagi sesama. Di sudut rumah, gudang, atau lemari, seringkali tersimpan barang-barang yang masih layak digunakan. Ada kasur yang pernah menemani masa penyembuhan keluarga, tongkat bantu jalan yang kini tak lagi dipakai, buku-buku yang telah selesai dibaca, mushaf Al-Qur’an yang tergantikan dengan yang baru, hingga laptop yang masih berfungsi meski sudah berganti perangkat. Barang-barang itu perlahan tertutup debu dan terlupakan. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap nikmat adalah amanah. Ketika manfaatnya berhenti di tangan kita, bukan berarti perjalanan barang tersebut telah selesai. Justru ketika disedekahkan kepada orang yang membutuhkan, barang itu memperoleh kehidupan baru dan menjadi jalan kebaikan yang pahalanya terus mengalir. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, perjalanan itu dimulai. Barang yang semula hanya tersimpan di gudang dapat berubah menjadi harapan bagi banyak orang. Kasur Bangsal dan Tongkat yang Mengembalikan Senyum Seorang Lansia Bayangkan sebuah kasur bangsal dan tongkat bantu jalan yang sudah lama berada di sudut rumah. Dahulu, keduanya menjadi teman setia ketika salah satu anggota keluarga menjalani masa pemulihan. Setelah sembuh, kasur dilipat dan tongkat disimpan. Bertahun-tahun berlalu hingga keduanya terlupakan. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, kasur dan tongkat tersebut disalurkan kepada seorang lansia dhuafa yang selama ini hanya tidur di alas sederhana dan mengalami kesulitan berjalan. Bagi sebagian orang, itu hanyalah barang bekas. Namun bagi sang lansia, kasur tersebut menghadirkan istirahat yang lebih nyaman, sementara tongkat itu memberinya kembali keberanian untuk melangkah menjalani aktivitas sehari-hari Inilah indahnya sedekah barang. Nilai sebuah barang bukan terletak pada usianya, tetapi pada manfaat yang masih dapat diberikannya kepada orang lain. Buku Edukasi yang Membuka Jalan Masa Depan Anak Yatim Di rak buku banyak keluarga tersimpan buku pelajaran, ensiklopedia, buku cerita, hingga buku motivasi yang sudah selesai digunakan. Sayang sekali jika semuanya hanya menjadi pajangan.Melalui Program Sedekah Barang, buku-buku tersebut dapat berpindah ke tangan anak-anak yatim, keluarga prasejahtera, taman baca, atau rumah belajar yang membutuhkan. Bayangkan seorang anak yang penuh semangat membuka halaman demi halaman buku yang sebelumnya hanya tersimpan di rak seseorang. Dari sanalah ia belajar membaca lebih lancar, mengenal ilmu pengetahuan, dan mulai berani bermimpi menjadi guru, dokter, atau hafiz Al-Qur’an.Satu buku mungkin tampak sederhana, tetapi ilmu yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bekal sepanjang hayat. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Al-Qur’an yang Kembali Menggema di TPQ Ketika buku yang kita sedekahkan terus dibaca dan dipelajari, semoga setiap ilmu yang lahir darinya menjadi bagian dari amal yang terus mengalir. Ada pula mushaf Al-Qur’an yang masih sangat layak, tetapi sudah lama tersimpan karena pemiliknya memiliki mushaf baru. Melalui Program Sedekah Barang, mushaf tersebut dapat disalurkan kepada TPQ, rumah tahfidz, masjid, atau mushola yang membutuhkan tambahan Al-Qur’an. Kini setiap hari mushaf itu kembali dibuka. Anak-anak mengeja huruf demi huruf, para santri menghafal ayat-ayat Allah, dan para guru mengajarkan bacaan yang benar. Mungkin pemiliknya tidak pernah lagi melihat mushaf tersebut. Namun setiap ayat yang dibaca, setiap hafalan yang diulang, dan setiap ilmu yang diajarkan menjadi pahala yang terus mengalir dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) Laptop yang Membantu Menyebarkan Kebaikan Tidak semua sedekah barang diberikan langsung kepada penerima manfaat. Sebagian juga menjadi penunjang pelayanan sosial.Misalnya sebuah laptop yang masih berfungsi dengan baik, tetapi sudah tidak lagi digunakan pemiliknya karena berganti perangkat baru. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, laptop tersebut dapat dimanfaatkan oleh relawan atau admin yayasan untuk menunjang berbagai aktivitas pelayanan. Laptop itu digunakan untuk menyusun laporan penyaluran bantuan, mengelola data penerima manfaat, membuat artikel edukasi, mendesain materi dakwah, mengelola media sosial, menjawab pertanyaan donatur, hingga mendokumentasikan berbagai program kemanusiaan. Mungkin satu laptop tidak terlihat istimewa. Namun melalui perangkat itulah ribuan informasi kebaikan dapat tersampaikan kepada masyarakat, semakin banyak donatur tergerak untuk membantu, dan semakin luas manfaat yang dapat diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Setiap Barang Memiliki Kesempatan Kedua Tidak semua barang harus berakhir di tempat pembuangan. Banyak diantaranya masih memiliki kesempatan kedua untuk menghadirkan manfaat. Pakaian dapat menghangatkan tubuh seorang anak. Kursi roda dapat mengembalikan mobilitas penyandang disabilitas. Perlengkapan bayi dapat membantu keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan buah hati mereka. Peralatan rumah tangga dapat membantu sebuah keluarga memulai kehidupan yang lebih baik. Elektronik yang masih layak dapat menunjang kegiatan pendidikan dan pelayanan sosial. Semua itu menunjukkan bahwa manfaat suatu barang tidak ditentukan oleh lamanya disimpan, tetapi oleh siapa yang akhirnya menerimanya. Menjadi Bagian dari Rantai Kebaikan Di Indonesia, masih banyak keluarga yang membutuhkan barang-barang layak pakai. Di sisi lain, tidak sedikit rumah yang menyimpan barang dalam kondisi baik namun sudah tidak lagi digunakan. Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan hadir sebagai jembatan yang mempertemukan keduanya. Melalui proses seleksi dan penyaluran, berbagai barang seperti pakaian, buku, Al-Qur’an, perlengkapan sekolah, kasur bangsal, tongkat, kursi roda, alat kesehatan, perlengkapan bayi, peralatan rumah tangga, elektronik, laptop, hingga barang layak pakai lainnya dapat kembali memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Setiap barang yang berpindah tangan bukan sekadar berpindah tempat. Ia membawa harapan, mengurangi beban hidup, memperkuat kepedulian sosial, dan menjadi saksi kebaikan bagi orang yang menyedekahkannya. Penutup Barang yang tersimpan di gudang belum tentu kehilangan nilainya. Justru bisa jadi, disanalah tersimpan kesempatan untuk menghadirkan senyum bagi orang lain dan menjadi investasi amal yang terus mengalir. Mari luangkan waktu untuk membuka kembali lemari, gudang, atau sudut rumah kita. Lihatlah barang-barang yang masih layak digunakan namun sudah lama tidak dimanfaatkan. Mungkin barang yang tampak biasa bagi kita adalah sesuatu yang sangat berharga bagi orang lain. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, mari kita ubah barang yang lama terdiam menjadi sumber manfaat yang terus hidup. Semoga setiap langkah berbagi menjadi jalan menuju ridha Allah SWT dan setiap barang yang
