Menjemput Keberkahan Jumat dengan Berbagi kepada Masyarakat yang Membutuhkan

Menjemput Keberkahan Jumat dengan Berbagi kepada Masyarakat yang Membutuhkan BEKASI, (Ulurtangan.com) – Di setiap sudut jalan, ada banyak saudara kita yang memulai hari sejak pagi demi mencari rezeki halal. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, berharap penghasilan yang dibawa pulang dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah perjuangan itu, perhatian sederhana seringkali menjadi penyemangat untuk terus melangkah. Alhamdulillah, pada Jumat, 3 Juli 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali melaksanakan program Jumat Berkah dengan menyalurkan makanan dan minuman kepada para pejuang nafkah di wilayah Bekasi. Melalui amanah dari para sahabat kebaikan, program ini menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana sekaligus mempererat ukhuwah dengan masyarakat yang setiap hari bekerja keras di jalanan. Kegiatan diawali dengan dua relawan yang mempersiapkan seluruh kebutuhan penyaluran. Perjalanan pertama dilakukan untuk membeli makanan yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat. Setelah seluruh makanan siap, relawan melanjutkan perjalanan untuk membeli minuman sebagai pelengkap paket Jumat Berkah. Seluruh bantuan kemudian disusun dengan rapi sebelum tim mulai menyusuri beberapa ruas jalan di wilayah Bekasi. Dengan penuh harapan, kami mencari saudara-saudara yang masih berjuang mencari nafkah di bawah teriknya matahari. Alhamdulillah, dalam perjalanan kami bertemu dengan berbagai pejuang nafkah, mulai dari pengemudi ojek online yang sedang menunggu pesanan, tukang pengangkut sampah yang masih bekerja membersihkan lingkungan, pemulung yang mengumpulkan barang bekas, tukang becak, hingga masyarakat yang membutuhkan. Satu per satu paket makanan dan minuman kami serahkan secara langsung. Meski sederhana, setiap penyerahan selalu diiringi senyum hangat dan doa yang tulus dari para penerima manfaat. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami memberikan makanan kepada seorang pengemudi ojek online yang sedang beristirahat di tepi jalan setelah menyelesaikan beberapa pesanan. Dengan wajah penuh syukur beliau mengucapkan, Doa singkat tersebut menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas bukan hanya menghadirkan manfaat bagi penerima, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan di antara sesama. Di setiap kegiatan Jumat Berkah, kami selalu belajar bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang bekerja keras tanpa mengenal waktu. Mereka tetap tersenyum meski harus menghadapi berbagai tantangan hidup. Kehadiran program ini menjadi salah satu cara untuk menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri, karena masih banyak hati yang peduli dan ingin berbagi. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261) Rasulullah SAW juga bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang diberikan di jalan Allah tidak akan sia-sia, bahkan akan Allah balas dengan keberkahan yang lebih luas. Alhamdulillah, program Jumat Berkah kembali menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi para penerima manfaat yang masih berjuang mencari nafkah di jalanan. Makanan dan minuman yang dibagikan diharapkan dapat membantu mengurangi rasa lelah sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani aktivitas mereka. Bagi kami para relawan, setiap pertemuan dengan para pejuang nafkah menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, rasa syukur, dan pentingnya saling peduli terhadap sesama. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap makanan yang dibagikan, setiap doa yang terucap, dan setiap senyum yang hadir adalah buah dari kepedulian yang telah Anda titipkan. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dengan keberkahan rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan. Mari terus bersama menebar manfaat dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. InsyaAllah, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/CNnOQ31oeHg?si=8prr6LX3g1Q6zYgu

Penyaluran Kasur Bangsal untuk Pak Sudrajat, Menghadirkan Harapan Baru di Tengah Ujian Sakit

