Wakaf Sumur Masjid Al Bayyinah Gunung Sono Dimulai

SRAGEN (Ulurtangan) – Alhamdulillah program Wakaf Sumur yang dimanfaatkan untuk Masjid Al Bayyinah & TPQ Yasmine di Desa Gunung Sono, Gilirejo, Miri, Sragen, sudah dimulai pengeborannya. Ustadz Jaka Mursanto pendakwah disabilitas cacat fisik) dengan menggunakan kursi, ia duduk menyaksikan proses awal mesin bor itu melubangi Bumi. Titik sumber air yang diperkirakan berada di depan rumah Ustadz Jaka posisinya di pinggir jalan namun masih di wilayah tanahnya. Jika nantinya dipastikan keluar air di titik tersebut maka butuh pipa peralon menyambung dari Sumur ke Tandon sejauh 50 meter. Perlengkapan pipa bor, peralon, tampungan air, tiang pengebor dan mesin diesel sudah terancang berdiri. Untuk kedalaman Sumur ini diperkirakan di angka lebih dari 80 meter. Sebab kontur tanah dengan Waduk Kedung Ombo sendiri sudah selisih 30 an meter. “Harapan saya dapat di sumber air yang berada di 80 meter kebawah, sebab jika air Waduk itu kering saja selisih ketinggian dengan tanah rumah saya bisa mencapai 30an meter. Semoga nanti ada sumber yang besar bisa dimanfaatkan untuk Masjid dan warga sekitar,” kata Pak Jaka pada Relawan.

Ulur Tangan Resmikan Wakaf Pipanisasi dan Tempat Wudhu di Pelosok Garut, Jawa Barat