Menebar Kepedulian di Hari Jumat untuk Tukang Jahit Keliling, Ojol, dan Masyarakat Membutuhkan

Menebar Kepedulian di Hari Jumat untuk Tukang Jahit Keliling, Ojol, dan Masyarakat Membutuhkan BEKASI, (Ulurtangan.com) – Di tengah hiruk pikuk jalanan, ada banyak saudara kita yang sejak pagi hingga petang terus berjuang mencari rezeki halal. Dengan langkah yang tak pernah berhenti, mereka berkeliling menjajakan dagangan, menjaga parkir kendaraan, atau menunggu pesanan datang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah, pada Jumat, 10 Juli 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali melaksanakan program Jumat Berkah dengan menyalurkan makanan dan minuman kepada para pejuang nafkah di berbagai titik di wilayah Bekasi. Melalui amanah para donatur, kami berharap program berkelanjutan sederhana ini dapat menghadirkan kebahagiaan, menguatkan semangat mereka yang sedang berjuang, sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak saudara yang peduli dan ingin berbagi. Kegiatan diawali dengan dua relawan yang melakukan persiapan sejak pagi. Perjalanan pertama dimulai dengan membeli makanan yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat. Setelah itu, relawan melanjutkan perjalanan untuk membeli minuman sebagai pelengkap paket Jumat Berkah. Sesampainya di lokasi persiapan, seluruh makanan dan minuman kemudian disusun serta dirapikan agar memudahkan proses penyaluran. Setiap paket dipersiapkan dengan penuh perhatian karena kami percaya bahwa amanah dari para donatur harus disampaikan dengan sebaik-baiknya. Setelah semua siap, perjalanan pun dimulai menyusuri berbagai ruas jalan di Kota Bekasi. Kami berkeliling mencari saudara-saudara yang masih bekerja di bawah teriknya matahari, mulai dari tukang jahit keliling, penjual jamu keliling, pengemudi ojek online, tukang parkir, hingga masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah, satu per satu paket makanan dan minuman dapat disalurkan secara langsung. Kami menyapa mereka, berbincang sejenak, lalu menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan ukhuwah. Salah satu momen yang paling menghangatkan hati terjadi ketika kami bertemu seorang tukang jamu keliling yang sedang beristirahat setelah berkeliling menjajakan dagangannya. Dengan senyum tulus beliau menerima paket makanan sambil mengucapkan doa. “Terima kasih donatur, semoga sehat selalu. Aamiin.” Doa sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan kebahagiaan bagi mereka yang menerimanya. Di setiap perjalanan Jumat Berkah, kami kembali belajar bahwa para pejuang nafkah adalah sosok-sosok yang luar biasa. Mereka tetap bekerja keras dengan penuh kesabaran meski harus menghadapi berbagai keterbatasan. Semoga kehadiran kami di tengah perjalanan mereka dapat menjadi penyemangat untuk terus melangkah dan menjadi bukti bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki.”(QS. Al-Baqarah: 261) Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Alhamdulillah, program Jumat Berkah kembali menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan berupa makanan dan minuman memang sederhana, namun bagi para pejuang nafkah yang masih bekerja di jalanan, perhatian kecil seperti ini mampu menghadirkan rasa syukur dan semangat baru. Bagi kami para relawan, setiap pertemuan dengan para penerima manfaat menjadi pelajaran berharga tentang kerja keras, kesabaran, dan pentingnya saling peduli. Kami berharap program ini dapat terus berjalan secara istiqamah sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang merasakan manfaatnya. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, relawan, dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap makanan yang dibagikan, setiap doa yang terucap, dan setiap senyum yang hadir adalah buah dari kepedulian yang telah Sahabat titipkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan rezeki yang lapang, kesehatan yang berkah, serta pahala yang terus mengalir. Mari terus hidupkan semangat berbagi, karena sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan dapat menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang mencari nafkah. InsyaAllah, setiap langkah menuju kebaikan akan menjadi jalan menuju ridha Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)
Ekonomi Sirkular dalam Islam: Mengubah Barang Tak Terpakai Menjadi Pahala dan Manfaat bagi Sesama

Ekonomi Sirkular dalam Islam: Mengubah Barang Tak Terpakai Menjadi Pahala dan Manfaat bagi Sesama Pendahuluan Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan bumi beserta seluruh isinya sebagai amanah bagi manusia. Allah menganugerahkan berbagai nikmat agar dimanfaatkan dengan bijaksana, bukan disia-siakan. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia diperintahkan untuk menjaga keseimbangan alam, memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab, serta menghadirkan manfaat bagi sesama. Di era modern, dunia menghadapi tantangan besar berupa meningkatnya jumlah sampah, limbah rumah tangga, dan budaya konsumtif yang menyebabkan banyak barang masih layak pakai berakhir di tempat pembuangan. Untuk menjawab persoalan tersebut, lahirlah konsep Ekonomi Sirkular (Circular Economy), yaitu sistem yang mendorong penggunaan kembali barang agar manfaatnya terus berlanjut dan tidak menjadi limbah. Menariknya, prinsip tersebut sebenarnya telah diajarkan Islam sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak mubazir, menjaga lingkungan, serta memaksimalkan manfaat setiap nikmat yang Allah berikan melalui sedekah, wakaf, dan kepedulian sosial. Islam Melarang Sikap Mubazir Islam sangat menekankan pentingnya menggunakan nikmat Allah dengan penuh tanggung jawab. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’: 27) Sering kali kita memahami mubazir hanya sebagai membuang makanan. Padahal, membiarkan pakaian, buku, peralatan rumah tangga, atau barang lain yang masih layak digunakan menumpuk hingga rusak juga merupakan bentuk pemborosan. Barang yang tidak lagi kita gunakan belum tentu tidak memiliki nilai. Bisa jadi, barang tersebut justru menjadi kebutuhan yang sangat berarti bagi orang lain. Barang Bekas Belum Tentu Tidak Bernilai Di banyak rumah, terdapat berbagai barang yang masih dalam kondisi baik tetapi jarang atau bahkan tidak pernah digunakan lagi. Misalnya pakaian yang masih layak, buku bacaan, tas sekolah, sepatu, meja belajar, kursi roda, tongkat bantu jalan, alat kesehatan, perlengkapan bayi, kasur, lemari, kipas angin, kompor, sepeda, laptop, hingga perlengkapan ibadah.Bagi sebagian orang, barang-barang tersebut mungkin hanya memenuhi gudang atau sudut rumah. Namun bagi keluarga dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, korban bencana, pesantren, rumah tahfidz, atau masyarakat prasejahtera, barang yang sama dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik.Satu buku dapat membuka wawasan seorang anak.Satu kursi roda dapat mengembalikan semangat seseorang untuk beraktivitas. Satu pakaian dapat memberikan kehangatan. Satu meja belajar dapat menjadi tempat lahirnya cita-cita. Inilah bukti bahwa nilai sebuah barang tidak berhenti ketika pemiliknya selesai menggunakannya. Ekonomi Sirkular dalam Perspektif Islam Secara sederhana, Ekonomi Sirkular (Circular Economy) adalah sistem yang memperpanjang umur pakai suatu barang agar terus memberikan manfaat dan tidak langsung menjadi sampah. Konsep ini sangat selaras dengan ajaran Islam.Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga amanah, menghindari pemborosan, memaksimalkan manfaat, saling berbagi, dan memelihara bumi sebagai titipan Allah SWT. Semangat tersebut telah dipraktekkan sejak masa Rasulullah SAW melalui budaya sedekah, wakaf, serta saling membantu di antara kaum Muslimin. Para sahabat tidak membiarkan harta mereka berhenti pada diri sendiri, tetapi mengalirkannya agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan demikian, ekonomi sirkular bukan sekadar konsep lingkungan modern, melainkan juga bagian dari nilai-nilai Islam yang mendorong keberlanjutan dan kemaslahatan bersama. Sedekah Barang: Solusi untuk Masyarakat dan Lingkungan Sedekah barang menghadirkan dua manfaat sekaligus. Bagi masyarakat, sedekah barang membantu memenuhi kebutuhan keluarga dhuafa, mendukung pendidikan anak-anak, membantu penyandang disabilitas, memberikan perlengkapan bagi korban bencana, serta menunjang kegiatan pesantren dan rumah tahfiz. Di sisi lain, sedekah barang juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Barang yang masih layak pakai tidak langsung menjadi sampah, sehingga dapat mengurangi limbah tekstil, limbah elektronik, serta budaya konsumtif yang berlebihan. Satu barang dapat digunakan berkali-kali oleh beberapa orang tanpa harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan cara sederhana ini, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga ikut menjaga bumi yang Allah amanahkan kepada kita. Belajar dari Teladan Para Sahabat Semangat memaksimalkan manfaat harta telah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah SAW. Abu Thalhah RA menyerahkan kebun terbaik yang paling beliau cintai demi mencari ridha Allah. Utsman bin Affan RA membeli dan mewakafkan Sumur Rumah agar masyarakat dapat memperoleh air bersih secara gratis. Abdurrahman bin Auf RA menggunakan kekayaannya untuk membantu fakir miskin, membiayai perjuangan Islam, dan memenuhi kebutuhan umat. Mereka mengajarkan satu prinsip yang sangat sederhana namun mendalam: Harta terbaik adalah harta yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. Hari ini mungkin kita tidak memiliki kebun kurma atau sumur.Namun kita memiliki pakaian, buku, kursi roda, komputer, perlengkapan sekolah, elektronik, perlengkapan bayi, serta berbagai barang layak pakai lainnya yang dapat menjadi sumber manfaat bagi banyak orang. Melanjutkan Kebaikan Melalui Program Sedekah Barang Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dasar, sementara jutaan barang layak pakai berakhir menjadi sampah setiap tahunnya. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, masyarakat diajak menjadikan barang yang tidak lagi digunakan sebagai jembatan kebaikan. Barang-barang yang disalurkan akan dimanfaatkan kembali oleh keluarga dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, korban bencana, pesantren, rumah tahfiz, dan masyarakat prasejahtera. Melalui satu program ini, setiap orang dapat menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah, memperpanjang usia pakai barang, membantu masyarakat yang membutuhkan, mengurangi budaya konsumtif, serta memperoleh pahala sedekah dan amal jariyah. Kebaikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Satu pakaian, satu buku, atau satu alat kesehatan yang kita sedekahkan dapat menjadi harapan baru bagi seseorang. Penutup Islam telah mengajarkan prinsip keberlanjutan jauh sebelum dunia mengenal istilah Ekonomi Sirkular. Menghindari mubazir, menjaga lingkungan, dan berbagi kepada sesama merupakan bagian dari ibadah yang mencerminkan akhlak seorang Muslim. Mari buka kembali lemari, gudang, atau sudut rumah kita. Barangkali ada barang yang sudah lama tidak digunakan, tetapi masih sangat bermanfaat bagi orang lain. Jadikan barang tersebut sebagai sedekah yang menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Dengan begitu, kita tidak hanya membantu mengurangi sampah dan menjaga bumi, tetapi juga menebarkan harapan, menguatkan kehidupan sesama, serta mengubah barang yang tak terpakai menjadi amal yang terus mengalir di sisi Allah SWT. “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195) Tinggalkan komentar Batalkan balasan Sudah Login sebagai Ulurtangan.com. Sunting Profil Anda. Logout? Ruas yang wajib ditandai * Message*
Semarak Muharram 1448 H: Santunan untuk 30 Anak Yatim, Menghadirkan Kebahagiaan dan Harapan di Awal Tahun Hijriah

Semarak Muharram 1448 H: Santunan untuk 30 Anak Yatim, Menghadirkan Kebahagiaan dan Harapan di Awal Tahun Hijriah BEKASI, (Ulurtangan.com) – Muharram menjadi salah satu bulan yang istimewa dalam Islam. Di bulan yang penuh keberkahan ini, semangat berbagi dan menyayangi anak yatim menjadi salah satu amalan yang begitu dianjurkan. Di balik senyum mereka, tersimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Ada anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah, ada yang harus membantu ibunya bekerja demi bertahan hidup, dan ada pula yang tetap berusaha belajar meski hidup dalam keterbatasan ekonomi. Alhamdulillah, pada 6 Juli 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali melaksanakan program Semarak Muharram 1448 H: Doa Bersama & Santunan Yatim dengan menyalurkan amanah para donatur kepada 30 anak yatim yang berasal dari tiga wilayah di Kabupaten Bekasi, yaitu Desa Pantai Hurip, Desa Harapan Jaya, dan Desa Sukatenang. Melalui program ini, kami berharap awal tahun Hijriah menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan, semangat baru, serta menguatkan harapan anak-anak yatim agar terus melangkah meraih cita-cita mereka. Sejak pagi hari, empat relawan mulai melakukan persiapan sebelum keberangkatan. Seluruh paket santunan kembali diperiksa agar tidak ada yang tertinggal. Sebanyak 30 tote bag yang berisi perlengkapan sekolah serta 30 amplop berisi santunan tunai masing-masing sebesar Rp200.000 disusun dengan rapi dan dimasukkan ke dalam kendaraan. Setelah seluruh persiapan selesai, perjalanan dimulai menuju tiga desa yang telah menjadi lokasi penyaluran. Berbeda dengan kegiatan santunan yang dipusatkan di satu lokasi, kali ini kami mendatangi rumah masing-masing anak yatim satu per satu. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang begitu berkesan. Kami menyusuri jalan-jalan desa, memasuki gang-gang kecil, hingga bertemu langsung dengan keluarga para penerima manfaat. Dari rumah ke rumah, kami melihat berbagai kisah perjuangan yang mengajarkan arti kesabaran dan keteguhan. Ada anak yang tinggal hanya bersama ibunya, ada yang hidup bersama kakek dan neneknya, dan ada pula yang tetap tersenyum meski hidup dalam kondisi yang sangat sederhana. Meski kehilangan sosok ayah, semangat mereka untuk belajar dan meraih masa depan tetap terpancar dari wajah-wajah polos tersebut. Setiap anak menerima satu paket perlengkapan sekolah yang berisi alat tulis dalam tote bag serta santunan uang tunai sebesar Rp200.000. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika seorang anak menerima santunan sambil memeluk erat tote bag yang diberikan. Sang ibu dengan mata berkaca-kaca mengucapkan rasa syukurnya, sementara anak tersebut terus tersenyum melihat perlengkapan sekolah yang akan digunakannya. Di akhir penyaluran, salah seorang penerima manfaat menyampaikan doa yang begitu tulus. “Terima kasih donatur dan Ulur Tangan. Semoga rezekinya lancar, makin maju, dan sehat selalu.” Doa sederhana itu menjadi hadiah yang sangat berharga bagi kami dan seluruh sahabat kebaikan yang telah ikut menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharram. Allah SWT berfirman: “Adapun terhadap anak yatim maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS. Ad-Dhuha: 9) Rasulullah SAW juga bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” kemudian beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa memuliakan dan menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Alhamdulillah, amanah para donatur telah tersampaikan kepada 30 anak yatim yang membutuhkan di tiga desa wilayah Kabupaten Bekasi. Kami berharap santunan berupa perlengkapan sekolah dan bantuan tunai ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjadi penyemangat agar terus belajar, beribadah, dan menggapai cita-cita. Lebih dari itu, kami berharap program Semarak Muharram dapat menjadi penguat ukhuwah antara para donatur, relawan, dan masyarakat, sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan kasih sayang dan perhatian dari sesama. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, relawan, dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap perlengkapan sekolah yang diterima, setiap santunan yang disalurkan, dan setiap senyum yang terukir di wajah anak-anak yatim adalah buah dari kepedulian yang telah Sahabat titipkan. Mari terus bersama menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim dan keluarga dhuafa. InsyaAllah, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir serta menghadirkan keberkahan di dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kita, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, dan mempertemukan kita dengan Rasulullah SAW di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/AFbyoaGAV5Q?si=QKHlYHUVdNx-1KtJ https://youtube.com/shorts/n1vH_RIGTAI?si=t-QDWkDa1gqHVXyK
Menghidupkan Kembali Semangat Kaum Anshar melalui Sedekah Barang: Berbagi yang Dimiliki, Menguatkan Sesama

Menghidupkan Kembali Semangat Kaum Anshar melalui Sedekah Barang: Berbagi yang Dimiliki, Menguatkan Sesama Pendahuluan Segala puji bagi Allah SWT yang telah mempersaudarakan kaum Muslimin melalui ikatan iman. Islam bukan sekadar mengajarkan hubungan antara hamba dengan Rabb-nya, tetapi juga mengajarkan bagaimana membangun masyarakat yang saling menguatkan, saling membantu, dan saling mencintai karena Allah SWT. Salah satu kisah paling indah dalam sejarah Islam adalah persaudaraan antara Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar. Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah, mereka meninggalkan rumah, harta, bahkan mata pencaharian demi mempertahankan keimanan. Di Madinah, mereka disambut bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai saudara. Kaum Anshar tidak hanya mengucapkan selamat datang. Mereka membuka pintu rumah, membagi makanan, berbagi kebun, bahkan menawarkan sebagian harta yang mereka miliki kepada saudara-saudara Muhajirin. Kisah inilah yang menjadi salah satu contoh terbaik tentang kepedulian sosial dalam Islam. Meskipun peristiwa hijrah telah berlalu lebih dari empat belas abad yang lalu, semangat Kaum Anshar tetap relevan hingga hari ini. Di tengah kehidupan modern, semangat itu dapat kita hidupkan kembali melalui tindakan sederhana, salah satunya adalah sedekah barang. Siapakah Kaum Anshar? Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang lebih dahulu memeluk Islam dan dengan penuh keikhlasan menyambut kedatangan Rasulullah SAW beserta kaum Muhajirin. Mereka menjadi pelindung dakwah Islam dan memberikan dukungan yang luar biasa, baik dengan tenaga, harta, maupun pengorbanan pribadi. Allah SWT mengabadikan kemuliaan mereka dalam firman-Nya: “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka, mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Mereka tidak menaruh keinginan dalam hati terhadap apa yang diberikan kepada orang-orang Muhajirin dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga memerlukan…”(QS. Al-Hasyr: 9) Ayat ini menggambarkan betapa tulusnya hati Kaum Anshar. Mereka tidak merasa iri terhadap bantuan yang diterima kaum Muhajirin, bahkan rela mendahulukan kebutuhan saudara mereka di atas kepentingan pribadi.Pengorbanan yang Mengubah SejarahKeistimewaan Kaum Anshar bukan hanya karena mereka memiliki harta, tetapi karena mereka bersedia membagikan apa yang mereka miliki. Rumah mereka terbuka bagi para Muhajirin yang kehilangan tempat tinggal. Makanan yang sedikit dibagi bersama. Sebagian menawarkan kebun kurma dan hasil usaha agar saudara mereka dapat kembali mandiri.Salah satu kisah yang masyhur adalah ketika seorang sahabat Anshar menerima tamu yang lapar, sementara makanan di rumah hanya cukup untuk