Bantu Warga Buruh Tani, Program Sedekah Barangku Ulurtangan Salurkan Ratusan Pakaian Layak di Pelosok Sukabumi

Bantu Warga Buruh Tani, Program Sedekah Barangku Ulurtangan Salurkan Ratusan Pakaian Layak di Pelosok Sukabumi 24 Juli 2026 Sukabumi SUKABUMI, (Ulurtangan.com) – Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, atas izin Allah SWT serta dukungan para donatur, Ulurtangan.com kembali menghadirkan kebahagiaan melalui Program Sedekah Barangku. Kali ini, ratusan pakaian layak pakai dan perlengkapan ibadah berhasil didistribusikan kepada masyarakat di Kampung Tipar, Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Kampung Tipar merupakan salah satu wilayah pelosok yang mayoritas warganya bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilan yang terbatas, kebutuhan sandang masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Kehadiran bantuan ini menjadi angin segar yang membawa kebahagiaan dan harapan bagi masyarakat setempat. Sejak pagi hari, warga telah berkumpul dengan penuh antusias menyambut kedatangan relawan. Senyum tulus dan wajah penuh syukur terlihat saat mereka memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar pakaian, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih banyak saudara seiman yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan. Allah SWT berfirman: “Dan apa saja harta yang baik yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikit pun tidak akan dizalimi.” (QS. Al-Baqarah: 272) Selain pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah turut disalurkan agar dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih baik. Semoga setiap pakaian yang dikenakan dan setiap ibadah yang dilakukan dengan perlengkapan tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur. Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur Ulurtangan.com. Dengan penuh haru, mereka mendoakan agar Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan kesehatan, keberkahan keluarga, serta melancarkan rezeki para donatur. Mereka juga berharap Program Sedekah Barangku dapat kembali hadir di masa mendatang, sehingga semakin banyak masyarakat pelosok yang dapat merasakan manfaatnya. Kami mengucapkan Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan sedekah barangnya melalui Program Sedekah Barangku. Setiap pakaian yang disumbangkan bukan hanya memberikan kehangatan bagi penerimanya, tetapi juga menghadirkan senyum, menjaga kehormatan saudara yang membutuhkan, serta menjadi wasilah kebaikan yang insyaAllah bernilai pahala di sisi Allah SWT. Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan, melipatgandakan balasannya, dan menjadikan Program Sedekah Barangku sebagai jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Mari Ubah Barang yang Tak Terpakai Menjadi Ladang Pahala Masih punya pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, atau barang bermanfaat lainnya yang sudah tidak digunakan? Jangan biarkan hanya tersimpan di lemari atau bahkan berakhir menjadi mubazir. Melalui Program Sedekah Barangku Ulurtangan.com, barang-barang yang sudah tidak terpakai di rumah Anda dapat menjadi berkah dan membawa kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di pelosok yang masih sangat membutuhkannya. InsyaAllah, setiap barang yang Anda sedekahkan akan kami salurkan kepada penerima manfaat yang tepat, sehingga menjadi amal jariyah yang terus mengalir selama masih digunakan. Mari bersedekah dengan apa yang kita miliki, karena bisa jadi sesuatu yang biasa bagi kita adalah anugerah yang sangat berharga bagi mereka. πŸ“¦ Siap bersedekah barang? Klik “Sedekah Barang Sekarang” untuk melihat informasi lengkap mengenai jenis barang yang dapat didonasikan dan tata cara pengirimannya. πŸ“± Atau hubungi Admin Sedekah Barangku di 0812-8070-0040 untuk konsultasi maupun penjemputan donasi (sesuai area layanan). Jangan biarkan barang layak pakai menjadi mubazir. Ubah menjadi manfaat, tebarkan keberkahan, dan hadirkan senyum untuk saudara-saudara kita di pelosok bersama Ulurtangan.com. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah πŸ“‘ Saluran Whatsapp πŸ–₯️ Facebook πŸ“· Instagram πŸ’½ Youtube πŸ“± Info & Konfirmasi:β•°β”ˆβž€ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70

Mengapa Budaya Gotong Royong Penting dalam Masyarakat Modern? Menjaga Semangat Kebersamaan di Era Digital

