Flat Preloader Icon
Edit Template

Fungsi, Manfaat, Tujuan, dan Hakikat Zakat Bagi Umat

Zakat bukan ajaran pinggiran, bukan pula amal ibadah sampingan. Dalam Islam, zakat tidak pernah diposisikan sebagai pelengkap. Sejak awal Islam turun, zakat ditempatkan sejajar dengan shalat—dua ibadah yang hampir selalu berjalan beriringan dalam Al-Qur’an. Seolah Allah SWT ingin menegaskan satu pesan penting: hubungan dengan-Nya tidak boleh berhenti di langit, akan tetapi ia harus menyentuh bumi.

Perintah ini turun bukan kepada manusia yang hidup sendiri, tetapi kepada masyarakat yang saling terhubung; – baik masyarakat dikalangan elite, kelas menengah, maupun mereka yang berdagang, berkeluarga, bekerja, dan hidup dalam lapisan ekonomi yang berbeda. Karena itu, sejak awal zakat bukan sekadar ibadah individu, melainkan mekanisme ilahi untuk menata kehidupan sosial.

Zakat: Hak Orang Lemah yang Dititipkan pada Orang Mampu

Allah ﷻ berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Islam tidak menyebut zakat sebagai kebaikan hati orang kaya. namun dalam Al-Qur’an justru menggunakan bahasa yang tegas: bahwa dalam islam zakat adalah hak yang melekat pada harta orang mampu.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ

“Dan pada harta-harta mereka ada hak yang pasti.” (QS. Al-Ma‘arij: 24)

Ayat ini membalik banyak cara pandang kita. Fakir dan miskin bukan sedang meminta belas kasihan. Mereka sedang menerima hak yang Allah tetapkan. Sebaliknya, muzakki bukan sedang memberi jasa, tetapi sedang menunaikan amanah.

Dalam realitas hari ini, banyak luka sosial lahir karena logika ini terbalik: yang wajib justru merasa berjasa, yang berhak malah merasa rendah. Zakat hadir untuk meluruskan batin umat—bukan hanya dompetnya.

Mengapa Zakat Tidak Cukup Jika Hanya Jadi Rutinitas Tahunan

Di banyak tempat, zakat masih dipahami sebatas ritual Ramadhan atau akhir tahun. Ditunaikan, disalurkan, lalu dianggap selesai. Padahal kemiskinan tidak hidup setahun sekali. Ia hadir setiap hari.

Rasulullah ﷺ mengingatkan dengan kalimat yang menggugah:

“Tidaklah beriman seseorang yang kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Thabrani)

Hadis ini bukan sekadar anjuran sedekah sunnah. Ia menyentuh inti iman sosial. Dan dalam konteks hari ini, “tetangga” tidak lagi sebatas orang sebelah rumah. Ia bisa berupa:

  • orang – orang yang bekerja sebagai buruh dengan upah tak layak,
  • para wanita yang men-janda tanpa penghasilan tetap,
  • anak-anak yang putus sekolah, namun penuh harap untuk memperoleh ilmu pengetahuan,
  • para pedagang kecil yang tercekik modal.
  • Zakat, jika dipahami secara utuh, hadir bukan sebagai slogan, tetapi sebagai sistem.


Zakat dalam Sejarah: Dari Santunan Menuju Kemandirian

Pada masa Umar bin Khattab r.a., zakat tidak berhenti pada memberi makan sehari, dan atau beberapa hari. Dalam berbagai atsar meriwayatkan, beliau menyampaikan makna yang dalam:

“Jika aku memberi zakat, aku ingin membuatnya cukup.”

Artinya, sejak generasi awal Islam, zakat dipahami sebagai alat pengangkat derajat bukan sekadar penunda penderitaan.

Hari ini, semangat itu kembali hidup, sedikit-demi sedikit hati masyarakat muslim tergerak: petani kecil dibantu modal dan alat, pedagang mikro didampingi, keluarga miskin diberi akses pendidikan, didampingi dan dipenuhi kebutuhannya.

Hasilnya sederhana tapi bermakna: mereka yang dulu menerima zakat, perlahan keluar dari barisan mustahik, bahkan menjadi muzakki. Inilah zakat produktif—terapan yang realistis dari fungsi zakat yang sebenarnya, bukan sekedar inovasi liar, tetapi kelanjutan ruh syariat.