Penyaluran Kasur Bangsal untuk Pak Sudrajat, Menghadirkan Harapan Baru di Tengah Ujian Sakit BEKASI, (Ulurtangan.com) – Di balik setiap ujian yang Allah SWT berikan, selalu ada kesempatan bagi kita untuk menghadirkan kepedulian kepada sesama. Terkadang, bantuan yang terlihat sederhana mampu menjadi penyambung harapan bagi sebuah keluarga yang sedang berjuang menghadapi cobaan hidup. Alhamdulillah, pada 26 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali menyalurkan amanah dari para sahabat kebaikan melalui program Sedekah Barang berupa satu unit kasur bangsal kepada Bapak Sudrajat, seorang kepala keluarga yang mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dan memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Sebelum bantuan disalurkan, tim relawan terlebih dahulu melakukan survei langsung untuk memastikan kondisi penerima manfaat. Hal ini merupakan bagian dari ikhtiar agar setiap amanah yang dititipkan oleh para donatur dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan diawali dengan tiga relawan menuju Gudang Sedekah Barang untuk memastikan kondisi kasur bangsal yang akan disalurkan. Setelah dipastikan dalam keadaan layak pakai, kasur bangsal kemudian dibawa menuju kediaman Bapak Sudrajat yang berada di Jalan Pusdiklat PJKA, samping Masjid Al Ihwan, Penitipan Motor Abidah. Sesampainya di lokasi, kami kembali melihat secara langsung kondisi Bapak Sudrajat yang kini lebih banyak menjalani perawatan di rumah. Sejak mengalami kelumpuhan akibat terjatuh, aktivitas beliau sangat bergantung pada bantuan keluarga. Dalam kesehariannya, Bapak Sudrajat dirawat oleh sang istri dan anak bungsunya. Beliau memiliki lima orang anak, namun seluruhnya telah berkeluarga sehingga tidak lagi tinggal serumah. Sang istri yang berprofesi sebagai guru agama menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat suaminya dengan penuh kesabaran. Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga juga harus memenuhi berbagai kebutuhan pengobatan, mulai dari pembelian popok dewasa hingga biaya menyewa tenaga bantuan setiap kali Bapak Sudrajat harus menjalani pemeriksaan atau berobat ke rumah sakit. Saat sang istri mengajar dan anak bungsunya bersekolah, Bapak Sudrajat sering kali harus berada di rumah seorang diri. Setelah proses penyerahan selesai, kasur bangsal langsung dipasang agar dapat segera digunakan. Raut bahagia dan rasa syukur tampak dari wajah keluarga yang selama ini sangat membutuhkan fasilitas tersebut. Sang istri menyampaikan bahwa bantuan kasur bangsal ini akan sangat membantu proses perawatan suaminya. “Bangsal ini sangat bermanfaat supaya posisi tidurnya tidak selalu lurus. Jadi kalau minum obat atau makan tidak mudah tersedak, karena bapak kalau batuk juga terasa susah. Selama ini kami juga terkendala ekonomi karena masih menyekolahkan anak dan saya bekerja sendiri. Untuk biaya berobat yang harus ke sana kemari masih belum terjangkau dan masih menjadi pikiran kami.” Mendengar penuturan tersebut, kami semakin memahami bahwa sebuah kasur bangsal bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi menjadi kebutuhan penting yang dapat memberikan kenyamanan sekaligus memudahkan proses perawatan pasien di rumah. Di akhir kunjungan, beliau juga menyampaikan rasa syukur dan doa kepada seluruh donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. “Alhamdulillah, kami sangat merespon baik. Mudah-mudahan Ulur Tangan terus berkembang dan terus memberikan pelayanan yang terbaik serta manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. Terima kasih banyak kepada para donatur yang telah memberikan kasur ini karena benar-benar sangat dibutuhkan oleh bapak. Semoga Allah melipatgandakan pahalanya, memberikan rezeki yang lebih luas, kesehatan, dan keberkahan kepada seluruh donatur.” Bagi kami para relawan, doa yang tulus tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bantuan yang disalurkan bukan hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kehidupan. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kepedulian kepada sesama merupakan amal yang dicintai Allah SWT dan menjadi jalan datangnya pertolongan-Nya. Alhamdulillah, bantuan satu unit kasur bangsal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi Bapak Sudrajat selama menjalani proses pemulihan di rumah. Selain membantu posisi tubuh agar lebih nyaman saat makan, minum obat, maupun beristirahat, bantuan ini juga meringankan beban sang istri dalam merawat beliau setiap hari. Meski demikian, keluarga masih membutuhkan dukungan untuk biaya pengobatan, kebutuhan popok dewasa, serta biaya transportasi dan pendampingan ketika menjalani kontrol kesehatan. Kami berharap semakin banyak sahabat kebaikan yang tergerak untuk membantu keluarga-keluarga dhuafa yang sedang menghadapi ujian serupa. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, relawan, dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi ujian kehidupan. Semoga setiap sedekah yang telah disalurkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, membawa keberkahan rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan. Mari terus bersama menghadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. InsyaAllah, setiap uluran tangan yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi pemberat timbangan amal di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita dan memudahkan langkah untuk terus berbagi. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/bpCxw5-LC-4?si=FzMVYKYe8QstFX-8

Bi’r Rumah : Sumur Wakaf yang Menjadi Jalan Menuju Surga dan Mengalirkan Pahala Hingga Hari Ini

Bi’r Rumah : Sumur Wakaf yang Menjadi Jalan Menuju Surga dan Mengalirkan Pahala Hingga Hari Ini Pendahuluan Segala puji bagi Allah SWT, Dzat Yang Maha Pengasih, yang telah menciptakan air sebagai sumber kehidupan bagi seluruh makhluk-Nya. Dari setetes air, tumbuh kehidupan. Dengan air, manusia, hewan, dan tumbuhan dapat bertahan dan berkembang. Nikmat yang sering dianggap sederhana ini sesungguhnya merupakan salah satu karunia terbesar dari Allah SWT bagi umat manusia. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga mengajarkan kepedulian sosial serta solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Sejak masa Rasulullah SAW, umat Islam telah dididik untuk berbagi, membantu sesama, dan menggunakan harta yang dimiliki untuk kemaslahatan banyak orang melalui sedekah dan wakaf. Di antara kisah wakaf paling mengagumkan dalam sejarah Islam adalah kisah Bi’r Rumah (Sumur Rumah), sebuah sumur yang menjadi simbol keikhlasan, kepedulian, dan investasi akhirat yang manfaatnya terus dirasakan hingga berabad-abad setelah pewakafnya wafat. Kisah ini bukan sekadar tentang sebuah sumur. Ia adalah kisah tentang hati yang peduli, tentang harta yang digunakan untuk menolong sesama, dan tentang amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga hari ini. Madinah dan Krisis Air Bersih Pada masa awal hijrah Rasulullah SAW ke Madinah, kaum Muslimin menghadapi berbagai tantangan. Selain membangun kehidupan baru, mereka juga harus menghadapi keterbatasan sumber daya, termasuk kebutuhan akan air bersih. Sebagian besar sumur di Madinah memiliki kualitas air yang kurang baik. Ada yang asin, ada yang keruh, dan ada pula yang tidak layak untuk diminum dalam jumlah besar. Di tengah kondisi tersebut, terdapat sebuah sumur yang terkenal karena kejernihan dan kesegaran airnya, yaitu Bi’r Rumah Sumur ini dimiliki oleh seorang pedagang yang menjual air kepada masyarakat. Karena kualitas airnya yang sangat baik, harga air dari sumur tersebut cukup mahal. Akibatnya, banyak kaum Muslimin, terutama yang miskin, kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bayangkan sebuah keluarga yang harus menghemat setiap tetes air untuk minum, memasak, dan kebutuhan lainnya. Di tengah teriknya cuaca Madinah, air bukan hanya kebutuhan, tetapi juga harapan. Seruan Rasulullah SAW dan Keikhlasan Utsman bin Affan Melihat kesulitan yang dialami kaum Muslimin, Rasulullah SAW sangat prihatin. Beliau kemudian bersabda: “Siapakah yang mau membeli Sumur Rumah lalu menjadikannya untuk kaum Muslimin, maka baginya surga.” Seruan mulia itu langsung menyentuh hati seorang sahabat yang terkenal dengan kedermawanannya, yaitu Utsman bin Affan RA Tanpa ragu, beliau mendatangi pemilik sumur dan berusaha membelinya. Namun pemilik sumur saat itu tidak bersedia menjual seluruh kepemilikannya. Ia hanya bersedia menjual setengah hak penggunaan sumur. Utsman pun menyetujui dan membeli setengah hak tersebut dengan harga yang sangat besar. Pada hari yang menjadi hak Utsman, beliau membebaskan seluruh masyarakat mengambil air secara gratis. Tidak ada pungutan. Tidak ada syarat. Semua orang boleh mengambil air sebanyak yang mereka perlukan. Keputusan itu membuat masyarakat sangat bersyukur. Mereka dapat memperoleh air bersih tanpa harus mengeluarkan biaya. Sumur Menjadi Milik Umat Karena masyarakat mengambil air dalam jumlah banyak pada hari gratis, pemilik sumur lama mulai kehilangan pelanggan. Akhirnya ia bersedia menjual seluruh sumur kepada Utsman bin Affan RA. Setelah berhasil membeli seluruh sumur tersebut, Utsman tidak menjadikannya sebagai sumber keuntungan pribadi. Beliau tidak menjadikannya ladang bisnis