GARUT, (ulurtangan.com)–  Alhamdulillah Program pipanisasi dan pembangunan tempat wudhu di Masyarakat Kp. Blok Kopi, Dusun Padaluyu, pelosok Garut Selatan telah rampung, sebelumnya Masyarakat dan jamaah Masjid Asyifa serta santri Pondok Pesantren Mau’ul Ulum kesulitan mengakses air bersi untuk kebutuhan mandi, minum dan bersuci. Berkat sedekah jariyah dari para donatur kini Masyarakat dan jamaah Masjid Asyifa serta santri Pondok Pesantren Mau’ul Ulum dapat beribadah dengan nyaman, anak-anak dapat mengaji kembali dan menghidupkan syiar islam jamaah masjid bisa bersuci dan masyarakat bisa memanfaatkan sumber air bersih. Total dana yang di salurkan untuk pembangunan Pipanisasi dari sumber mata air sebesar Rp. 12.000.000,- Pembangunan memakan waktu sekitar 1 bulan. Dengan Panjang pipa ukuran HDPE ¾ sepanjang 1200 meter dan juga 1 Bak tandon penampungan air. Jumat 10 November 2023, Ulur Tangan meresmikan Penyaluran proyek pipanisasi dan wakaf tempat wudhu swadaya masyarakat kepada Warga Kp. Blok Kopi, Dusun Padaluyu, pelosok Garut Selatan dalam acara dalam acara tersebut dihadiri oleh perangakat desa, alim ulama dan warga dan santri. Tampak kegembiraan warga dan jamaah dengan dibangunnya pipanisasi tersebut.Sehari-hari santri dan warga hanya mengandalkan air bersih dari satu-satunya sumber mata air yang berada di atas pengunungan Desa Padaluyu, Garut Selatan. Namun jaraknya yang cukup jauh dan membutuhkan tenaga yang ekstra membuat warga kesulitan dalam memperoleh air terutama kaum hawa, lansia dan anak-anak yang tidak mudah menjangkau ke sumber mata air tersebut, padahal air merupakan komponen penting dalam kehidupan dan kebutuhan untuk aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, dan aktivitas beribadah seperti berwudhu dan mandi junub. Kebahagian di ungkapkan oleh salah satu sesepuh di desa tersebut, Ustadz Nendi Salimidin atas berdirinya pipanisasi dan wakaf tempat wudhu di desanya. “Alhamdulillah kami mewakili masyarakat Kp. Blok Kopi, Dusun Padaluyu, Garut Selatan mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Ulur Tangan dan para donatur juga kepada Yayasan Al-Misykat atas partisipasinya dalam pembuatan pipanisasi di desa kami, semoga ini semua menjadi ladang pahala bagi kita semua, dan ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat di sini,” katanya. Pahala yang berkelanjutan. Air yang diwakafkan akan terus mengalir dan digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, pahala dari wakaf air juga akan terus mengalir kepada orang yang membutuhkan, bahkan setelah kita meninggal dunia. Membantu orang yang membutuhkan. Dalam Islam, membantu orang yang membutuhkan termasuk dalam salah satu amal yang paling dianjurkan. Dengan membantu wakaf air, kita dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses air bersih, terutama di daerah-daerah yang sulit mendapatkan akses air bersih. Menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan. Dalam Islam, wakaf air adalah salah satu amal yang memiliki keberkahan. Dengan membantu wakaf air, kita dapat memperoleh keberkahan dalam hidup kita. Meningkatkan nilai amal. Dalam Islam, setiap amal yang dilakukan akan dinilai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Membantu wakaf air adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai amal kita di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memberikan manfaat jangka panjang. Air yang diwakafkan akan terus mengalir dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan dalam jangka panjang. Dengan membantu wakaf air, kita dapat memberikan manfaat yang jangka panjang bagi masyarakat yang membutuhkan akses air bersih. Dalam Islam, sedekah air atau wakaf air termasuk dalam jenis wakaf produktif yang sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya kaum muslimin untuk bisa menjalankan ibadah dan kewajiban sehari-hari. Oleh karena itu, wakaf air adalah sebuah amal yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang tinggi. Wakaf Mata Air pahala mengalir disetiap alirannya Kebutuhan air bersih menjadi urgent bagi santri Pondok Pesantren Mau’ul Ulum dan jamaah Masjid Asyifa di Kp. Blok Kopi Dusun Padaluyu pelosok Garut untuk kebutuhan bersuci, mandi, minum, memasak, dll. Layaknya Utsman bin Affan yang mewakafkan Sumur Raumah dan tak pernah kering sejak ribuan tahun silam. Mari sisihkan harta amal jariyah untuk mewujudkan Air Bersih di kampung Blok Kopi Desun Padaluyu Insya Allah jadi investasi akhirat yang pahala terus mengalir tak terbatas umur. Wakafkan sebagian harta untuk alirkan air bersih ke daerah rawan pemurtadan. Raih pahala sedekah jariyah yang terus mengalir tak terbatas umur. Wakaf mata air ini menjadi sedekah yang mengagumkan di mata Rasulullah, hadis riwayat Imam Abu Daud dari Sa’id, dia berkata; أن سعدا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أي الصدقة أعجب إليك قال الماء “Suatu saat Sa’ad mendatangi Nabi Saw dan bertanya; ‘Sedekah apa yang paling mengagumkan kepadamu?’ Nabi Saw menjawab; ‘Sedekah air,” Mengalirkan Air bukan hanya bermanfaat untuk manusia namun semua makhluk hidup baik hewan maupun tanaman bahkan bangsa jin juga mendapatkan manfaatnya dan menjadikan pahala untuk kita di akhirat kelak. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Jabir, dia berkata; مَنْ حَفَر ماءً لم تشرب منه كبد حرَّى من جنٍّ ولا إنسٍ ولا سَبُعٍ ولا طائرٍ إلا آجره الله يومَ القيامة “Barangsiapa menggali air, maka tiada meminum darinya mahluk hidup dari bangsa jin, manusia, dan burung kecuali Allah akan memberinya pahala di hari kiamat,”

Ulur Tangan Resmikan Pembangunan Wakaf Tempat Wudhu dan MCK Masjid Al-Khairiyah Garut