Zakat dan Maqasid Syari‘ah: Mengapa Ia Begitu Sentral

Jika ditelusuri lebih dalam, zakat bekerja menjaga tujuan utama syariat secara bersamaan:

  • menjaga agama (hifz ad-din): karena kemiskinan sering menggoyahkan iman, dengan zakat yang tersalurkan baik dan benar. umat islam yang dalam lingkaran mustahik, terjaga kuat keimanannya,
  • menjaga jiwa (hifz an-nafs): karena kelaparan membunuh perlahan, sangat rentan membuat orang terjerumus dalam kekufuran,
  • menjaga akal (hifz al-‘aql): karena pendidikan lahir dari kecukupan, keluarga miskin yang memperoleh hak dari zakat; tidak lagi sulit memikirkan hidup dan makan saja, akan tetapi dapat menjaga akal pikiran dengan menambah ilmu pengetahuan didunia pendidikan.
  • menjaga keturunan (hifz an-nasl): karena kemiskinan menghancurkan masa depan keluarga, fungsi zakat menopang keluarga dari praktik menjaga keberlangsungan generasi keluarga yang terhormat,
  • menjaga harta (hifz al-mal): karena zakat membersihkan dan menstabilkan ekonomi. zakat menjadikan harga sebagai sarana maslahat, mengarahkan para orang yang berharta banyak agar kekayaannya tetap suci, produktif  nan menebar manfaat.


Karena itulah para ulama sepakat: zakat bukan sekadar ibadah finansial, tetapi bagian dari kebijakan publik Islam, dengan berzakat akan terjamin harta kekayaan dari kerusakan sosial, dimana apabila menumpuknya harta tanpa fungsi sosial, mengalirkan harta ke sktor prduktif, menjaga stabilisasi ekonomi umat serta membatasi absolutisme kepemilikan.

Amil Zakat: Dari Relawan ke Profesi Amanah.

۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Dalam Al-Qur’an, amil zakat disebut secara eksplisit sebagai bagian dari penerima zakat:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana..” (QS. At-Taubah: 60)

Ini menunjukkan bahwa zakat memang dirancang untuk dikelola secara profesional. Hari ini, maka itu berarti: pencatatan zakat rapi, pengelolaan dan pendistribusian yang mengacu pada transparansi, audit, dan laporan yang bisa diakses umat.

Semua ini bukan adopsi budaya asing, tetapi konsekuensi dari kaidah syariat: apa yang tidak sempurna kewajiban kecuali dengannya, maka ia menjadi wajib.

Zakat di Zaman Kini: Nyata, Bisa, dan Terbukti

Di banyak masjid dan lembaga: zakat dihimpun secara digital, mustahik dipetakan berbasis data, bantuan disesuaikan kebutuhan, program dievaluasi secara berkala. Hasilnya terasa: kepercayaan umat meningkat, kemiskinan berkurang, masjid kembali menjadi pusat solusi—bukan hanya tempat ritual. Inilah wajah Islam yang bekerja. Islam yang kaffah. Islam yang benar-benar menjadi Rahmatan lil ‘Aalamiin.

Penutup: Ketika Ibadah Menjadi Solusi Kehidupan

Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan, dan bukan pula simbol kesalehan pribadi. Ia adalah cara Allah menegakkan keadilan di bumi.

Jika shalat menghubungkan manusia dengan langit, maka zakat memastikan hubungan itu tetap hidup di bumi. Islam tidak kekurangan ajaran. Ia hanya menunggu untuk dipraktikkan secara utuh.

Epilog: Ketika Harta Menjadi Jalan Menuju Kemuliaan

Pada akhirnya, zakat dan sedekah bukan tentang angka yang kita keluarkan. zakat adalah ujian keikhlasan—apakah harta yang dititipkan benar-benar kita akui sebagai amanah atau masih terbersit niat dalam hati untuk menumpuk dan enggan berbagi pada sesama.

Allah ﷻ berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna, sampai kamu menginfakkan apa yang kamu cintai.” (QS. Āli ‘Imrān: 92)

Ayat ini seolah menelanjangi penyakit hati yang sering tersembunyi: dimana bila manusia dengan ego yang enggan berbagi, hati orang iri yang ingin selalu lebih, dan sifat tamak yang membuat kita lupa—bahwa semua yang kita genggam hari ini, suatu saat akan kita tinggalkan, tak ada harta yang kekal abadi yang hanya ditumpuk dalam kantong dirumah sendiri.

Harta yang sejati yang didapat dari cara yang halal, bersih dari  hak orang lain, akan berkah manfaatnya dan abadi nilainya di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ menegaskan:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)

Ini bukan sekadar janji metafisik, tetapi hukum kehidupan. Harta yang dibagi menumbuhkan keberkahan. Harta yang ditahan oleh kesombongan justru menyempitkan jiwa, menghilangkan keberkahan dan berakibat kegelisahan mendalam pada pemiliknya.