yang menghasilkan kekayaan. Sebaliknya, beliau langsung mewakafkan Sumur Rumah untuk kepentingan umat Islam. Sejak saat itu, siapa pun dapat memanfaatkan air dari sumur tersebut tanpa harus membayar. Utsman memahami bahwa harta terbaik bukanlah yang disimpan untuk diri sendiri, melainkan yang digunakan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. Beliau tidak mencari keuntungan dunia, tetapi mencari ridha Allah SWT dan pahala akhirat yang kekal. Wakaf yang Terus Hidup Hingga Berabad-Abad Keistimewaan Bi’r Rumah tidak berhenti pada masa Rasulullah SAW. Selama berabad-abad, sumur tersebut terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Di sekitar kawasan sumur tumbuh kebun-kebun kurma yang hasilnya digunakan untuk kepentingan umat. Aset wakaf itu terus berkembang dan menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan sistem wakaf dalam Islam. Bahkan hingga lebih dari 1.400 tahun setelah Utsman bin Affan wafat, manfaat wakaf tersebut masih dapat dirasakan. Kisah ini menjadi gambaran nyata dari sabda Rasulullah SAW: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Bi’r Rumah adalah salah satu contoh paling indah dari sedekah jariyah yang terus mengalir tanpa henti. Hikmah dan Pelajaran Berharga Wakaf Adalah Investasi Akhirat Harta yang digunakan untuk membantu sesama tidak akan berkurang di sisi Allah. Justru itulah harta yang sesungguhnya akan menemani kita di akhirat. Kepedulian Sosial Adalah Bagian dari Keimanan Utsman tidak menunggu diminta berkali-kali. Ketika melihat masyarakat mengalami kesulitan, beliau segera bertindak. Kebaikan Kecil Bisa Berdampak Besar Satu sumur yang diwakafkan mampu membantu jutaan orang selama berabad-abad. Kebaikan yang tampak sederhana bisa menjadi manfaat yang sangat besar. Harta Terbaik Adalah yang Bermanfaat Nilai sebuah harta tidak diukur dari jumlahnya, tetapi dari manfaat yang dapat dirasakan oleh orang lain. Relevansi untuk Masa Kini Semangat Bi’r Rumah masih sangat relevan hingga sekarang. Di berbagai daerah, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, pendidikan, kesehatan, pangan, dan dukungan sosial lainnya. Karena itu, semangat berbagi dan wakaf perlu terus dihidupkan. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Indonesia Uluran Tangan berupaya melanjutkan semangat kepedulian yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Tidak semua orang mampu membeli sebuah sumur seperti Utsman bin Affan. Namun setiap orang dapat menjadi bagian dari perubahan melalui sedekah, wakaf, bantuan sosial, atau sekadar membantu sesama sesuai kemampuan yang dimiliki. Bi’r Rumah bukan sekadar sumur. Ia adalah simbol keikhlasan, kepedulian, dan amal jariyah yang tidak pernah berhenti mengalir. Melalui wakaf tersebut, Utsman bin Affan RA menunjukkan bahwa harta dapat menjadi jalan menuju surga ketika digunakan untuk membantu sesama dan mencari ridha Allah SWT. Mari kita teladani semangat para sahabat dalam berbagi, bersedekah, berwakaf, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar menebar manfaat, ringan tangan membantu sesama, dan mampu meninggalkan jejak kebaikan yang terus mengalir hingga akhirat kelak. “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261) Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. Tinggalkan komentar Batalkan balasan Sudah Login sebagai

Survey Sedekah Barang untuk Anak-Anak di Kampung Pemulung di Bogor, Menyiapkan Harapan Melalui Ruang Belajar yang Lebih Layak

Survey Sedekah Barang untuk Anak-Anak di Kampung Pemulung di Bogor, Menyiapkan Harapan Melalui Ruang Belajar yang Lebih Layak 18 Juni 2026 Kab. Bogor BOGOR, (Ulurtangan.com) – Tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dengan fasilitas belajar dan bermain yang memadai. Di beberapa sudut kehidupan, masih ada anak-anak yang harus tumbuh di tengah keterbatasan, bahkan sebagian diantaranya berasal dari keluarga pemulung yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, pada 10 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan melakukan kegiatan survei lapangan ke Komunitas Merangkul yang berada di kawasan Kampung Mongol, Bogor. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum menyalurkan bantuan melalui program Sedekah Barang. Survei ini bertujuan untuk melihat secara langsung kebutuhan anak-anak yang mengikuti kelas pemberdayaan yang dibangun oleh Komunitas Merangkul, sekaligus memastikan bantuan yang nantinya diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam kegiatan survei ini, kami tim relawan mengunjungi lokasi belajar yang saat ini digunakan oleh Komunitas Merangkul untuk mendampingi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang berasal dari lingkungan pemulung. Setibanya di lokasi, kami melihat semangat belajar yang begitu besar dari anak-anak meskipun fasilitas yang tersedia masih sangat sederhana. Berdasarkan informasi yang disampaikan pengelola komunitas, saat ini terdapat sekitar 157 anak yang mengikuti kegiatan belajar dan pemberdayaan di lokasi tersebut. Mayoritas masyarakat di sekitar wilayah tersebut bekerja sebagai pemulung. Banyak anak yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas, bahkan sebagian di antaranya belum memiliki dokumen kependudukan seperti akta kelahiran sehingga belum dapat mengakses pendidikan formal secara optimal. Pengelola Komunitas Merangkul menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan belajar sering terkendala karena cuaca. Ketika hujan turun, aktivitas belajar mengajar kerap terhenti karena belum adanya tempat yang memadai. Alhamdulillah, berkat dukungan para donatur, mereka kini telah memiliki kontrakan sederhana yang digunakan sebagai pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan anak-anak. Namun masih banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman. Di antaranya rak buku, buku bacaan, perlengkapan belajar, serta mainan edukatif yang layak pakai. Salah satu perwakilan komunitas menyampaikan harapannya: “Kalau ada barang bekas atau buku, mainan, karena di sini banyak anak-anak dan di sini belum ada tempat bermain yang layak serta fasilitas yang memadai. Yang pasti kalau ada barang bekas, buku, mainan, atau peralatan sekolah, kami sangat menerima.” Mendengar harapan tersebut, kami semakin memahami bahwa bantuan barang yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi anak-anak di sana. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Hadits ini mengingatkan bahwa setiap bentuk kepedulian, termasuk berbagi barang yang masih layak pakai, dapat menjadi jalan menghadirkan manfaat bagi sesama. Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Melalui program Sedekah Barang ini, kami berharap semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman bagi anak-anak yang membutuhkan. Alhamdulillah, kegiatan survei ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan yang ada di lapangan. Hasil survei akan menjadi dasar bagi Yayasan Indonesia Uluran Tangan untuk menyiapkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak di Komunitas Merangkul. Kami berharap bantuan berupa rak buku, buku bacaan, perlengkapan sekolah, mainan edukatif, dan barang-barang layak pakai lainnya dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi sekitar 157 anak penerima manfaat. Lebih dari itu, kami berharap anak-anak tersebut dapat terus memiliki semangat untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang selama ini mendukung berbagai program Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Masih banyak anak-anak yang membutuhkan ruang belajar yang nyaman, buku-buku bacaan yang bermanfaat, serta sarana bermain yang layak untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Mari bersama menghadirkan harapan melalui barang-barang yang masih layak pakai. Bisa jadi buku yang sudah selesai dibaca, rak yang tidak terpakai, atau mainan yang tersimpan di rumah menjadi sumber kebahagiaan dan semangat belajar bagi anak-anak yang membutuhkan. Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)

Jumat Berkah: Kepedulian Sederhana yang Menguatkan Sesama

Jumat Berkah: Kepedulian Sederhana yang Menguatkan Sesama BEKASI, (Ulurtangan.com) – Di balik ramainya jalanan kota, ada banyak saudara kita yang setiap hari berjuang mencari nafkah dengan penuh kesabaran. Mereka berjalan dari satu tempat ke tempat lain, menawarkan dagangan, mengumpulkan barang bekas, atau berjualan sederhana demi memenuhi kebutuhan keluarga. Pada Jumat, 12 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali melaksanakan program Jumat Berkah dengan berbagi makanan dan minuman kepada para pejuang nafkah di beberapa titik wilayah Bekasi. Alhamdulillah, melalui amanah dari para donatur, kami berkesempatan menyapa dan berbagi kebahagiaan sederhana kepada mereka yang masih bekerja di jalanan. Meski bantuan yang diberikan tidak besar, kami berharap dapat menjadi penyemangat dan menghadirkan sedikit kebahagiaan di tengah aktivitas mereka. Kegiatan dimulai