GARUT, (ulurtangan.com) – Alhamdulillah Berkat infaq jariyah dari donatur Ulur Tangan, setelah 70 tahun kini Masjid Al-Khairiyah di kampung Lembur Sukamulya pelosok  Garut selatan ini yang menjadi pusat kegiatan warga untuk Shalat berjamaah, taklim dan pengajian. memiliki tempat wudhu dan MCK permanen yang nyaman dan layak. Pembangunan ini meliputi tempat wudhu, MCK dan bak penampungan air, Total dana yang Yayasan Ulur Tangan salurkan untuk pembanguna Tempat wudhu dan MCK Rp. 5.000.000,- Ahad 12 November 2023 Ulur Tangan menyerahkan  tempat wudhu dan MCK ini kepada warga. Tanpak antusias dan kebahagiaan para warga, mereka berbondong-bondong menghadiri peresmian sekaligus pengajian di Masjid Al-Khairiyah. Alhamdulillah tempat wudhu dan MCK sudah bisa digunakan warga. “Masjid aL-khairiyah adalah masjid pertama di lembur kari Garut yang di bangun dari tahun 70 dengan bangunan kayu  dan bilik, sudah 3 generasi sampai saat ini belum bisa membangun tempat wudhu, kami sekarang menggunakan MCK warga , sehingga para jamaah kesulitan untuk berwudhu, saya berharap kepada donatur sudi memberikan bantuan untuk pembangunan tempat wudhu kepada kami,” ucap Ustad Asep Abdulrahman selaku ketua DKM Masjid Al-Khairiyah. Ustadz Asep selaku takmir Masjid Al-Khairiyah serta mewakili warga menyampaikan rasa bangga dan terimakasihnya kepada Ulur Tangan beserta donatur yang telah mewakafkan tempat wudhu dan juga MCK untuk Masjid Al-Khairiyah. “Alhamdulillah kami sangat berbahagia sekali atas pembangunan tempat wudhu untuk kami gunakan dengan para jamaah, yang mulai dari pembangunan selama dua belas hari alhamduillah telah selesai dan telah kami manfaatkan untuk kami mengambil wudhu dan lainnya, kini kami sudah bisa beribadah dengan nyaman dan nikmat atas pembangunan tempat wudhu ini, dan kami ucapkan kepada para donator ulur tangan semoga menjadi amal jariah dan mejadi amal yang berlipat ganda,” ungkapnya. “Saya merasa bangga sekali bahkan saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ulur Tangan dan donatur yang telah mewakafkan serta menginfakan hartanya untuk pembangunan tempat wudhu di Masjid Al-Khairiyah ini. Insyaa Allah sangat bermanfaat,” imbuh Ustadz Asep Rasa senang juga dirasakan oleh para Ustadz Nurahmat Mewakili pengurus MUI Talegong atas pembangunan tempat wudhu dan MCK di wilayahnya. “Alhamdulillah degan Izin Allah hari ini kita bisa menyerahkan dan meresmikan wakaf tempat wudhu di masjid Al-Khariyah, terimakasih kepada seluruh muhsinin dan donator atas pembangunan tempat wudhu ini, semoga kebaikan para donator mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” katanya.

Setelah 28 Tahun, Akhirnya Mushala Ini Punya Sumur dan Tempat Wudhu, Terima Kasih UlurTangan