Mengapa Budaya Gotong Royong Penting dalam Masyarakat Modern? Menjaga Semangat Kebersamaan di Era Digital 23 Juli 2026 Inspiratif Pelajari mengapa budaya gotong royong tetap penting di era modern serta bagaimana teknologi memperkuat aksi sosial, donasi, dan kepedulian masyarakat. Pernahkah Kita Merasakan Kekuatan Kebersamaan? Saat terjadi bencana alam, banyak masyarakat tanpa ragu mengulurkan bantuan. Ada yang menyumbangkan makanan, pakaian, tenaga, bahkan menyebarkan informasi agar lebih banyak orang ikut membantu. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Indonesia. Di era digital, bentuk kebersamaan memang berubah, tetapi nilai yang mendasarinya tetap sama. Kini, kepedulian dapat diwujudkan melalui donasi online, sedekah, berbagi barang layak pakai, hingga mendukung berbagai aksi kemanusiaan melalui platform digital. Inilah bukti bahwa budaya gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang peduli, tangguh, dan saling mendukung. Apa Itu Gotong Royong? Gotong royong adalah budaya bekerja sama dan saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Nilai ini telah lama menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia dan tercermin dalam berbagai aktivitas sosial, mulai dari membantu tetangga, kerja bakti, hingga kegiatan kemanusiaan. Lebih dari sekadar bekerja bersama, gotong royong mengajarkan rasa tanggung jawab, empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-Nilai Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Budaya gotong royong mengandung berbagai nilai positif yang tetap relevan hingga saat ini, antara lain: Kepedulian sosial terhadap sesama. Solidaritas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan. Empati kepada mereka yang membutuhkan. Semangat saling membantu tanpa membedakan latar belakang. Kebersamaan dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis sekaligus memperkuat budaya berbagi. Mengapa Gotong Royong Tetap Penting di Era Modern? Perkembangan teknologi dan gaya hidup yang semakin cepat tidak mengurangi pentingnya gotong royong. Justru di tengah kesibukan masyarakat modern, semangat saling membantu menjadi semakin dibutuhkan. Gotong royong menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Nilai ini juga memperkuat hubungan antar komunitas serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar. Perubahan Bentuk Gotong Royong di Era Digital Transformasi digital menghadirkan cara baru dalam menumbuhkan kepedulian sosial. Jika dahulu gotong royong identik dengan kegiatan fisik di lingkungan sekitar, kini masyarakat dapat berkontribusi melalui berbagai platform digital. Beberapa bentuk gotong royong modern meliputi: Donasi online untuk berbagai program kemanusiaan. Sedekah online melalui platform resmi seperti Ulurtangan.com. Crowdfunding bagi masyarakat yang membutuhkan. Penggalangan bantuan melalui media sosial. Berbagi informasi mengenai kegiatan sosial. Donasi barang layak pakai melalui layanan penjemputan. Teknologi membuat partisipasi masyarakat menjadi lebih mudah tanpa menghilangkan nilai kebersamaan yang menjadi inti gotong royong. Contoh Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari Budaya gotong royong dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti: Menyumbangkan pakaian layak pakai atau barang layak lainnya. Berdonasi untuk program pendidikan. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan. Membantu korban bencana. Mengikuti kegiatan bersih lingkungan. Mengajak keluarga dan teman untuk berbagi kepada sesama. Setiap kontribusi, sekecil apapun, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Peran Teknologi dalam Memperkuat Budaya Gotong Royong Teknologi berperan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program sosial. Website, media sosial, aplikasi komunikasi, dan sistem pembayaran digital memungkinkan masyarakat berdonasi dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Selain itu, teknologi juga mendukung transparansi melalui dokumentasi kegiatan, laporan penyaluran bantuan, serta komunikasi yang lebih terbuka antara lembaga sosial dan para donatur. Hal ini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga sosial terpercaya. Manfaat Gotong Royong bagi Individu dan Masyarakat Budaya gotong royong memberikan manfaat yang luas, di antaranya: Mempererat hubungan antarwarga. Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Mendorong kolaborasi sosial yang positif. Memperkuat ketahanan masyarakat saat menghadapi tantangan. Mendukung pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Kebersamaan bukan tentang seberapa besar yang kita berikan, melainkan seberapa tulus kita saling menguatkan.” Gotong Royong sebagai Fondasi Gerakan Kemanusiaan Berbagai gerakan kemanusiaan di Indonesia tumbuh dari semangat gotong royong. Donasi, sedekah, relawan sosial, hingga kolaborasi dengan komunitas dan CSR perusahaan merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat. Semangat ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong kemitraan, pengurangan kesenjangan, serta pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Peran Yayasan Indonesia Uluran Tangan Sebagai yayasan kemanusiaan, Yayasan Indonesia Uluran Tangan menghadirkan berbagai program yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian. Melalui pendekatan yang profesional dan transparan, masyarakat dapat berpartisipasi dalam aksi sosial melalui donasi, sedekah, maupun berbagi barang layak pakai. Teknologi digital dimanfaatkan untuk mempermudah akses informasi, memperluas jangkauan kolaborasi, serta mendokumentasikan setiap kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Cara Sederhana Memulai Budaya Gotong Royong Tidak perlu menunggu kesempatan besar untuk mulai berbagi. Anda dapat memulai dari langkah sederhana, seperti: Membantu tetangga yang membutuhkan. Menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah. Menyumbangkan barang yang masih layak pakai. Mengikuti kegiatan sosial di lingkungan. Mengajak keluarga untuk membangun budaya berbagi. Memberikan informasi mengenai program kemanusiaan. Konsistensi dalam melakukan kebaikan akan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kesimpulan Budaya gotong royong merupakan warisan luhur bangsa Indonesia yang tetap relevan dalam kehidupan modern. Dengan dukungan teknologi, semangat saling membantu kini dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi sosial, mulai dari donasi online hingga aksi kemanusiaan yang menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Menjaga budaya gotong royong berarti menjaga nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan yang menjadi fondasi masyarakat Indonesia. Ketika setiap individu mengambil bagian, sekecil apa pun kontribusinya, kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih inklusif, berdaya, dan berkelanjutan. Mari Menjadi Bagian dari Gerakan Kebaikan Semangat gotong royong dapat dimulai dari langkah sederhana. Anda dapat ikut berkontribusi melalui program sosial Yayasan Indonesia Uluran Tangan dengan berdonasi, bersedekah, berbagi pakaian dan barang layak pakai, serta menyebarkan informasi kebaikan kepada keluarga dan sahabat. Hubungi admin sedekah barangku di nomor 08128070040 atau admin ulur tangan kami di nomor 082140004011Β untuk mengenal lebih dekat berbagai program kemanusiaan, membaca berita dan kegiatan terbaru, serta menemukan cara berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan saling menguatkan. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan gotong royong? Gotong royong adalah budaya saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama demi kepentingan masyarakat. 2. Mengapa budaya gotong royong masih penting di era modern? Karena gotong royong memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. 3. Apa contoh gotong

Apa yang Terjadi di Otak Saat Kita Bersedekah? Penjelasan Neurosains, Psikologi, dan Islam