dengan persiapan yang dilakukan oleh dua relawan. Seperti biasa, perjalanan diawali dengan membeli makanan yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat. Setelah seluruh makanan siap, kami melanjutkan perjalanan untuk membeli es teh sebagai pelengkap paket Jumat Berkah. Setelah semua bantuan siap disalurkan, kami mulai berkeliling menyusuri beberapa ruas jalan di wilayah Bekasi. Dalam perjalanan tersebut, kami mencari saudara-saudara kita yang masih berjuang mencari nafkah di bawah terik matahari. Alhamdulillah, kami bertemu dengan berbagai penerima manfaat, mulai dari penjual es dawet yang berkeliling mendorong gerobaknya, penjual tas keliling yang berjalan dari satu tempat ke tempat lain, hingga pemulung yang sejak pagi mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual kembali. Salah satu momen yang cukup menyentuh terjadi ketika kami bertemu seorang penjual tas keliling yang sedang beristirahat di pinggir jalan. Setelah menerima makanan dan minuman, beliau tersenyum sambil mengucapkan doa yang membuat hati kami hangat. “Terima kasih donatur, semoga rezekinya lancar dan sehat selalu.” Kalimat sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang dapat menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi mereka yang menerimanya. Dalam setiap perjalanan Jumat Berkah, kami selalu belajar bahwa di luar sana masih banyak orang yang bekerja keras dengan penuh kesabaran. Mereka tidak meminta banyak, hanya terus berusaha menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya demi keluarga yang mereka cintai. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad) Hadits ini menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada sesama, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”  (QS. Al-Ma’idah: 2) Melalui program Jumat Berkah ini, kami berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Alhamdulillah, kegiatan Jumat Berkah ini memberikan kebahagiaan sederhana bagi para penerima manfaat yang masih bekerja di jalanan. Makanan dan minuman yang dibagikan diharapkan dapat membantu mengurangi rasa lelah sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani aktivitas mereka. Bagi kami para relawan, kegiatan ini juga menjadi pengingat untuk terus bersyukur atas nikmat yang Allah berikan serta tidak melupakan saudara-saudara yang sedang berjuang dalam keterbatasan. InsyaAllah, program Jumat Berkah akan terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan bersama. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanah kebaikannya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Semoga setiap makanan yang dibagikan, setiap senyum yang tercipta, dan setiap doa yang terucap menjadi amal kebaikan yang mendatangkan keberkahan bagi kita semua. Mari terus bersama menebar manfaat dan menghadirkan kepedulian kepada sesama. Karena terkadang, kebahagiaan sederhana yang kita bagikan hari ini dapat menjadi penguat bagi seseorang untuk terus melangkah esok hari. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita dan menjadikannya pemberat timbangan amal di yaumul hisab. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 https://youtube.com/shorts/wARnaJLv624?si=wTUN0n2tlplh1mN9

Bantuan Awal untuk Pengobatan Penderita Tunanetra di Bantar Gebang, Menguatkan Harapan di Tengah Keterbatasan

Bantuan Awal untuk Pengobatan Penderita Tunanetra di Bantar Gebang, Menguatkan Harapan di Tengah Keterbatasan BEKASI, (Ulurtangan.com) – Tidak semua perjuangan terlihat oleh mata. Di balik langkah yang tertatih dan keterbatasan yang dihadapi setiap hari, ada sosok-sosok tangguh yang tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya demi keluarga tercinta. Alhamdulillah, pada 9 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan menyalurkan bantuan pengobatan kepada Bapak Ihsan Bishri Latifa, seorang penyandang disabilitas tunanetra yang tinggal di wilayah Bantar Gebang. Sebelum bantuan disalurkan, tim relawan terlebih dahulu melakukan survei dan wawancara langsung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Langkah ini dilakukan agar amanah dari para donatur dapat tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Saat berkunjung ke kediaman Bapak Ihsan, kami melihat secara langsung bagaimana beliau menjalani kehidupan dalam keterbatasan. Meski mengalami gangguan penglihatan, beliau tetap berusaha menjadi tulang punggung keluarga. Dalam kesehariannya, Bapak Ihsan bekerja sebagai terapis pijat tunanetra. Namun seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat, jumlah pelanggan yang datang semakin berkurang. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, beliau kini juga mengamen dengan penghasilan yang tidak menentu, rata-rata sekitar Rp50.000 per hari. Perjuangan tersebut tidaklah mudah. Karena keterbatasan penglihatannya, beliau kerap mengalami kesulitan saat beraktivitas di jalan. Bahkan belum lama ini, beliau terjatuh ketika mengamen hingga menyebabkan tangannya mengalami patah tulang dan membutuhkan terapi lanjutan. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan tersebut belum dapat dijalani secara maksimal. Beliau juga memiliki tanggung jawab besar untuk merawat ibundanya yang telah berusia sekitar 70 tahun dan sering mengalami sakit akibat pengapuran pada bagian pinggang. Selain itu, ada putra tercintanya yang kini berusia 4 tahun dan akan segera memasuki jenjang pendidikan taman kanak-kanak (TK). Salah satu kisah yang menyentuh hati kami adalah ketika beliau menceritakan pernah mencoba berjualan kerupuk untuk menambah penghasilan. Namun karena kesulitan melihat, beliau beberapa kali mengalami kerugian saat bertransaksi dan tidak menyadari uang yang diterimanya tidak sesuai dengan harga barang yang dijual. Setelah melakukan asesmen dan melihat kondisi secara langsung, tim relawan kemudian menyerahkan bantuan uang tunai yang insyaAllah dapat membantu meringankan kebutuhan pengobatan dan kebutuhan dasar keluarga. Dengan penuh haru, Bapak Ihsan menyampaikan rasa syukurnya kepada para donatur dan relawan. “Saya penyandang disabilitas mengucapkan terima kasih banyak kepada keluarga besar Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan yayasan, donatur, pengurus, dan seluruh relawan, Allah SWT gantikan dengan pahala yang berlipat-lipat ganda. Semoga seluruh niat, tujuan, dan visi misinya tercapai. Sehat selalu dan maju. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.” Selain menyampaikan rasa terima kasih, beliau juga menitipkan harapan kepada para dermawan. “Kepada bapak dan ibu donatur serta para dermawan, semoga Allah SWT memberkahi semuanya. Saya Ihsan Bishri Latifa, seorang penyandang disabilitas tunanetra yang menjadi tulang punggung keluarga. Saya bertanggung jawab untuk kebutuhan ibu saya yang sudah berusia 70 tahun dan sering sakit karena pengapuran, serta putra saya yang berusia 4 tahun yang sebentar lagi masuk TK. Saat ini saya juga membutuhkan bantuan untuk pengobatan tangan saya yang patah akibat terjatuh saat mengamen, pengobatan ibu saya, dan kebutuhan pendidikan anak saya. Mudah-mudahan Allah membalas segala kebaikan bapak dan ibu semua.” Mendengar harapan tersebut secara langsung membuat kami semakin memahami bahwa di balik setiap bantuan yang diberikan, ada harapan besar yang sedang diperjuangkan oleh sebuah keluarga. Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menjadi pengingat bahwa setiap uluran tangan yang diberikan kepada sesama merupakan amal kebaikan yang sangat dicintai Allah SWT. Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 215) Alhamdulillah, bantuan awal yang disalurkan dapat membantu meringankan kebutuhan mendesak yang sedang dihadapi oleh Bapak Ihsan dan keluarganya. Meski belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang ada, bantuan ini diharapkan dapat menjadi penguat langkah beliau untuk melanjutkan pengobatan serta memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Ke depan, masih terdapat kebutuhan yang memerlukan perhatian bersama, di antaranya pengobatan lanjutan untuk kondisi tangan beliau, pengobatan sang ibu yang mengalami pengapuran, serta kebutuhan pendidikan putranya yang akan memasuki sekolah. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanah kebaikannya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Melalui kisah Bapak Ihsan, kita belajar bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang dalam keterbatasan namun tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati. Mari bersama-sama terus menebar kepedulian dan mendoakan agar Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, serta kemudahan rezeki bagi Bapak Ihsan dan keluarganya. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang menghadirkan keberkahan dan pahala yang terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Yayasan Indonesia Uluran TanganLayanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 🌐 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)