anak-anaknya. Ia dan istrinya sepakat mematikan lampu seolah-olah ikut makan, padahal mereka membiarkan tamunya menghabiskan seluruh makanan. Pengorbanan ini menjadi salah satu contoh nyata sifat itsar, yaitu mendahulukan kebutuhan orang lain meskipun diri sendiri juga membutuhkan. Mereka tidak memberikan barang sisa atau yang tidak berguna. Mereka memberikan apa yang mereka miliki dengan hati yang lapang, karena yakin bahwa setiap pengorbanan di jalan Allah akan diganti dengan balasan yang lebih baik. Semangat Kaum Anshar dalam Kehidupan Modern Hari ini kita mungkin tidak memiliki kebun kurma atau rumah yang luas untuk diberikan kepada orang lain. Namun Allah tetap memberikan nikmat dalam bentuk yang berbeda. Di rumah kita mungkin tersimpan pakaian yang masih layak, buku yang sudah selesai dibaca, tas sekolah, meja belajar, kursi roda, alat kesehatan, perlengkapan bayi, peralatan rumah tangga, sepeda, laptop, atau perlengkapan ibadah yang sudah tidak lagi digunakan. Bagi kita, barang-barang tersebut mungkin hanya memenuhi gudang atau lemari. Namun bagi keluarga dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, korban bencana, pesantren, rumah tahfidz, dan masyarakat prasejahtera, barang yang sama dapat menjadi sumber harapan baru. Satu pakaian dapat menghangatkan tubuh seseorang. Satu buku dapat membuka jalan menuju masa depan. Satu kursi roda dapat mengembalikan semangat hidup. Satu meja belajar dapat menjadi tempat lahirnya cita-cita seorang anak. Dengan demikian, sedekah barang menjadi salah satu cara sederhana untuk menghidupkan kembali semangat Kaum Anshar di tengah kehidupan modern. Sedekah Barang: Wujud Itsar Masa Kini Dalam Islam dikenal sebuah akhlak mulia yang disebut itsar, yaitu mengutamakan kepentingan orang lain atas kepentingan diri sendiri ketika mampu melakukannya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sedekah barang merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Barang yang sudah tidak lagi kita gunakan bisa menjadi kebahagiaan bagi orang lain. Dengan berbagi, kita tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Selain itu, sedekah barang juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Barang yang masih layak pakai tidak langsung menjadi sampah, tetapi memperoleh kesempatan untuk terus digunakan sehingga manfaatnya semakin panjang. Menjadi Anshar Masa Kini Melalui Program Sedekah BarangDi Indonesia Masih banyak saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Pada saat yang sama, tidak sedikit barang layak pakai yang berakhir menjadi limbah karena tidak lagi digunakan pemiliknya. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, setiap orang memiliki kesempatan menjadi “Anshar masa kini”. Program ini menjadi jembatan antara mereka yang memiliki kelebihan barang dengan mereka yang benar-benar membutuhkan. Barang-barang seperti pakaian, buku, perlengkapan sekolah, alat kesehatan, kursi roda, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi, hingga elektronik layak pakai dapat disalurkan kepada keluarga dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, pesantren, rumah tahfidz, korban bencana, dan masyarakat prasejahtera. Dengan satu langkah sederhana, kita dapat menghadirkan manfaat yang begitu besar. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, mengurangi pemborosan, dan memperpanjang usia manfaat sebuah barang. Penutup Kaum Anshar dikenang sepanjang sejarah bukan karena kekayaan yang mereka miliki, tetapi karena keluasan hati mereka dalam berbagi. Mereka mengajarkan bahwa persaudaraan sejati dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Hari ini, semangat itu masih dapat kita hidupkan. Bukalah kembali lemari, gudang, atau sudut rumah kita. Mungkin ada barang yang sudah lama tidak digunakan, tetapi masih sangat berarti bagi orang lain. Mari menjadi bagian dari Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Jadikan setiap pakaian, buku, kursi roda, perlengkapan rumah tangga, dan barang layak pakai lainnya sebagai jembatan kebaikan yang menguatkan sesama dan menghadirkan pahala yang terus mengalir. Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang memiliki sifat itsar, gemar berbagi, dan senantiasa menghadirkan manfaat bagi sesama. “…Mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga memerlukan. Dan barang siapa dijaga dari sifat kikir, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9) Tinggalkan komentar Batalkan balasan Sudah Login sebagai
Dari Piramida Menuju Cahya Islam: Sejarah Masuknya Islam ke Mesir dan Lahirnya Pusat Peradaban

Dari Piramida Menuju Cahya Islam: Sejarah Masuknya Islam ke Mesir dan Lahirnya Pusat Peradaban Pendahuluan Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam, yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Melalui cahaya Islam, Allah mengangkat derajat manusia dari kegelapan menuju cahaya ilmu, keadilan, dan peradaban yang mulia. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Ketika mendengar sejarah Islam, sebagian orang mungkin hanya membayangkan kisah peperangan dan perluasan wilayah. Padahal, sejarah Islam adalah kisah tentang lahirnya sebuah peradaban yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bukti nyatanya adalah Mesir, negeri yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu sebagai pusat peradaban kuno. Setelah Islam datang pada abad ke-7 Masehi, Mesir mengalami perubahan besar hingga berkembang menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Mesir Sebelum Datangnya Islam Sebelum Islam datang, Mesir berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Bizantium. Meskipun memiliki kekayaan alam yang melimpah berkat Sungai Nil, kehidupan masyarakat tidak sepenuhnya sejahtera. Pajak yang tinggi membebani rakyat, sementara ketidakadilan sosial menjadi persoalan yang sulit dihindari. Masyarakat Koptik yang menjadi mayoritas penduduk saat itu juga menghadapi berbagai tekanan, termasuk keterbatasan dalam menjalankan kehidupan keagamaan mereka secara bebas. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mendambakan hadirnya pemerintahan yang lebih adil, menghormati hak-hak rakyat, dan mampu memberikan rasa aman bagi semua golongan. Masuknya Islam ke Mesir Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA, sekitar tahun 639 Masehi, beliau mengutus sahabat Rasulullah SAW yang terkenal cerdas dan berpengalaman dalam strategi, yaitu Amr bin Al-Ash RA, untuk memimpin pasukan menuju Mesir.Tujuan kedatangan kaum Muslimin bukan sekadar memperluas wilayah kekuasaan, melainkan membawa nilai-nilai Islam yang menjunjung keadilan, keamanan, dan kemaslahatan masyarakat. Melalui strategi yang matang serta pendekatan yang bijaksana, banyak wilayah di Mesir menerima pemerintahan Islam melalui perjanjian damai. Penduduk diberi jaminan keamanan, kebebasan menjalankan agama, dan perlindungan terhadap tempat-tempat ibadah mereka. Kehadiran Islam membawa perubahan besar. Sistem pemerintahan menjadi lebih tertata, pajak diberlakukan secara lebih adil, dan masyarakat mulai merasakan stabilitas yang selama ini mereka harapkan. Mesir Menjadi Pusat Peradaban Islam Setelah berada di bawah pemerintahan Islam, Mesir berkembang dengan sangat pesat. Amr bin Al-Ash mendirikan Kota Fustat sebagai ibu kota pertama pemerintahan Islam di Mesir. Di kota ini pula dibangun Masjid Amr bin Al-Ash, yang dikenal sebagai masjid pertama di benua Afrika dan menjadi pusat ibadah, pendidikan, serta musyawarah masyarakat. Kemajuan Mesir tidak hanya terlihat dari pembangunan kota, tetapi juga dari berkembangnya perdagangan, pertanian, dan sistem administrasi pemerintahan. Pengelolaan Sungai Nil yang lebih baik meningkatkan hasil pertanian sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Beberapa abad kemudian, Mesir menjelma menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia Islam. Berdirilah Universitas Al-Azhar yang hingga kini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Dari tempat inilah lahir para ulama, cendekiawan, dan pemimpin yang menyebarkan ilmu ke berbagai penjuru dunia. Karya-karya ilmuwan Muslim seperti Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Ar-Razi dalam ilmu kesehatan, hingga Imam Asy-Syafi’i yang menghabiskan akhir hayatnya di Mesir turut memperkaya khazanah keilmuan Islam. Pada masa itu pula berkembang rumah sakit, perpustakaan, observatorium, dan lembaga pendidikan yang menjadi rujukan dunia.Semua kemajuan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak datang untuk menghapus peradaban, melainkan menyempurnakannya dengan nilai-nilai keadilan, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS. An-Nahl: 90) Kejayaan Mesir pada masa peradaban Islam tidak dibangun semata-mata oleh kekuatan militer. Ia lahir dari masyarakat yang mencintai ilmu, gemar berwakaf, peduli terhadap pendidikan, membangun rumah sakit, perpustakaan, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semangat inilah yang masih sangat relevan hingga hari ini Di berbagai daerah, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan akses pendidikan, air bersih, layanan kesehatan, dan bantuan sosial. Oleh karena itu, setiap bentuk kepedulian sekecil apapun dapat menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang lebih baik. Melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, Wakaf Al-Qur’an, Wakaf Air, Sedekah Barangku dan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Indonesia Uluran Tangan berupaya melanjutkan semangat berbagi yang telah diwariskan oleh para ulama dan tokoh-tokoh besar Islam. Membangun peradaban tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Menyumbangkan satu mushaf Al-Qur’an, membantu menghadirkan sumber air bersih, atau berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan langkah kecil yang dapat memberikan manfaat besar dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Penutup Sejarah masuknya Islam ke Mesir membuktikan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat, ilmu pengetahuan, dan kemajuan peradaban. Dari negeri para piramida, Islam menghadirkan cahaya keadilan yang melahirkan pusat pendidikan, rumah sakit, perdagangan, dan kebudayaan yang memberikan manfaat bagi dunia. Mari kita mengambil inspirasi dari sejarah tersebut dengan terus menuntut ilmu, memperbanyak sedekah dan wakaf, serta menghadirkan manfaat bagi sesama. Semoga Allah SWT menjadikan kita bagian dari generasi yang tidak hanya bangga dengan kejayaan Islam di masa lalu, tetapi juga mampu menghadirkan kembali semangat membangun peradaban melalui ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial. “Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.’” (QS. Thaha: 114) Tinggalkan komentar Batalkan balasan Sudah Login sebagai Ulurtangan.com. Sunting Profil Anda. Logout? Ruas yang wajib ditandai * Message*
BPOM Berbagi Gandeng Sedekah Barangku Salurkan Donasi Pakaian Layak Pakai untuk Masyarakat

BPOM Berbagi Gandeng Sedekah Barangku Salurkan Donasi Pakaian Layak Pakai untuk Masyarakat JAKARTA, (Ulurtangan.com) – Barang yang tak lagi digunakan di rumah, bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Semangat berbagi inilah yang kembali diwujudkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Program BPOM Berbagi, sebuah gerakan sosial yang mengajak pegawai BPOM untuk menyalurkan pakaian layak pakai kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi bersama Sedekah Barangku – Yayasan Indonesia Uluran Tangan, ribuan pakaian yang terkumpul diharapkan dapat menghadirkan manfaat baru sekaligus memperkuat budaya kepedulian dan gotong royong. Alhamdulillah, pada Kamis, 02 Juli 2026, Sedekah Barangku – Yayasan Indonesia Uluran Tangan menerima amanah berupa donasi pakaian layak pakai dari keluarga besar BPOM. Penyerahan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Bidang Peningkatan Peran Perempuan dan Pengabdian Masyarakat KOPRI BPOM melalui kegiatan BPOM Berbagi, sebuah program sosial yang bertujuan menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan pegawai BPOM, sekaligus mempererat hubungan antara institusi dengan masyarakat. Program pengumpulan donasi berlangsung sejak 04 Juni hingga 01 Juli 2026. Selama hampir satu bulan, para pegawai BPOM berpartisipasi dengan menyumbangkan pakaian yang masih layak pakai agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian ini menjadi bukti bahwa berbagi tidak selalu harus berupa materi baru, tetapi juga dapat diwujudkan melalui barang-barang yang masih memiliki nilai manfaat. Prosesi penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., didampingi oleh jajaran pimpinan dan pegawai BPOM. Momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara lembaga pemerintah dan lembaga sosial dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Amanah donasi diterima secara simbolis oleh mas Muftil Ibad selaku Kepala Divisi Program Sedekah Barangku Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Sebagai lembaga yang berfokus pada pengelolaan dan penyaluran barang layak pakai, Sedekah Barangku akan memastikan seluruh donasi melalui proses sortir, pendataan, pengemasan, hingga pendistribusian secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Pakaian yang telah terkumpul nantinya akan disalurkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari keluarga prasejahtera, yatim dan dhuafa, pesantren, panti asuhan, penyintas bencana, hingga masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Selain membantu sesama, program ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah tekstil dengan memperpanjang masa pakai pakaian yang masih layak digunakan. Kolaborasi antara BPOM dan Sedekah Barangku menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama. Sinergi seperti ini bukan hanya menghadirkan bantuan bagi masyarakat, tetapi juga membangun budaya berbagi, memperkuat nilai kemanusiaan, dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam gerakan sosial yang berkelanjutan. Semoga langkah mulia ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat serta menginspirasi semakin banyak instansi, perusahaan, komunitas, dan masyarakat luas untuk menjadikan berbagi sebagai bagian dari gaya hidup. Mari Ubah Barang Tak Terpakai Menjadi Berkah Apabila di rumah Anda masih tersimpan pakaian, buku, mainan, perlengkapan sekolah, peralatan rumah tangga, elektronik, atau barang lain yang masih layak pakai, jangan biarkan hanya tersimpan tanpa manfaat. Percayakan penyalurannya melalui Sedekah Barangku – Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap barang yang Anda sedekahkan akan melalui proses pengelolaan yang amanah sebelum disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Bersama Sedekah Barangku, mari wujudkan kepedulian dengan mengubah barang tak terpakai menjadi berkah dan bernilai, sehingga setiap titipan kebaikan dapat menghadirkan harapan baru bagi sesama. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Sedekah Barang | Donasi Barang Bekas Layak | Ulurtangan.com (@sedekah_barangku)
Belajar dari Para Sahabat Rasulullah: Mereka Memberikan Harta Terbaiknya untuk Allah

Belajar dari Para Sahabat Rasulullah: Mereka Memberikan Harta Terbaiknya untuk Allah Pendahuluan Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan harta sebagai amanah sekaligus sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Harta bukan sekadar nikmat yang dapat dinikmati, tetapi juga ujian yang akan dimintai pertanggungjawaban. Islam mengajarkan bahwa keberkahan harta tidak hanya terletak pada banyaknya yang dimiliki, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh orang lain. Sejarah Islam dipenuhi kisah-kisah luar biasa tentang para sahabat Rasulullah SAW yang menjadikan harta sebagai jalan menuju ridha Allah. Mereka tidak menunggu menjadi lebih kaya untuk berbagi, dan tidak pula memberikan sesuatu yang sudah tidak bernilai. Sebaliknya, mereka rela menyerahkan harta terbaik yang paling mereka cintai demi kemaslahatan umat. Di antara teladan tersebut adalah Abu Thalhah Al-Anshari RA, Utsman bin Affan RA, dan Abdurrahman bin Auf RA. Kisah mereka menjadi inspirasi sepanjang zaman bahwa sedekah bukan diukur dari jumlahnya, tetapi dari keikhlasan hati dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Abu Thalhah Al-Anshari: Memberikan Harta yang Paling DicintaiAbu Talhah al-Ansari dikenal sebagai salah satu sahabat Anshar yang kaya dan dermawan. Beliau memiliki kebun kurma terbaik bernama Bairuha, yang letaknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Kebun itu menjadi harta yang paling beliau cintai karena hasilnya melimpah dan menjadi kebanggaannya. Namun ketika Allah SWT menurunkan firman-Nya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.”(QS. Ali ‘Imran: 92) Abu Talhah tidak menunda sedikit pun. Beliau segera menemui Rasulullah SAW dan menyerahkan kebun terbaiknya untuk kepentingan umat. Baginya, harta yang paling dicintai justru merupakan persembahan terbaik untuk Allah SWT. Dari kisah ini kita belajar bahwa sedekah yang paling bernilai bukanlah yang tersisa, melainkan yang diberikan dengan penuh keikhlasan. Utsman bin Affan: Wakaf Sumur yang Mengalirkan Pahala Hingga KiniKetika kaum Muslimin hijrah ke Madinah, mereka menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Di antara sedikit sumber air yang layak terdapat Bi’r Rumah (Sumur Rumah), yang dimiliki seorang pedagang dan airnya dijual dengan harga yang cukup mahal. Melihat kondisi tersebut, Rasulullah SAW bersabda: “Siapakah yang membeli Sumur Rumah lalu menjadikannya untuk kaum Muslimin, maka baginya surga.” Seruan itu disambut oleh Uthman ibn Affan. Dengan hartanya, beliau membeli sumur tersebut dan mewakafkannya agar seluruh masyarakat dapat mengambil air secara gratis. Hingga kini, kisah Bi’r Rumah masih dikenang sebagai salah satu contoh paling indah tentang sedekah jariyah. Wakaf tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan air bersih pada masanya, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa satu amal dapat memberi manfaat lintas generasi. Abdurrahman bin Auf: Pedagang Sukses yang Kaya HatiAbdurrahman ibn Awf adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang terkenal sebagai pedagang sukses. Kekayaannya diperoleh melalui kerja keras, kejujuran, dan keberkahan usaha.Namun, beliau tidak pernah menjadikan harta sebagai tujuan hidup. Sebaliknya, harta dijadikan sarana untuk menolong orang lain. Beliau pernah menyumbangkan ratusan unta beserta seluruh muatannya untuk masyarakat, membantu kaum fakir miskin, membiayai perjuangan Islam, membebaskan budak, dan menanggung berbagai kebutuhan umat. Abdurrahman bin Auf mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukanlah apa yang tersimpan di rumah, melainkan apa yang telah dibagikan kepada orang lain demi mencari ridha Allah SWT. Hikmah dari Kedermawanan Para Sahabat Ketiga kisah tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga.Pertama, harta terbaik adalah harta yang paling bermanfaat. Allah tidak melihat besar kecilnya nilai materi, tetapi melihat keikhlasan hati dan manfaat yang dirasakan oleh orang lain. Kedua, sedekah tidak harus menunggu kaya. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Ketiga, barang yang kita simpan bisa menjadi harapan bagi orang lain. Hari ini mungkin kita tidak memiliki kebun kurma seperti Abu Thalhah atau sumur seperti Utsman bin Affan. Namun kita memiliki pakaian yang masih layak, buku yang sudah selesai dibaca, perlengkapan sekolah, kursi roda, tongkat bantu jalan, alat kesehatan, perlengkapan bayi, peralatan rumah tangga, elektronik, bahkan perlengkapan ibadah yang masih dapat dimanfaatkan. Bagi kita, barang-barang tersebut mungkin hanya memenuhi gudang atau lemari. Namun bagi keluarga dhuafa, anak yatim, korban bencana, pesantren, rumah tahfidz, atau masyarakat prasejahtera, barang tersebut dapat menjadi harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Sedekah barang juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat relevan. Selain mengurangi pemborosan dan barang yang tidak terpakai, sedekah barang memperpanjang manfaatnya sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup banyak orang. Melanjutkan Jejak Para Sahabat Melalui Program Sedekah BarangSemangat para sahabat Rasulullah SAW masih dapat kita teladani hingga hari ini. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, masyarakat diajak untuk menyalurkan berbagai barang layak pakai agar dapat dimanfaatkan kembali oleh mereka yang membutuhkan. Satu pakaian dapat menghangatkan tubuh seorang anak. Satu tas sekolah dapat mengembalikan semangat belajar. Satu kursi roda dapat mengembalikan harapan seseorang untuk beraktivitas. Satu buku dapat membuka jendela ilmu bagi generasi masa depan. Satu kompor, meja belajar, atau perlengkapan rumah tangga dapat membantu sebuah keluarga memulai kehidupan yang lebih baik. Program ini bukan sekadar menyalurkan barang, tetapi menghadirkan kepedulian, menghubungkan kebaikan antara pemberi dan penerima, serta menghidupkan kembali semangat berbagi yang telah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah SAW. Penutup Para sahabat mengajarkan bahwa harta terbaik bukanlah yang disimpan, melainkan yang diinfakkan di jalan Allah. Mereka memberikan apa yang paling mereka cintai karena yakin bahwa setiap kebaikan tidak akan pernah sia-sia di sisi-Nya. Hari ini, kita pun memiliki kesempatan yang sama. Bukalah kembali lemari, gudang, atau sudut rumah kita. Mungkin ada pakaian, buku, perlengkapan sekolah, alat kesehatan, atau barang lain yang sudah tidak lagi digunakan, tetapi masih sangat layak dan bermanfaat bagi orang lain. Mari menjadi bagian dari Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Jadikan setiap barang yang kita sedekahkan sebagai jembatan kebaikan, sumber manfaat, dan investasi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ringan tangan dalam berbagi, melapangkan rezeki kita, dan menerima setiap amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.”(QS. Al-Baqarah: 261) Tinggalkan komentar Batalkan balasan Sudah Login sebagai Ulurtangan.com. Sunting Profil Anda. Logout? Ruas yang wajib ditandai * Message*
Relawan Ulurtangan Siapkan Penyaluran Semarak Muharram 1448 H bagi 30 Anak Yatim di Tiga Desa Kabupaten Bekasi

Relawan Ulurtangan Siapkan Penyaluran Semarak Muharram 1448 H bagi 30 Anak Yatim di Tiga Desa Kabupaten Bekasi BEKASI, (Ulurtangan.com) – Menyambut datangnya bulan Muharram, bulan yang penuh keberkahan dan menjadi momentum untuk memperbanyak amal kebaikan, Yayasan Indonesia Uluran Tangan mulai melakukan berbagai persiapan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang membutuhkan. Alhamdulillah, pada Senin, 6 Juli 2026, tim relawan melaksanakan kegiatan persiapan program Semarak Muharram yang akan menyalurkan santunan kepada 30 anak yatim tidak mampu yang berasal dari tiga wilayah, yaitu Desa Sukatenang, Desa Pantai Hurip, dan Desa Harapan Jaya. Melalui program ini, setiap anak akan menerima satu paket perlengkapan sekolah yang dikemas dalam tote bag serta santunan uang tunai sebesar Rp200.000. Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka dalam menyambut tahun baru Hijriah dengan penuh harapan. Sejak pagi hari, empat relawan mulai berkumpul untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan penyaluran. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa ketika satu per satu perlengkapan mulai disusun dengan teliti. Persiapan diawali dengan menata berbagai perlengkapan alat tulis sekolah yang nantinya akan diberikan kepada para penerima manfaat. Seluruh perlengkapan kemudian dimasukkan ke dalam 30 tote bag yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah proses pengemasan alat tulis selesai, relawan melanjutkan dengan menyiapkan santunan berupa uang tunai sebesar Rp200.000 untuk setiap anak. Uang santunan dimasukkan ke dalam 30 amplop yang telah diberi tanda agar memudahkan proses distribusi saat hari penyaluran. Seluruh tote bag dan amplop kemudian kembali diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal. Bagi kami, proses persiapan ini merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya agar bantuan dapat diterima dalam kondisi lengkap dan layak. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seluruh paket santunan telah tersusun rapi. Melihat deretan tote bag yang siap disalurkan, kami membayangkan kebahagiaan anak-anak yatim saat menerimanya nanti. Meski penyaluran belum dilaksanakan, persiapan hari itu sudah menghadirkan rasa syukur dan harapan bahwa amanah dari para donatur akan segera sampai kepada mereka yang membutuhkan. Bagi kami para relawan, setiap proses, mulai dari mengemas alat tulis hingga memasukkan santunan ke dalam amplop, bukan sekadar pekerjaan teknis. Setiap langkah dilakukan dengan doa agar bantuan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, serta menggapai cita-cita mereka. Allah SWT berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.’”(QS. Al-Baqarah: 220) Rasulullah saw juga bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan.(HR. Bukhari) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan amalan mulia yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. InsyaAllah, sebanyak 30 paket perlengkapan sekolah dan 30 amplop santunan akan segera disalurkan kepada anak-anak yatim di Desa Sukatenang, Desa Pantai Hurip, dan Desa Harapan Jaya. Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan menatap masa depan dengan penuh optimisme. Lebih dari itu, program Semarak Muharram diharapkan menjadi penguat ukhuwah antara para donatur, relawan, dan masyarakat, sehingga semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan kasih sayang dan perhatian dari sesama. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap alat tulis yang dipersiapkan, setiap amplop santunan yang dikemas, dan setiap doa yang dipanjatkan adalah wujud kepedulian yang insyaAllah akan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim di bulan Muharram. Mari terus bersama menebar manfaat dan menjadi bagian dari kebahagiaan mereka. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan yang kita lakukan, melapangkan rezeki, memberikan kesehatan, serta menjadikan setiap sedekah sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70
Sedekah Subuh Awali Hari dengan Keberkahan, Didoakan Malaikat, Amal Mengalir Hingga Akhirat

Sedekah Subuh untuk membantu pejuang nafkah, yatim dhuafa, dan pendidikan santri penghafal Al-Qur’an.