Apa yang Terjadi di Otak Saat Kita Bersedekah? Penjelasan Neurosains, Psikologi, dan Islam 22 Juli 2026 Inspiratif Pelajari apa yang terjadi di otak saat bersedekah menurut neurosains, psikologi, dan ajaran Islam serta manfaatnya bagi kehidupan sosial. Mengapa Berbagi Membuat Hati Terasa Lebih Tenang?Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan setelah membantu seseorang? Entah memberikan sedekah, menyumbangkan pakaian yang masih layak, atau sekadar membantu tetangga yang membutuhkan, banyak orang melaporkan munculnya rasa lega dan puas setelah berbagi. Apakah perasaan tersebut hanya bersifat emosional, atau memang ada proses yang terjadi di dalam otak? Selama beberapa dekade terakhir, para ilmuwan di bidang neurosains dan psikologi positif mempelajari bagaimana perilaku memberi (prosocial behavior) memengaruhi aktivitas otak dan kesejahteraan psikologis. Menariknya, Islam telah lebih dahulu mendorong umatnya untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari akhlak dan ibadah sehari-hari. Mengapa Manusia Senang Berbagi? Manusia adalah makhluk sosial yang berkembang melalui kerja sama dan saling membantu. Dalam psikologi, perilaku seperti berbagi, menolong, atau menjadi relawan dikenal sebagai perilaku prososial (prosocial behavior). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tindakan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga dapat memberikan pengalaman emosional yang positif bagi pemberinya. Apa yang Terjadi di Otak Saat Bersedekah? Ketika seseorang melakukan kebaikan, beberapa area otak yang berkaitan dengan penghargaan (reward), empati, dan motivasi dapat menjadi lebih aktif. Sistem penghargaan ini membantu otak memproses pengalaman yang dianggap bermakna atau menyenangkan. Penelitian menggunakan pencitraan otak menunjukkan bahwa tindakan memberi dapat mengaktifkan jaringan saraf yang juga terlibat ketika seseorang merasakan kepuasan. Namun, respons tersebut tidak selalu sama pada setiap individu. Faktor seperti niat, pengalaman hidup, budaya, dan kondisi psikologis turut mempengaruhi bagaimana seseorang merasakan manfaat dari berbagi. Apa Itu Helper’s High? Dalam psikologi, dikenal istilah helper’s high, yaitu pengalaman subjektif berupa perasaan hangat, puas, atau lebih bahagia setelah membantu orang lain. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang sering dilaporkan oleh sebagian orang setelah melakukan tindakan prososial. Penting dipahami bahwa helper’s high bukan diagnosis medis maupun kondisi yang dialami semua orang dengan cara yang sama. Sebagian orang mungkin langsung merasakan perubahan suasana hati, sementara yang lain merasakan manfaatnya secara bertahap melalui hubungan sosial yang lebih baik dan meningkatnya rasa bermakna dalam hidup. Peran Dopamin, Oksitosin, Serotonin, dan Endorfin Beberapa zat kimia alami di dalam tubuh sering dikaitkan dengan pengalaman positif saat seseorang melakukan kebaikan. Dopamin berperan dalam sistem penghargaan dan motivasi. Oksitosin sering dikaitkan dengan rasa percaya, kedekatan, dan hubungan sosial. Serotonin berhubungan dengan pengaturan suasana hati dan kesejahteraan. Endorfin dikenal membantu menimbulkan rasa nyaman pada kondisi tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial dapat berkaitan dengan aktivitas sistem-sistem tersebut. Namun, hubungan ini bersifat kompleks dan tidak berarti bahwa setiap tindakan sedekah akan menghasilkan respons biologis yang sama pada semua orang. Penelitian Modern tentang Kebiasaan Memberi Berbagai penelitian dari Greater Good Science Center di University of California, Berkeley, serta publikasi dalam jurnal psikologi dan neurosains menunjukkan bahwa perilaku memberi, menjadi relawan, dan membantu sesama berkaitan dengan meningkatnya rasa keterhubungan sosial, kepuasan hidup, dan makna hidup. Sementara itu, penelitian di bidang Nature Human Behaviour dan Psychological Science menunjukkan bahwa tindakan kemurahan hati (generosity) dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis dalam berbagai konteks budaya. Meskipun demikian, para peneliti juga menekankan bahwa hasil tersebut bersifat umum dan dipengaruhi oleh banyak faktor individu. Apakah Sedekah Baik untuk Kesehatan Mental? Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara perilaku memberi dengan meningkatnya kesejahteraan psikologis, berkurangnya rasa kesepian pada sebagian orang, serta tumbuhnya rasa memiliki tujuan hidup. Namun, penting untuk dipahami bahwa sedekah bukanlah pengganti penanganan profesional bagi gangguan kesehatan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan. Jika seseorang mengalami masalah kesehatan mental yang serius, konsultasi dengan psikolog atau psikiater tetap merupakan langkah yang dianjurkan. Pandangan Islam tentang Sedekah Islam telah lama mengajarkan pentingnya sedekah, infak, dan kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji…” (QS. Al-Baqarah: 261) Allah SWT juga berfirman: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS. Ali ‘Imran: 92) Rasulullah SAWbersabda: “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim) Ajaran ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya bentuk bantuan kepada orang lain, tetapi juga bagian dari pembinaan akhlak dan ibadah seorang Muslim. Titik Temu antara Neurosains dan Islam Neurosains dan psikologi membantu kita memahami bagaimana perilaku memberi dapat berkaitan dengan pengalaman emosional yang positif dan hubungan sosial yang lebih baik. Di sisi lain, Islam mengajarkan sedekah sebagai ibadah yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Keduanya berada pada ranah yang berbeda namun dapat saling melengkapi. Penelitian modern memberikan perspektif ilmiah mengenai perilaku memberi, sedangkan Islam memberikan landasan spiritual dan moral agar sedekah dilakukan dengan penuh keikhlasan serta mengharap ridha Allah. Cara Membiasakan Diri Bersedekah Membiasakan sedekah tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain: Menyisihkan sebagian rezeki secara rutin. Menyalurkan pakaian atau barang yang masih layak pakai. Membantu tetangga atau kerabat yang membutuhkan. Berbagi ilmu dan waktu. Menjaga konsistensi dalam berbuat baik. Mengenal Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan Sebagai lembaga kemanusiaan, Yayasan Indonesia Uluran Tangan menghadirkan Program Sedekah Barang untuk memudahkan masyarakat menyalurkan pakaian, buku, perlengkapan ibadah, dan berbagai barang layak pakai kepada mereka yang membutuhkan. Program ini tidak hanya membantu memperluas manfaat barang melalui konsep reuse, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan mengurangi barang yang masih layak agar tidak berakhir sebagai limbah. FAQ 1. Apa yang terjadi di otak saat bersedekah? Beberapa area otak yang berkaitan dengan penghargaan, empati, dan motivasi dapat menjadi lebih aktif ketika seseorang melakukan tindakan memberi. 2. Apa itu helper’s high? Istilah psikologi untuk menggambarkan pengalaman positif yang dilaporkan sebagian orang setelah membantu orang lain. 3. Apakah sedekah membuat bahagia? Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perilaku memberi dan kesejahteraan psikologis, meskipun pengalaman setiap orang berbeda. 4. Apakah sedekah mengurangi stres? Sebagian penelitian menemukan kaitan dengan meningkatnya kesejahteraan emosional, tetapi sedekah bukan terapi untuk gangguan kesehatan mental. 5. Apa hubungan sedekah dan dopamin? Perilaku memberi dapat berkaitan dengan aktivitas sistem penghargaan otak yang melibatkan dopamin. 6. Mengapa berbagi membuat hati lebih tenang? Karena berbagi dapat meningkatkan rasa terhubung, bermakna, dan

Fast Fashion dan Sedekah Barang Layak Pakai: Solusi Islami untuk Mengurangi Limbah Tekstil dan Berbagi Kebaikan