Zakat mengajarkan satu pelajaran sederhana namun dalam: kemuliaan bukan pada seberapa banyak kita memiliki, tetapi pada seberapa luas manfaat kita bagi orang lain.

Semoga setiap zakat – sedekah dari harta yang kita lepaskan di jalan Allah menjadi saksi, bahwa kita memilih menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton penderitaan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Narasi: Ismail Sampurna (25050570002)

MANAJEMEN ZAKAT WAKAF FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2025

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Program Darurat

Program Berkelanjutan

Laporan & Kegiatan Terbaru

Edit Template

Ulurtangan.com hadir sebagai wujud kepedulian untuk berbagi cahaya di tengah saudara-saudara kita yang sedang diuji. Dengan niat lillahi ta’ala, kami berusaha meringankan beban mereka yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai keimanan melalui berbagai program dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan.

Alamat:

Jl. Surya Lestari III, Blok V No.6, Kelurahan Jaka Mulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17146.

Kontak:

0821-4000-4011
0812-80-700-40

Rekening Donasi:

88.99.77.1231

167.000.529.4060

a/n. Yayasan Indonesia Uluran Tangan

Copyright 2025 © Ulurtangan.com

Yayasan Indonesia Uluran Tangan atau Ulurtangan.com merupakan platform penggalangan dana donasi online untuk menghimpun dana Infak, Sedekah dan Wakaf melalui program dakwah pendidikan kesehatan pemberdayaan sosial kemanusiaan zakat buang sampah dana riba ramadhan dan qurban. Layanan kami mencakup seluruh wilayah Indonesia antara lain #Kecamatan #Kelurahan #Desa #Terdekat #PondokGede #JatiSampurna #Jati Asih #BantarGebang #Bekasi Timur #RawaLumbu #BekasiSelatan #BekasiBarat #MedanSatria #BekasiUtara #MustikaJaya #PondokMelati #Babelan #Bojongmangu #Cabangbungin #Cibarusah #Cibitung #Cikarang Barat #Cikarang Pusat #Cikarang Selatan #Cikarang Timur #Cikarang Uatara #Karangbahagia #Kedungwaringin #Muaragembong #Pebayuran #SerangBaru #Sukakarya #Sukatani #Setu #Sukawangi #Tambelang #TambunSelatan #Tambun Utara #Tarumajaya #Jakartatimur #JakartaSelatan #JakartaBarat #JakartaUtara #JakartaPusat #Beji #Bojongsari #Cilodong #Cimanggis #Cinere #Cipayung #Limo #PancoranMas #TanahSareal #BogorSelatan #BogorBarat #BogorTimur #BogorUtara #BogorTengah #Caringin, #Bogor #Cariu #Ciampea #Ciawi #Cibinong #Cibungbulang #Cigombong #Cigudeg #Balaraja #Cikupa #Cisauk #Cisoka ##Curug #GunungKaler #Jambe #Jayanti #KelapaDua #Kemiri #Kresek #Kronjo #Kosambi #Legok #Mauk #Mekarbaru #Pagedangan #Pakuhaji #Panongan #PasarKemis #Rajeg #Sepatan #SepatanTimur #SindangJaya #Solear #Sukadiri #Sukamulya #Teluknaga #Tigaraksa #Aceh #BandaAceh #Lhokseumawe #Langsa #Subulussalam #Meulaboh #Sigli #Takengon #Jantho #Calang #Bireuen #SimpangTigaRedelong #Kutacane #IdiRayeuk #Tapaktuan #BlangKejeren - #SumateraUtara #Medan #Binjai #Pematangsiantar #Tanjungbalai #Sibolga #Tebingtinggi #Padangsidimpuan #Gunungsitoli #Lubukpakam #Rantauprapat #Tanjungmorawa #Siantar #Siborongborong #Stabat #Kisaran - #SumateraBarat #Padang #Padangpanjang #Bukittinggi #Payakumbuh #Sawahlunto #Pariaman #Solok #SolokSelatan #Pasaman #Dharmasraya #Arosuka #LubukBasung #PadangPariaman #Agam #TanahDatar - #Riau #Pekanbaru #Dumai #Bengkalis #Siak #Tembilahan #SelatPanjang #Bagansiapiapi #Rengat #Tualang #UjungTanjung - #KepulauanRiau #Batam #Tanjungpinang #Bintan #Lingga #Karimun #Anambas #Natuna #DaboSingkep #Matak #Ranai - #Jambi #Muarojambi #SungaiPenuh #Bungo #Kerinci #Tebo #Sarolangun #Bangko #KualaTungkal #Muarabulian - #Bengkulu #Curup #Mukomuko #Manna #Lubuklinggau #ArgaMakmur #Seluma #Kepahiang #RejangLebong #Tais - #SumateraSelatan #Palembang #Lubuklinggau #Prabumulih #Pagaralam #Pangkalpinang #Baturaja #Lahat #Tanjungagung #Indralaya #Muarabeliti - #KepulauanBangkaBelitung #Pangkalpinang #Tanjungpandan #Manggar #Mentok #Toboali #Koba #Sungailiat #Tanjunguban #Belinyu #Riautepus - #Lampung #BandarLampung #Metro #Kotabumi #Liwa #GedongTataan #Kalianda #Krui #GunungSugih #WayKanan #Pringsewu - #Banten #Serang #Tangerang #Cilegon #Serang #Tangerang Selatan #Pandeglang #Lebak #Rangkasbitung #Cilegon #Anyer - #DKIJakarta #Gambir #TanahAbang #Menteng #Senen #CempakaPutih #JoharBaru #Kemayoran #SawahBesar #Kartini #KebonJeruk #Palmerah #GrogolPetamburan #Tambora #TamanSari #Cengkareng #KaliDeres #Kalideres #PesisirSelatan #KebayoranLama #KebayoranBaru #Pesanggrahan #Cilandak #PasarMinggu #Jagakarsa #MampangPrapatan #Pancoran #Tebet #Setiabudi #Pasarebo #KramatJati - #JawaBarat #Bandung #Bogor #Depok #Cimahi #Cirebon #Sukabumi #Tasikmalaya #Bekasi #Karawang #Purwakarta #Subang #Indramayu #Sumedang #Garut #Cianjur #Kuningan #Majalengka #Banjar #Ciamis #Tangerang #Kuningan #Kabupaten Bekasi #Kabupaten Pangandaran #Kabupaten Banjar - #JawaTengah #Semarang #Surakarta #Solo #Magelang #Pekalongan #Tegal #Purwokerto #Salatiga #Wonosobo #Kudus #Cilacap #Demak #Pemalang #Blora #Brebes #Rembang #Purwodadi #Kebumen #Banyumas #Wonogiri #Karanganyar #Boyolali #Magelang #Banjarnegara #Batang #Pati #Klaten #Jepara #Sragen - #DIYogyakarta #Yogyakarta #Sleman #Bantul #KulonProgo #Gunungkidul #Wates #Piyungan #Wonosari #Depok #Gamping #Sewon #Pakem #Malioboro #Prambanan #Klaten - #JawaTimur #Surabaya #Malang #Sidoarjo #Mojokerto #Jember #Probolinggo #Pasuruan #Blitar #Kediri #Madiun #Batu #Tuban #Bojonegoro #Lamongan #Nganjuk #Magetan #Tulungagung #Ponorogo #Pamekasan #Sumenep - #Bali #Denpasar #Ubud #Kuta #Seminyak #Sanur #Jimbaran #NusaDua #Canggu #Lovina #Tabanan #Amed #Singaraja #Karangasem #Gianyar #Negara - #NusaTenggaraBarat #Mataram #Bima #SumbawaBesar #Praya #Gerung #Taliwang #Selong #Dompu #Lombok #LabuhanBajo #Sape #KotaTambolaka #PotoTano #Raba #Woha - #NusaTenggaraTimur #Kupang #Ende #LabuanBajo #Maumere #Atambua #Bajawa #Larantuka #Soe #Ruteng #Waingapu #Lewoleba #Kefamenanu #Mbay #Borong #Kalabahi - #KalimantanBarat #Pontianak #Singkawang #Ketapang #Sintang #Mempawah #NangaPinoh #Sanggau #Bengkayang #Sekadau #Melawi #KapuasHulu #Putussibau #Sambas #BalaiKarimun #Sukadana - #KalimantanTengah #Palangkaraya #Sampit #KualaKapuas #Buntok #PangkalanBun #MuaraTeweh #Kasongan #NangaBulik #TamiangLayang #PulangPisau #MentayaHilirUtara #Sukamara #Lamandau #GunungMas #PulauHanaut - #KalimantanSelatan #Banjarmasin #Banjarbaru #Martapura #Barabai #Kandangan #Amuntai #Banjar #Rantau #Pelaihari #TanahLaut #BatuLicin #Marabahan #Tabalong #Tanjung #HuluSungaiUtara - #KalimantanTimur #Balikpapan #Samarinda #Bontang #Tarakan #Sangatta #Tenggarong #TanjungRedeb #Nunukan #Sanggata #Berau #Paser #KutaiKartanegara #Penajam #SamarindaUlu #SangattaSelatan #KalimantanUtara #Tarakan #Nunukan - #SulawesiUtara #Manado #Bitung #Tomohon #Kotamobagu #Tondano #Amurang #Tareran #Langowan #Airmadidi #Wori #Sonder #Pineleng #Kauditan #KotamobaguSelatan #Tombariri - #Gorontalo #Limbotto #Kwandang #Suwawa #Tilamuta #Pahuwato #BoneBolango #Kwandang #Dungingi #Tibawa #Anggrek #KotaBaru #Hulonthalangi #Tabongo #SuwawaTimo - #SulawesiTengah #Palu#Donggala #Poso #Buol #Luwuk #Parigi #Ampibabo #Toli-Toli #Ampana #Tentena #Bungku #Una-Una #Banggai #TojoUna-Una #Morowali - #SulawesiBarat #Mamuju #Majene #Polewali #MamujuTengah #MamujuUtara #MamujuSelatan #MamujuTimur #MajeneTimur #PolewaliMandar #Tapalang #Tobadak #Banggae #Budong-Budong #Mambi #Ulumanda - #SulawesiSelatan #Makassar #Makale #Parepare #Pangkajene #Sengkang #Watampone #Bantaeng #Takalar #Sidrap #Bulukumba #Pinrang #Enrekang #Gowa #Maros #TanaTidung - #SulawesiTenggara #Kendari #Kolaka #Bau-Bau #Raha #Kendari #Wakatobi #Unaaha #Lasusua #KendariTengah #BauBauSelatan #KolakaUtara #ButonTengah #Konawe #KonaweSelatan #KolakaTimur - #Maluku #Ambon #Ternate #Tidore #Namlea #Sofifi #Masohi #Saumlaki #Piru #Aru #Langgur #Dobo #Tual #Bula #Namrole #Weda - #MalukuUtara #Ternate #Tidore #Sofifi #Galela #Maba #Tobelo #Kao #Loloda #Wasile #Sanana #Labuha #Sidangoli #Mangoli #Daruba #Guraici - #PapuaBarat #Manokwari #Sorong #Fakfak #Kaimana #SorongSelatan #SorongTimur #ManokwariSelatan #RajaAmpat #TelukBintuni #TelukWondama #Tambrauw #Maybrat #ArfakMountains #Torey #Kokoda - #Papua #Jayapura #Merauke #Timika #Jayawijaya #Wamena #Biak #Nabire #Sentani #Manokwari #Sorong #Fakfak #Kaimana #Agats #Mimika #Paniai- #Sedekah #SedekahHarian #Berbagi #Kebaikan #Donasi #SedekahJumat #SedekahShubuh #SedekahSenyum #SedekahPeduli #SedekahOnline #SedekahRutin #SedekahPendidikan #SedekahRamadhan #SedekahBerkah #SedekahUang #SedekahHewan #SedekahBarang #DonasiBarang #BarkasCenter #PusatSedekahBarang #SedekahBajuBekas #SedekahPakaian #SedekahKerudung #SedekahBusana #BekasBerkualitas #BarangBekas #BarangBekasBerkualitas #SedekahBarangku #Zakat #Infaq #Wakaf #UluranTangan #RumahZakat #Baznas #DompetDhuafa #DTPeduli #YatimMandiri #CintaYatim #KitaBisa #BeramalSholeh #SharingHappines #TebarKurban #TebarQurban #GalangDanaOnline #LembagaSedekah #LembagaSedekahTerpercaya #LembagaAmilZakat #SedekahOnline #TempatSedekah Online #WebsiteSedekahOnline #WebsiteZakatOnline #WebsiteWakafOnline #BadanAmilZakat #AmilZakatTerpercaya #Berbagi #LembagaSosial #LembagaSosialAmanah #LembagaSosialTerpercaya #AplikasiSedekah #AplikasiSedekahOnline #AplikasiZakat #AplikasiZakatOnline #WakafProduktif #InfaqProduktif #SitusSedekah #SitusSedekahOnline #SitusZakatOnline #SitusKalkulatorZakat #KalkulatorZakat
Edit Template