BEKASI, (Ulurtangan.com) – Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali menyalurkan paket makanan dan minuman kepada para pejuang nafkah di jalanan Bekasi pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Ada pemandangan yang mudah sekali terlewat ketika kita sedang terburu-buru di jalan: seseorang yang berjalan pelan sambil membawa beban besar, pedagang keliling yang terus menawarkan dagangannya, atau pemulung lanjut usia yang masih menyusuri jalan meski matahari sudah terasa menyengat. Mereka bukan sedang berjalan tanpa tujuan. Ada kebutuhan keluarga yang membuat langkah itu harus terus dilanjutkan.
Pemandangan seperti itulah yang kami temui ketika tim Yayasan Indonesia Uluran Tangan menjalankan program Jumat Berkah pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Bekasi. Dengan membawa beberapa paket makanan dan minuman, dua relawan berkeliling mencari para pejuang nafkah yang masih bekerja di jalanan. Sasaran kami adalah mereka yang kami temui sedang berjuang mencari penghasilan, mulai dari pemulung, tukang kue keliling, penjual cukur keliling, hingga masyarakat lain yang membutuhkan.
Salah satu hal yang paling membekas bagi kami hari itu adalah melihat para pejuang nafkah yang sudah memasuki usia rentan lansia masih harus berjalan dan bekerja di bawah terik matahari. Di usia ketika sebagian orang mungkin sudah menikmati waktu lebih banyak untuk beristirahat, mereka justru masih harus keluar rumah demi mencari penghasilan.
Ada yang berjalan dari satu tempat ke tempat lain sambil berharap dagangannya dibeli. Ada yang terus mendorong atau membawa barang meski tubuh terlihat lelah. Pemandangan tersebut membuat kami kembali menyadari bahwa mencari nafkah tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Bagi sebagian orang, pekerjaan berarti duduk di depan komputer atau berada di ruang berpendingin. Bagi mereka, pekerjaan berarti berjalan di bawah matahari dan menghadapi ketidakpastian penghasilan setiap hari.
Momen yang paling membuat kami berhenti adalah ketika melihat seorang ibu pemulung membawa barang-barang rongsokan di pundaknya. Beban yang dibawanya terlihat begitu besar. Ia bahkan sempat mengeluhkan rasa keberatan dan pusing ketika membawa barang tersebut.
Kami tidak ingin memandangnya hanya sebagai seorang pemulung yang sedang menerima makanan. Di balik tubuh yang kelelahan itu ada seorang manusia yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada perjuangan yang mungkin tidak terlihat oleh pengguna jalan lain yang melewatinya. Ketika paket makanan dan minuman diberikan, respons yang muncul justru sederhana. Tidak ada kata-kata panjang, hanya ucapan terima kasih dan sebuah doa untuk orang-orang yang telah menitipkan kebaikan.
“Terima kasih donatur, semoga sehat selalu, rezekinya lancar dan berkah.”
Doa tersebut menjadi salah satu bagian yang paling kami ingat dari perjalanan Jumat Berkah kali ini. Bagi kami, kalimat itu mengingatkan bahwa bantuan tidak selalu dibalas dengan sesuatu yang terlihat. Terkadang, balasannya hadir dalam bentuk doa tulus dari seseorang yang bahkan tidak kita kenal sebelumnya.
Memberikan makanan mungkin terlihat sebagai bentuk bantuan yang sederhana. Namun bagi seseorang yang menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja di jalan, makanan dapat menjadi jeda untuk memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.
Al-Qur’an sendiri menggambarkan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan sebagai salah satu bentuk kebaikan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Insan ayat 8, yang maknanya, “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”
Ayat tersebut menghadirkan sebuah perspektif penting: memberi makanan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang kepedulian kepada manusia yang sedang membutuhkan. Karena itu, makanan yang mungkin terlihat sederhana bagi kita dapat memiliki arti berbeda bagi seseorang yang sedang menghabiskan hari untuk mencari nafkah.
Rasulullah SAW juga bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah pada malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi). Pesan tersebut menunjukkan bahwa memberikan makanan merupakan salah satu bentuk kebaikan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian di tengah masyarakat.