Fast Fashion dan Sedekah Barang Layak Pakai: Solusi Islami untuk Mengurangi Limbah Tekstil dan Berbagi Kebaikan Pelajari dampak fast fashion terhadap lingkungan dan bagaimana sedekah barang layak pakai menjadi solusi berkelanjutan menurut Islam bersama Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Fast Fashion dan Sedekah Barang Layak Pakai: Saatnya Berbagi untuk Sesama dan Menjaga Bumi Lemari yang penuh bukan selalu pertanda kebutuhan telah terpenuhi. Di banyak rumah, pakaian yang masih layak pakai hanya tersimpan bertahun-tahun tanpa pernah digunakan kembali. Disisi lain, masih banyak saudara kita yang kesulitan memperoleh pakaian yang pantas untuk bekerja, bersekolah, beribadah, atau menjalani aktivitas sehari-hari. Fenomena ini semakin erat kaitannya dengan berkembangnya fast fashion, yaitu tren membeli pakaian dalam jumlah banyak dengan harga terjangkau dan pergantian model yang sangat cepat. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut turut meningkatkan jumlah limbah tekstil yang berdampak pada lingkungan. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, setiap pakaian dan barang layak pakai yang tidak lagi digunakan dapat menjadi manfaat bagi sesama sekaligus membantu mengurangi limbah. Apa Itu Fast Fashion? Fast fashion adalah model industri pakaian yang memproduksi tren busana dengan sangat cepat agar dapat mengikuti perubahan gaya yang terus berkembang. Konsumen didorong untuk membeli pakaian baru sesering mungkin karena harga yang relatif murah dan model yang selalu berganti. Di satu sisi, fast fashion memberikan banyak pilihan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, pola konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan pakaian yang masih layak dipakai menjadi cepat tersisih hanya karena mengikuti tren. Mengapa Fast Fashion Menjadi Masalah Global? Semakin banyak pakaian diproduksi, semakin besar pula kebutuhan akan bahan baku, energi, air, dan proses distribusi. Berbagai lembaga internasional seperti United Nations Environment Programme (UNEP) menyoroti pentingnya pola konsumsi yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri tekstil. Oleh karena itu, masyarakat mulai didorong untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bijak melalui konsep: Reduce (mengurangi pembelian yang tidak diperlukan) Reuse (menggunakan kembali barang yang masih layak) Recycle (mendaur ulang bila memungkinkan) Dampak Fast Fashion terhadap Lingkungan 1. Meningkatkan Limbah TekstilPakaian yang masih layak sering kali langsung dibuang karena dianggap sudah tidak mengikuti tren. Akibatnya, limbah tekstil terus bertambah setiap tahun. 2. Penggunaan Air yang Besar Produksi pakaian membutuhkan sumber daya, termasuk air, dalam berbagai tahapan proses. Karena itu, penggunaan pakaian secara lebih lama dapat membantu mengurangi kebutuhan produksi baru. 3. Emisi Karbon Setiap tahapan produksi, pengemasan, hingga distribusi pakaian memerlukan energi yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. 4. Budaya Konsumtif Fast fashion mendorong kebiasaan membeli bukan karena kebutuhan, melainkan karena keinginan mengikuti tren. Mengapa Banyak Barang Layak Pakai Berakhir Menjadi Sampah? Beberapa penyebab yang umum terjadi antara lain: Lemari terlalu penuh. Sulit menemukan orang yang membutuhkan. Tidak mengetahui adanya layanan donasi barang. Tidak memiliki waktu untuk menyalurkan barang. Menganggap barang bekas sudah tidak bernilai. Padahal, pakaian, sepatu, tas, buku, perlengkapan bayi, hingga peralatan rumah tangga yang masih layak dapat menjadi kebutuhan penting bagi keluarga prasejahtera. Sedekah Barang sebagai Solusi BerkelanjutanSalah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah sedekah barang. Melalui sedekah barang, pakaian dan barang yang sudah tidak digunakan dapat memperoleh “kehidupan kedua” dengan dimanfaatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga membantu mengurangi pemborosan dan memperpanjang masa pakai suatu barang. Prinsip ini sejalan dengan konsep sustainable fashion, reuse, dan ekonomi sirkular, yaitu memaksimalkan penggunaan barang agar tidak cepat menjadi limbah. Pandangan Islam tentang Menjaga Lingkungan dan Bersedekah Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada sesama sekaligus menjaga amanah Allah berupa bumi dan segala isinya. Allah SWT berfirman: “…dan berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi…” (QS. Al-Qashash: 77) Ayat ini mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak hanya dianjurkan berbuat baik kepada manusia, tetapi juga tidak membuat kerusakan di bumi. Allah SWT juga berfirman: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92) Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melepaskan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan satu kesulitannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim) Sedekah barang yang masih layak pakai dapat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Manfaat Sedekah Barang Bagi Penerima Membantu memenuhi kebutuhan pakaian dan perlengkapan sehari-hari. Bagi Donatur Menjadi amal kebaikan dan mengurangi penumpukan barang di rumah. Bagi Lingkungan Mengurangi limbah tekstil dan memperpanjang usia pakai barang. Bagi Masyarakat Menumbuhkan budaya saling berbagi dan kepedulian sosial. Barang Apa Saja yang Dapat Disedekahkan? Beberapa contoh barang yang dapat didonasikan apabila masih dalam kondisi layak pakai antara lain: Pakaian dewasaPakaian anakMukenaSarungAl-Qur’anBukuTas sekolahSepatuSelimutPerlengkapan bayiMainan edukatifPeralatan rumah tanggaPeralatan ibadahAlat elektronikDll Pastikan barang yang disedekahkan dalam kondisi bersih, layak digunakan, dan masih berfungsi dengan baik. Tips Memilih Barang Layak Sedekah Sebelum mendonasikan barang, lakukan beberapa langkah berikut: Cuci pakaian terlebih dahulu. Pastikan tidak robek atau rusak berat. Pisahkan berdasarkan jenis barang. Kemas dengan rapi. Sertakan informasi jika terdapat barang elektronik yang masih berfungsi. Dengan demikian, proses penyaluran menjadi lebih mudah dan penerima manfaat dapat langsung menggunakannya. Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan merupakan layanan sosial yang mengajak masyarakat untuk menyalurkan barang layak pakai kepada mereka yang membutuhkan. Barang yang terkumpul akan melalui proses seleksi, pengelompokan, dan penyaluran sesuai kebutuhan penerima manfaat melalui program-program sosial yayasan. Program ini menjadi jembatan antara masyarakat yang ingin berbagi dengan mereka yang membutuhkan bantuan secara lebih mudah, aman, dan terorganisasi. Bagaimana Proses Penjemputan dan Penyaluran Barang? Secara umum, prosesnya meliputi: Donatur menghubungi nomor admin sedekah barang 08128070040. Menentukan jadwal penjemputan sedekah barang (sesuai area layanan/sesuai jadwal yang disepakati oleh admin penjemputan). Barang diterima dan diperiksa kelayakannya. Barang dipilah berdasarkan kategori. Barang disalurkan kepada penerima manfaat melalui program sosial yayasan. FAQ 1. Apa itu sedekah barang? Sedekah barang adalah memberikan barang yang masih layak pakai kepada orang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan ibadah. 2. Apakah pakaian bekas boleh disedekahkan? Boleh, selama masih bersih, layak, dan bermanfaat. 3. Barang apa saja yang diterima? Pakaian, buku, perlengkapan ibadah, tas, sepatu, perlengkapan bayi, dan barang layak pakai lainnya sesuai ketentuan program. 4. Apakah ada layanan penjemputan? Ya, layanan penjemputan tersedia pada wilayah tertentu sesuai kebijakan Yayasan Indonesia Uluran Tangan. 5. Apakah sedekah barang bernilai

Pakaian yang Menghangatkan Hati: Sedekah Barangku Hadir Membersamai Perjuangan Keluarga Bapak Akil

Pakaian yang Menghangatkan Hati: Sedekah Barangku Hadir Membersamai Perjuangan Keluarga Bapak Akil BEKASI, (Ulurtangan.com) – Tidak semua orang membutuhkan sesuatu yang mewah. Terkadang, pakaian yang masih layak pakai dapat menjadi penyemangat bagi sebuah keluarga untuk menjalani hari dengan lebih percaya diri dan penuh harapan. Alhamdulillah, melalui Program Sedekah Barangku, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali dipertemukan dengan sebuah keluarga yang mengajarkan makna ketulusan dan perjuangan. Di balik kesederhanaan hidup, kami melihat kasih sayang yang begitu besar dari sepasang suami istri yang memilih merawat anak-anak yatim di tengah keterbatasan ekonomi mereka. Semoga setiap langkah kecil dalam berbagi ini menjadi wasilah hadirnya keberkahan bagi para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang turut menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan. Pada 16 Juli 2026, tim relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan melaksanakan rangkaian kegiatan Program Sedekah Barangku di wilayah Bekasi. Perjalanan dimulai dari gudang Sedekah Barangku. Bersama tiga orang relawan, kami terlebih dahulu menyortir pakaian-pakaian yang telah diamanahkan oleh para donatur. Setiap pakaian diperiksa dengan teliti agar benar-benar layak pakai, bersih, dan sesuai dengan kebutuhan calon penerima manfaat. Setelah proses penyortiran selesai, kami melakukan survei langsung ke kediaman Bapak Akil. Dari hasil kunjungan tersebut, kami mendapati bahwa beliau memang termasuk keluarga yang layak menerima bantuan. Bapak Akil yang kini berusia 59 tahun sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir. Ketika ada kesempatan, beliau juga mencoba mencari tambahan penghasilan dengan menjadi ojek pada malam hari. Namun penghasilannya sangat tidak menentu. Bahkan tidak jarang beliau pulang tanpa membawa penghasilan karena sepeda motor yang digunakan sudah tidak layak dan tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan. Di rumah sederhana yang dikontrak dengan biaya sekitar Rp500.000 per bulan, Bapak Akil bersama istrinya, Ibu Wahyuningsih (56 tahun), merawat dua anak yatim berusia 7 tahun dan 5 tahun yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Selain itu, mereka juga tinggal bersama seorang keponakan berusia 20 tahun. Di tengah keterbatasan tersebut, mereka masih harus mempersiapkan kebutuhan pendidikan kedua anak yang akan memasuki jenjang SD dan TK. Melihat kondisi tersebut, insyaAllah amanah dari para donatur dapat disalurkan dengan tepat sasaran. Tim kemudian menyerahkan 1 karung pakaian layak pakai yang berisi pakaian dewasa dan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan lima orang penerima manfaat. Suasana haru begitu terasa saat bantuan diterima. Dengan mata yang berkaca-kaca, Bapak Akil menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh pihak yang telah peduli. “Terima kasih donatur dan Yayasan Indonesia Uluran Tangan yang telah membantu saya. Saya ucapkan banyak terima kasih. Semoga semuanya dipanjangkan umur, diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin.”Bapak Akil Di sela perbincangan, Ibu Wahyuningsih juga mengungkapkan harapan sederhana yang begitu menyentuh hati. Sebagai seorang ibu, keinginan terbesarnya bukanlah kemewahan, melainkan melihat anak-anak yang diasuhnya dapat terus mengenyam pendidikan. “Harapan saya anak-anak saya bisa sekolah semuanya, tapi saya buat beli seragam aja belum mampu.”Ibu Wahyuningsih Ucapan tersebut menjadi pengingat bagi kami bahwa masih banyak keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar. Bantuan pakaian yang disalurkan mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan kepedulian, kasih sayang, dan harapan baru yang tumbuh dari kebaikan para donatur. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahan darinya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim No. 2699) Hadits ini mengingatkan kita bahwa setiap bentuk kepedulian, termasuk berbagi pakaian yang masih layak pakai, merupakan amal yang sangat dicintai Allah SWT. Semoga setiap helai pakaian yang disedekahkan menjadi saksi kebaikan dan mengalirkan pahala yang terus berlipat. Melalui kegiatan ini, lima orang penerima manfaat memperoleh pakaian yang masih layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan sebagian beban ekonomi keluarga sehingga dana yang terbatas dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya, termasuk pendidikan anak-anak. Lebih dari sekadar menyalurkan pakaian, kegiatan ini mempererat ukhuwah antara para donatur, relawan, dan masyarakat yang membutuhkan. Kami belajar bahwa barang yang sudah tidak lagi digunakan oleh satu keluarga dapat menjadi nikmat yang sangat berarti bagi keluarga lainnya. Harapan terbesar kami, semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi pakaian, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan pokok lainnya. InsyaAllah, setiap sedekah yang diberikan akan menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi pemberi dan penerima. Kami juga mengajak seluruh sahabat kebaikan untuk turut mendoakan agar Allah SWT memudahkan rezeki Bapak Akil dan keluarga, melapangkan jalan pendidikan bagi anak-anak yang mereka rawat, serta mengangkat setiap kesulitan yang sedang dihadapi. Terima kasih kepada seluruh donatur Program Sedekah Barangku, para relawan, dan semua pihak yang telah mempercayakan amanah kebaikannya kepada Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda. Jika di rumah masih terdapat pakaian, perlengkapan sekolah, buku, atau barang lain yang masih layak pakai namun sudah tidak digunakan, jangan biarkan hanya tersimpan. Bisa jadi, barang tersebut adalah jawaban atas doa keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Mari terus hadirkan manfaat melalui Program Sedekah Barangku Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Bersama, kita dapat memperluas amal kebaikan, menguatkan ukhuwah, dan menghadirkan harapan bagi keluarga dhuafa serta anak-anak yatim yang membutuhkan. Semoga Allah SWT menerima setiap sedekah yang kita tunaikan, melapangkan rezeki para donatur, menjaga kesehatan dan umur yang penuh keberkahan, serta menjadikan setiap kebaikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah πŸ“‘ Saluran Whatsapp πŸ–₯️ Facebook πŸ“· Instagram πŸ’½ Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:β•°β”ˆβž€ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/4jsSUam5_xE?si=LXwGEUwmocKGWvxD

Mengapa Kita Sulit Melepaskan Barang: Pandangan Islam tentang Kepemilikan, Keterikatan, dan Sedekah Barang