Ada satu hal yang kami pelajari dari kegiatan ini: kita sering mengukur bantuan berdasarkan nominal, padahal penerima manfaat mungkin merasakannya dari sisi yang berbeda.
Satu paket makanan memang tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi seorang pemulung atau pedagang keliling. Tetapi makanan itu dapat menjadi makan siang mereka hari itu. Minuman yang diberikan dapat membantu melepas dahaga setelah berjalan di bawah matahari. Sapaan yang menyertai pemberian juga dapat membuat seseorang merasa masih diperhatikan.
Karena itu, Jumat Berkah tidak kami tempatkan sebagai program yang menjanjikan perubahan besar dalam satu kali penyaluran. Ia adalah ikhtiar sederhana yang dilakukan berulang, dengan harapan kepedulian tidak berhenti sebagai niat. Bagi kami, keberlanjutan kebaikan justru lahir dari langkah-langkah kecil yang terus dilakukan dengan amanah.
Perjalanan hari itu kembali mengingatkan kami bahwa bekerja keras tidak selalu berarti memiliki kondisi yang mudah. Ada orang-orang yang tetap berangkat meski usia telah lanjut. Ada yang tetap membawa barang meski tubuh merasa berat. Ada pula yang terus menawarkan dagangan dari satu tempat ke tempat lain karena penghasilan hari itu belum tentu cukup untuk kebutuhan esok.
Yayasan Indonesia Uluran Tangan berusaha hadir melalui program Jumat Berkah dengan cara yang sederhana: menyiapkan makanan dan minuman, kemudian turun langsung menemui para pejuang nafkah di jalanan. Bantuan diberikan kepada mereka yang ditemui dan membutuhkan, tanpa menjadikan kondisi mereka sebagai tontonan.
Pada akhirnya, Jumat Berkah bukan hanya tentang paket makanan dan minuman. Ada pesan yang ingin terus kami jaga: bahwa kesibukan tidak seharusnya membuat kita kehilangan kepekaan terhadap orang-orang yang berada di sekitar.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan seseorang. Kita juga mungkin tidak selalu bisa memberikan bantuan dalam jumlah besar. Namun ketika memiliki kesempatan untuk membantu, sebuah langkah kecil tetap memiliki arti.
Alhamdulillah, amanah para donatur kembali menjadi makanan dan minuman yang dapat kami bawa menyusuri jalanan Bekasi. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan melalui program ini menjadi amal yang diterima Allah SWT dan menghadirkan keberkahan bagi para penerima manfaat, relawan, serta para donatur.
Bagi Sahabat Kebaikan yang ingin ikut menjaga semangat berbagi, dukungan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Doa, kepedulian, berbagi informasi, maupun menitipkan sedekah sesuai kemampuan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama. Sebab terkadang, yang dibutuhkan seseorang untuk menjalani hari bukanlah sesuatu yang mewah hanya sedikit makanan, sedikit perhatian, dan keyakinan bahwa masih ada orang yang peduli.
—–
🏩 Yayasan Indonesia Uluran Tangan
Layanan Umat l Donasi Dakwah l Zakat | Infaq l Shodaqoh l Sosial Fisabililllah
💽 Youtube
📱 Info & Konfirmasi:
╰┈➤ 0821.4000.4011 – 0811.50.5000.70
Ulurtangan.com hadir sebagai perantara kebaikan untuk menghadirkan manfaat, harapan, dan perubahan bagi masyarakat. Dengan semangat amanah dan pengabdian, kami menjalankan program dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan demi mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera.
Seluruh donasi yang disalurkan melalui Ulurtangan.com wajib berasal dari sumber yang sah, halal, dan sesuai dengan ketentuan syariah serta hukum yang berlaku. Dana dilarang berasal dari atau digunakan untuk tindak pidana, termasuk penipuan, pencucian uang, pendanaan terorisme, korupsi, dan kegiatan ilegal lainnya. Ulurtangan.com berhak melakukan verifikasi, menolak, menunda, atau menghentikan transaksi yang terindikasi melanggar ketentuan tersebut.
© Ulurtangan.com 2026. All Rights Reserved.