Mengapa Kita Sulit Melepaskan Barang: Pandangan Islam tentang Kepemilikan, Keterikatan, dan Sedekah Barang Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada hamba-Nya. Bukan hanya berupa kesehatan, keluarga, dan rezeki, tetapi juga rumah, pakaian, buku, kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga berbagai barang yang memudahkan kehidupan kita sehari-hari. Semua itu adalah karunia sekaligus amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.Coba lihat sekeliling rumah kita. Mungkin ada lemari yang penuh dengan pakaian yang sudah bertahun-tahun tidak dipakai. Gudang yang dipenuhi kardus berisi barang lama. Rak buku yang mulai berdebu. Sebuah tongkat yang dulu digunakan anggota keluarga saat sakit. Kasur bangsal yang tersimpan setelah masa perawatan selesai. Atau laptop yang masih berfungsi, tetapi kini tergantikan oleh perangkat baru. Anehnya, meski barang-barang itu hampir tidak pernah digunakan lagi, kita sering merasa berat untuk melepaskannya. “Siapa tahu nanti dipakai lagi.” “Sayang kalau diberikan.” “Ini punya kenangan.” Pertanyaannya, mengapa kita begitu sulit melepaskan barang yang sebenarnya sudah lama tidak memberikan manfaat bagi diri kita? Ternyata jawabannya bukan semata-mata soal nilai barang tersebut, tetapi juga tentang cara kerja hati dan pikiran manusia. Islam pun telah memberikan panduan agar kita tidak terjebak dalam keterikatan terhadap dunia, melainkan menjadikan setiap nikmat sebagai jalan berbagi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengapa Manusia Sulit Melepaskan Barang? Psikologi modern menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan yang disebut Endowment Effect, yaitu kondisi ketika seseorang menganggap barang yang dimilikinya lebih berharga hanya karena barang tersebut adalah miliknya.Padahal, jika barang yang sama dimiliki orang lain, belum tentu kita memberikan nilai yang sama tinggi. Selain itu, banyak barang menyimpan cerita. Sebuah baju mengingatkan kita pada momen wisuda. Sebuah meja belajar menjadi saksi perjuangan menyelesaikan pendidikan. Buku-buku lama membawa kenangan masa sekolah. Hadiah dari orang tua atau sahabat terasa sulit dilepaskan karena menyimpan nilai emosional. Sesungguhnya yang berharga adalah kenangannya, bukan bendanya. Kenangan tetap hidup di dalam hati meskipun barangnya telah berpindah tangan. Alasan lainnya adalah rasa khawatir terhadap masa depan. “Bagaimana kalau suatu saat nanti saya membutuhkannya?” Kalimat ini sangat sering muncul. Namun kenyataannya, tidak sedikit barang yang tersimpan hingga lima bahkan sepuluh tahun tanpa pernah digunakan kembali. Di sisi lain, budaya konsumtif membuat kita terus membeli barang baru tanpa benar-benar memanfaatkan barang yang sudah dimiliki. Akibatnya, rumah menjadi semakin penuh, sementara manfaat banyak barang justru berhenti di sudut lemari dan gudang. Islam Mengajarkan Bahwa Kita Hanyalah Pemegang Amanah Islam mengajarkan sudut pandang yang sangat berbeda tentang kepemilikan. Segala sesuatu yang kita miliki pada hakikatnya adalah milik Allah SWT.Kita hanyalah penjaga sementara yang diberi amanah untuk mengelolanya dengan baik. Allah SWT berfirman: “…Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu sebagai penguasanya…” (QS. Al-Hadid: 7) Ayat ini mengingatkan bahwa kepemilikan manusia bukanlah kepemilikan mutlak. Rumah, kendaraan, pakaian, buku, bahkan seluruh barang yang ada di rumah hanyalah titipan yang suatu saat akan ditinggalkan. Karena itu, ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan terletak pada seberapa banyak barang yang berhasil dikumpulkan, tetapi seberapa besar manfaat yang berhasil diberikan melalui apa yang dimilikinya. Barang yang Disimpan Belum Tentu Memberikan Manfaat Bayangkan sebuah kursi roda yang tersimpan di gudang setelah anggota keluarga sembuh. Selama bertahun-tahun kursi roda itu hanya tertutup debu.Padahal, di tempat lain ada seseorang yang harus digendong setiap hari karena tidak memiliki alat bantu berjalan. Bayangkan sebuah kasur bangsal yang tidak lagi digunakan. Sementara ada lansia dhuafa yang harus beristirahat di lantai karena tidak memiliki tempat tidur yang layak. Atau sebuah rak penuh buku edukasi yang tak pernah lagi dibuka. Di sisi lain, ada anak yatim yang sangat ingin belajar tetapi memiliki keterbatasan akses terhadap buku bacaan. Begitu pula dengan Al-Qur’an yang hanya tersimpan di lemari, padahal dapat digunakan setiap hari oleh santri di TPQ. Laptop yang tidak lagi dipakai mungkin mampu membantu relawan menyusun laporan kegiatan sosial, mengelola data penerima manfaat, membuat artikel dakwah, hingga menyebarkan informasi kebaikan kepada ribuan orang. Selama barang hanya disimpan, manfaatnya berhenti. Namun ketika berpindah ke tangan orang yang membutuhkan, ia kembali hidup. Manfaat sebuah barang ibarat air yang mengalir. Selama terus mengalir, ia memberi kehidupan. Ketika tertahan terlalu lama, manfaatnya perlahan menghilang. Sedekah Barang Melatih Keikhlasan dan Membebaskan Hati Melepaskan barang yang masih layak pakai bukan hanya membantu orang lain. Ia juga mendidik hati pemiliknya. Sedekah barang mengajarkan kita untuk mengurangi keterikatan terhadap dunia, melatih keikhlasan, mengikis sifat kikir, menumbuhkan empati, dan memperkuat rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Rasulullah SAW bersabda: “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini mengajarkan bahwa memberi adalah kemuliaan. Nilai sedekah tidak hanya diukur dari mahal atau murahnya barang, tetapi dari ketulusan hati dan manfaat yang dirasakan oleh penerimanya. Bisa jadi sebuah tongkat yang kita anggap biasa justru menjadi penyemangat hidup seorang lansia. Sebuah meja belajar sederhana menjadi tempat lahirnya cita-cita seorang anak. Sebuah laptop bekas menjadi sarana menyebarkan dakwah dan pelayanan sosial yang menjangkau ribuan penerima manfaat. Mengubah Barang Menjadi Harapan Melalui Program Sedekah Barang Indonesia masih memiliki jutaan keluarga dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, pesantren, rumah tahfidz, dan korban bencana yang membutuhkan berbagai barang layak pakai. Disisi lain, tidak sedikit rumah yang menyimpan pakaian, buku, Al-Qur’an, perlengkapan sekolah, kursi roda, tongkat, kasur bangsal, alat kesehatan, perlengkapan bayi, laptop, elektronik, hingga peralatan rumah tangga yang sudah lama tidak digunakan. Melalui Program Sedekah Barang Yayasan Indonesia Uluran Tangan, barang-barang tersebut dapat memperoleh kehidupan baru. Setelah melalui proses seleksi, barang akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaatnya kembali mengalir.Sedekah barang bukan sekadar memindahkan barang dari rumah kita ke rumah orang lain. Sedekah barang memindahkan harapan. Memindahkan kebahagiaan. Memindahkan keberkahan. Dan yang terpenting, memindahkan pahala yang terus mengalir kepada orang yang ikhlas berbagi. Penutup Sulit melepaskan barang adalah hal yang manusiawi. Namun sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak menjadikan keterikatan terhadap dunia menghalangi kita dalam berbuat baik. Mungkin hari ini di rumah kita masih ada barang yang sudah lama tidak digunakan. Pakaian yang masih layak, buku yang penuh ilmu, kursi roda, tongkat, kasur bangsal, laptop, atau berbagai perlengkapan lainnya. Barang-barang itu mungkin tidak lagi berarti bagi kita., namun bisa menjadi jawaban atas doa seseorang. Mari luangkan waktu

Dari Donatur untuk Pejuang Nafkah, Menebar Manfaat di Hari Penuh Berkah

Dari Donatur untuk Pejuang Nafkah, Menebar Manfaat di Hari Penuh Berkah BEKASI, (Ulurtangan.com) – Di balik ramainya aktivitas kota, ada banyak saudara kita yang tetap berjuang mencari rezeki halal sejak pagi hingga sore. Mereka menyusuri jalanan dengan penuh kesabaran, berharap setiap usaha yang dilakukan dapat mencukupi kebutuhan keluarga di rumah. Alhamdulillah, pada Jumat, 17 Juli 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali melaksanakan program Jumat Berkah dengan menyalurkan makanan dan minuman kepada para pejuang nafkah serta masyarakat yang membutuhkan di wilayah Bekasi. Melalui amanah dari para sahabat kebaikan, program ini menjadi ikhtiar sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan, menguatkan semangat, dan menunjukkan bahwa masih banyak hati yang peduli kepada mereka yang setiap hari bekerja keras di jalanan. Kegiatan diawali dengan dua relawan yang melakukan persiapan sejak pagi. Kami terlebih dahulu membeli makanan yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat. Setelah seluruh makanan siap, perjalanan dilanjutkan dengan membeli minuman agar setiap paket yang diberikan dapat dinikmati sebagai bekal makan siang. Sesampainya di lokasi persiapan, seluruh makanan dan minuman disusun serta dirapikan dengan penuh kehati-hatian. Bagi kami, setiap paket bukan sekadar makanan, melainkan amanah dari para donatur yang harus disampaikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Setelah semua siap, kami mulai berkeliling menyusuri berbagai ruas jalan di Kota Bekasi. Dalam perjalanan tersebut, kami mencari saudara-saudara kita yang masih berjuang mencari nafkah, seperti tukang becak, penjual roti keliling, pemulung, serta masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah, satu per satu paket makanan dan minuman berhasil kami salurkan secara langsung. Kami menyapa mereka, berbincang sejenak, lalu menyerahkan bantuan dengan harapan dapat menjadi penyemangat di tengah aktivitas mereka. Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika kami bertemu seorang tukang becak yang sedang beristirahat di bawah rindangnya pohon setelah mengayuh becaknya sejak pagi. Dengan wajah penuh syukur, beliau menerima paket makanan sambil tersenyum dan berkata, “Alhamdulillah buat makan siang, terima kasih donatur, sehat selalu.” Kalimat sederhana itu begitu membekas di hati kami. Bukan karena panjangnya ucapan, tetapi karena tersimpan rasa syukur yang begitu tulus. Kami kembali menyadari bahwa perhatian kecil yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi penyemangat bagi seseorang yang sedang berjuang mencari nafkah. Di setiap perjalanan Jumat Berkah, kami selalu menemukan pelajaran tentang kesabaran, kerja keras, dan keteguhan hati. Mereka yang kami temui tidak pernah menyerah dengan keadaan. Meski hidup penuh keterbatasan, mereka tetap berusaha mencari rezeki yang halal dengan penuh kejujuran. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melapangkan rezeki mereka. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261) Rasulullah SAW juga bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas tidak akan mengurangi rezeki, bahkan Allah SWT akan melipatgandakan keberkahan bagi orang-orang yang gemar berbagi.Alhamdulillah, program Jumat Berkah kembali menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan berupa makanan dan minuman memang sederhana, namun di balik kesederhanaan itu tersimpan perhatian, kasih sayang, dan semangat untuk saling menguatkan. Kami berharap program ini dapat terus menjangkau lebih banyak pejuang nafkah di berbagai sudut kota, sehingga semakin banyak saudara kita yang merasakan manfaat dari kepedulian para donatur. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi sebab hadirnya keberkahan bagi para penerima manfaat, relawan, dan seluruh sahabat kebaikan yang telah mendukung program ini. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap makanan yang dibagikan, setiap doa yang terucap, dan setiap senyum yang terukir di wajah para penerima manfaat adalah buah dari kepedulian yang telah Sahabat titipkan. Mari terus bersama menebar manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang mencari nafkah. InsyaAllah, setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi jalan menuju keberkahan hidup di dunia maupun akhirat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan kita, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, serta mempertemukan kita dengan kebahagiaan di dunia dan surga-Nya kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah πŸ“‘ Saluran Whatsapp πŸ–₯️ Facebook πŸ“· Instagram πŸ’½ Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:β•°β”ˆβž€ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/GrdLXZL6aEA?si=66rQ_f6l7R0SBCgG

Fasilitas Ambulans dan Pendampingan Pemulasaran untuk Keluarga Dhuafa yang Berduka

Fasilitas Ambulans dan Pendampingan Pemulasaran untuk Keluarga Dhuafa yang Berduka BEKASI, (Ulurtangan.com) – Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT. Kepergian seseorang bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Di tengah suasana kehilangan, kehadiran orang-orang yang membantu dengan tulus menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena itulah, pelayanan pemulasaran jenazah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang memiliki nilai ibadah dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Alhamdulillah, pada 12 Juli 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali mendapatkan amanah untuk mendampingi proses pemulasaran jenazah Almarhum H. Suhaimi di wilayah Bekasi. Melalui layanan ini, relawan turut membantu keluarga mulai dari proses awal hingga pemakaman, termasuk menyediakan fasilitas ambulans untuk mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Setelah menerima informasi dari pihak keluarga, tim relawan segera bersiap menuju lokasi untuk memberikan pendampingan. Dalam kondisi duka, keluarga tentu membutuhkan bukan hanya bantuan tenaga, tetapi juga kehadiran orang-orang yang dapat membantu proses pemulasaran dengan tenang, sesuai syariat Islam, dan penuh penghormatan. Relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan turut mendampingi setiap tahapan pemulasaran jenazah, mulai dari proses awal hingga seluruh rangkaian pengurusan selesai dilaksanakan. Selain membantu proses pemulasaran, Yayasan Indonesia Uluran Tangan juga menyediakan fasilitas ambulans yang digunakan untuk mengantarkan jenazah menuju lokasi pemakaman. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga, khususnya keluarga dhuafa yang sedang menghadapi masa-masa sulit. Suasana haru begitu terasa sepanjang proses berlangsung. Di tengah isak tangis keluarga, relawan berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan penuh rasa hormat dan menjaga amanah yang telah dipercayakan. Bagi kami, setiap proses pemulasaran bukan sekadar pelayanan sosial, tetapi juga pengingat bahwa suatu saat nanti setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, setiap amanah dijalankan dengan penuh kehati-hatian, keikhlasan, dan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Melalui pelayanan ini, kami berharap keluarga dapat lebih fokus mendoakan almarhum tanpa harus terbebani oleh berbagai proses teknis yang harus diselesaikan. Allah SWT berfirman: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut: 57) Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang mengiringi jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala hingga dishalatkan dan dimakamkan, maka ia pulang dengan membawa dua qirath pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ayat dan hadits tersebut mengingatkan bahwa mengurus dan mengantarkan jenazah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang memiliki pahala besar serta menjadi bagian dari hak seorang muslim atas muslim lainnya. Alhamdulillah, seluruh rangkaian pendampingan pemulasaran jenazah Almarhum H. Suhaimi dapat berjalan dengan lancar. Bantuan berupa fasilitas ambulans serta pendampingan relawan diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka dan memastikan proses pemulasaran berlangsung sesuai syariat Islam. Kami berharap layanan ini dapat terus menjadi manfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga dhuafa yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi musibah kehilangan orang tercinta. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Almarhum H. Suhaimi, melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik disisi-Nya. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang telah mendukung berbagai layanan kemanusiaan Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Melalui kepedulian yang Sahabat titipkan, kami dapat terus menghadirkan pelayanan pemulasaran jenazah dan ambulans bagi keluarga yang membutuhkan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi pemberat timbangan amal di hadapan Allah SWT. Mari terus bersama menebar manfaat dan saling menguatkan dalam setiap fase kehidupan, termasuk ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi musibah kehilangan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, dan kemudahan kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah πŸ“‘ Saluran Whatsapp πŸ–₯️ Facebook πŸ“· Instagram πŸ’½ Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:β•°β”ˆβž€ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)

Bantuan Tahap Ketiga untuk Ustadz Abdul Latif, Menjaga Harapan Seorang Guru Ngaji di Tengah Perjuangan Melawan Penyakit Keras

Bantuan Tahap Ketiga untuk Ustadz Abdul Latif, Menjaga Harapan Seorang Guru Ngaji di Tengah Perjuangan Melawan Penyakit Keras BANDUNG, (Ulurtangan.com) – Di balik setiap ilmu Al-Qur’an yang diajarkan, ada pengorbanan seorang guru yang mengabdikan hidupnya untuk membimbing umat. Ketika sosok yang selama ini menguatkan orang lain justru diuji dengan penyakit yang berat, sudah sepatutnya kita hadir membersamai perjuangannya dengan doa dan kepedulian. Alhamdulillah, pada 12 Juli 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali menyalurkan bantuan pengobatan tahap ketiga kepada Ustadz Abdul Latif, seorang guru ngaji sekaligus pengajar di sekolah swasta yang saat ini masih berjuang melawan tumor ganas di lengan kirinya. Berkat amanah dari para sahabat kebaikan, bantuan tunai sebesar Rp500.000 kembali disalurkan sebagai bentuk dukungan agar beliau tetap memiliki semangat menjalani proses pengobatan dan pemulihan. Perjuangan Ustadz Abdul Latif belum berakhir. Setelah sebelumnya menjalani perawatan di Tasikmalaya, kini beliau harus dirujuk ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Karena lokasi rumah beliau berada di Tasikmalaya, selama menjalani pengobatan beliau sementara tinggal di sebuah rumah singgah di Kota Bandung agar lebih mudah menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara berkala. Kondisi tersebut tentu menjadi ujian yang tidak ringan. Selain harus berjuang melawan rasa sakit akibat tumor yang terus berkembang, beliau juga harus menjalani kehidupan jauh dari rumah demi mendapatkan penanganan terbaik. Dahulu, Ustadz Abdul Latif dikenal sebagai sosok yang aktif mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan masyarakat sekitar. Beliau juga mengabdikan diri sebagai pengajar di sekolah swasta serta menjadi tempat masyarakat bertanya mengenai ilmu agama. Namun sejak penyakitnya semakin memburuk, seluruh aktivitas dakwah dan mengajar terpaksa berhenti. Hari-harinya kini lebih banyak dihabiskan untuk menjalani pengobatan sambil menahan rasa nyeri yang sering datang, terutama saat malam hari. Sebelumnya, Yayasan Indonesia Uluran Tangan telah menyalurkan bantuan tahap pertama sebesar Rp300.000, kemudian bantuan tahap kedua sebesar Rp500.000. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kembali disalurkan bantuan tahap ketiga sebesar Rp500.000 sebagai bentuk keberlanjutan dukungan dari para donatur. Meski nominal tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pengobatan yang harus dijalani, kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan biaya hidup selama berada di Bandung serta kebutuhan pengobatan yang masih terus berlangsung. Saat menjenguk beliau di rumah singgah, kami melihat semangat yang tetap terjaga meski tubuhnya semakin lemah. Di tengah ujian yang berat, beliau tetap menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan doa dari banyak orang. Bagi kami paraΒ  relawan, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang guru ngaji tidak berhenti ketika beliau tidak lagi mampu mengajar. Justru pada saat seperti inilah, kita memiliki kesempatan untuk membalas jasa orang-orang yang selama ini mengajarkan Al-Qur’an kepada umat. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6) Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ayat dan hadits tersebut mengajarkan bahwa setiap ujian akan selalu disertai pertolongan Allah SWT, dan salah satu jalan hadirnya pertolongan itu adalah melalui kepedulian dari sesama. Alhamdulillah, bantuan tahap ketiga sebesar Rp500.000 telah tersampaikan kepada Ustadz Abdul Latif. Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan melalui para sahabat kebaikan mencapai Rp1.300.000, terdiri dari bantuan tahap pertama sebesar Rp300.000, tahap kedua Rp500.000, dan tahap ketiga Rp500.000. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Bandung serta menjadi penyemangat bagi beliau untuk terus berikhtiar dan bersabar menghadapi ujian yang sedang Allah SWT berikan. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit beliau, memberikan kesembuhan terbaik, dan mengembalikan beliau agar dapat kembali mengajar serta menyebarkan ilmu Al-Qur’an kepada masyarakat. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang terus membersamai perjuangan Ustadz Abdul Latif melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap rupiah yang disedekahkan, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap bentuk kepedulian yang diberikan telah menjadi penguat bagi seorang guru ngaji yang sedang berjuang melawan penyakit. Mari terus hadir untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama para guru ngaji, lansia dhuafa, dan pejuang kesembuhan yang sedang diuji oleh Allah SWT. Semoga setiap amal yang kita titipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menghadirkan keberkahan di dunia, dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah πŸ“‘ Saluran Whatsapp πŸ–₯️ Facebook πŸ“· Instagram πŸ’½ Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:β•°β”ˆβž€ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/Xdms6MNTPSE?si=ccJ–EIrEmapgZhc

Dukungan untuk Ustadz Abdul Latif, Bantuan Tahap Kedua Hadir Menguatkan Perjuangan Seorang Guru Ngaji Melawan Penyakit

Dukungan untuk Ustadz Abdul Latif, Bantuan Tahap Kedua Hadir Menguatkan Perjuangan Seorang Guru Ngaji Melawan Penyakit Tasikmalaya, (Ulurtangan.com) – Di balik setiap ayat Al-Qur’an yang diajarkan, ada perjuangan seorang guru yang dengan ikhlas mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan umat. Namun, tidak semua pejuang dakwah menjalani hari-hari yang mudah. Sebagian dari mereka harus menghadapi ujian berat yang menguras tenaga, harta, bahkan kesehatan. Alhamdulillah, pada 20 Mei 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali menyalurkan bantuan tahap kedua kepada Ustadz Abdul Latif, seorang guru ngaji dan pengajar di sekolah swasta yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit tumor pada lengan kirinya. Sebelumnya, melalui kunjungan pertama, amanah para donatur telah disalurkan berupa bantuan awal sebesar Rp300.000 untuk membantu kebutuhan mendesak beliau. Pada kesempatan kali ini, berkat kepedulian para sahabat kebaikan, kembali disalurkan bantuan tahap kedua sebesar Rp500.000 sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat terus menjalani pengobatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjalanan menuju kediaman Ustadz Abdul Latif kembali mengingatkan kami bahwa di luar sana masih banyak pejuang agama yang membutuhkan uluran tangan. Dahulu, Ustadz Abdul Latif dikenal sebagai sosok yang aktif mengajar Al-Qur’an di lingkungan masyarakat. Beliau juga mengabdikan diri sebagai guru di sebuah sekolah swasta dan menjadi tempat masyarakat belajar agama serta meminta nasihat. Kehadirannya selalu dinantikan oleh para santri dan warga sekitar. Namun ujian Allah datang menghampiri. Tumor yang tumbuh pada lengan kirinya semakin membesar hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi kesehatannya terus menurun, membuat beliau tidak lagi mampu berdiri lama, apalagi mengajar sebagaimana dahulu. Kini sebagian besar waktunya dihabiskan di atas tempat tidur. Ketika malam tiba, rasa nyeri yang datang semakin hebat sehingga membuat beliau sulit beristirahat. Meski demikian, beliau tetap berusaha bersabar dan terus berharap kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan. Pada kunjungan sebelumnya, kami telah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp300.000. Alhamdulillah, pada penyaluran kali ini kami kembali membawa amanah para donatur berupa bantuan tunai tahap kedua sebesar Rp500.000. Meski nilainya tidak seberapa dibandingkan kebutuhan pengobatan yang harus dijalani, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarganya. Saat menyerahkan bantuan, kami melihat senyum haru yang terpancar dari wajah Ustadz Abdul Latif dan keluarganya. Di tengah ujian yang begitu berat, perhatian dari para donatur menjadi penguat bahwa masih banyak saudara seiman yang peduli terhadap perjuangan beliau. Bagi kami para relawan, kunjungan ini bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa orang-orang yang selama ini mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat juga membutuhkan perhatian dan dukungan ketika sedang diuji oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya akan menyempurnakan pahala orang-orang yang sabar tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10) Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ayat dan hadits tersebut mengajarkan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian dan kepedulian terhadap sesama merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Alhamdulillah, bantuan tahap kedua sebesar Rp500.000 telah diterima oleh Ustadz Abdul Latif sebagai lanjutan dari bantuan awal sebesar Rp300.000 yang sebelumnya telah disalurkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pengobatan dan kebutuhan sehari-hari beliau selama menjalani masa pemulihan. Lebih dari itu, kami berharap kepedulian dari para donatur dapat menjadi penguat semangat bagi Ustadz Abdul Latif agar tetap tabah menghadapi ujian yang sedang Allah SWT berikan. InsyaAllah, doa dan dukungan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan ikhtiar beliau menuju kesembuhan.Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pengobatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi seorang guru ngaji yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada umat. Mari terus bersama menghadirkan manfaat bagi para guru ngaji, lansia dhuafa, serta saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan sakit. Semoga setiap sedekah yang kita titipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, mendatangkan keberkahan rezeki, kesehatan, dan menjadi pemberat timbangan amal di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit Ustadz Abdul Latif, memberikan kesembuhan terbaik, serta membalas seluruh kebaikan para donatur dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah πŸ“‘ Saluran Whatsapp πŸ–₯️ Facebook πŸ“· Instagram πŸ’½ Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:β•°β”ˆβž€ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70