SRAGEN (Ulurtangan.com) – Alhamdulillah, pembuatan sumur bor, tempat wudhu dan kamar mandi di Mushala At Taubah di desa Alas kobong, Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen telah selesai. Acara Penyerahan Wakaf Sumur pun digelar Ulurtangan bersama warga Alas kobong di Mushala sederhana tersebut, Kamis (24/8/2023). Ketua RT Desa Alas kobong, Sitoyono menerima langsung simbolis penyerahan tersebut, dengan diserahkannya plakat nama Mushala bersama Kyai Slamet Nurohman dan Ustadz Pardi selalu ahli waris pewakif Mushala oleh Relawan Ulurtangan. InsyaAllah kebutuhan air di Mushala juga bisa dimanfaatkan warga Alas Kobong. “Sekali lagi kami mewakili warga Alas Kobong mengucapkan banyak Terima kasih kepada donatur Ulurtangan. InsyaAllah air bisa dimanfaatkan oleh warga dan jamaah Mushala At Taubah,” ucap Sutiyono. Tak luput, Ustadz Pardi yang merawat Mushala merasa terharu, sebab cita-citanya telah terwujud. Dimana Wakaf Sumur tersebut menjadi komplit fasilitas Mushalanya, ia berharap semakin ramai digunakan untuk sholat berjamaah untuk warga. “Jujur saya terharu, mohon maaf kami sempat menunggu lama seakan tidak percaya. Tapi sekarang kami merasa senang, semoga donatur ulurtangan dan relawannya diberi umur panjang. InsyaAllah airnya tidak kendat (mati) dan bisa diambil warga untuk kebutuhan,” tutur Ustadz Pardi. Dalam acara penyerahan tersebut, relawan ulurtangan juga menyerahkan Wakaf Al Quran untuk jamaah Mushala At Taubah. Tempat wudhu sudah bisa digunakan jamaah Jamaah semakin bersemangat untu beribadah di Mushala At Taubah

Kedalaman 52 Meter, Wakaf Sumur Mushala At Taubah Alaskobong Keluarkan Air Bersih

SRAGEN (Ulurtangan.com) – Di kedalaman tanah 52 meter, pengeboran sumur telah dihentikan karena telah mengeluarkan air bersih untuk kebutuhan wudhu Mushala At Taubah Alaskobong, Sumberlawang, Sragen. Pencapaian itu sesuai harapan yang telah diperkirakan Tim Pengeboran bahwa daerah Alaskobong letak sumber air antara 50-60 meteran. Dalam pengerjaannya, beberapa kali sempat menghantam batu yang memperlambat pengeboran. Dibutuhkan 4 hari lamanya untuk mencapai kedalaman tersebut dan memperoleh air layak. “Kemarin sempat menghantam batu hijau pak, agak ulet juga karena konturnya seperti batu padas. Satu batang pipa bor yang panjangnya 2,5 meter butuh 5 jam waktu pengeborannya,” ucap Sutiyono, ketua takmir Mushala At Taubah, Jumat (28/7/2023). InsyaAllah proses pengerjaan dilanjutkan dengan pembuatan tempat wudhu dan kamar mandi untuk fasilitas jamaah dan para musyafir. Nantinya tempat wudhu putra dan putri terpisah dengan masing-masing kran wudhu sebanyak 3 buah. Tandon air kapasitas 1000 liter sudah cukup untuk tampungan wudhu dan kebutuhan warga yang membutuhkan. Jika kemarau tiba semoga menjadi jujukan warga untuk memenuhi kondisi darurat air.

Wakaf Sumur Mushala At Taubah Alaskobong Dimulai, Masih Butuh Tempat Wudhu dan MCK Senilai 7 Juta

SRAGEN (Ulurtangan.com) – Alhamdulillah, proses pengeboran sumur Program Wakaf Sumur Mushala At Taubah telah dimulai. Pencarian sumber air untuk kebutuhan Wudhu jamaah dan sedekah air warga Alaskobong diperkirakan di kedalaman 50-60 meter. Perlengkapan sumur bor sejak Ahad pagi, (23/7/2023) pukul 9 sudah dipersiapkan. Tepat pukul 10:30 wib, mata bor sumur berukuran 3″ dimulai pengeborannya usai dilakukan doa bersama. Mengawali pengeboran sumur salah satu program ulurtangan.com tersebut dipimpin doa oleh pemilik Mushala yang telah diwakafkan oleh warga yakni Ustadz Pardi. Turut menyaksikan dan mengawal jalannya pengeboran adalah Ketua RT Alaskobong, Sutiyono dan disaksikan warga Desa Alaskobong. “Bismillah, semoga satu titik ini menjadi sumber air yang bisa mencukupi kebutuhan Wudhu para jamaah dan warga yang membutuhkan air disaat sulit. Semoga lancar dan berkah, amin,” ucap Ustadz Pardi dalam potongan doa nya. Kondisi Mushala At Taubah sendiri sangat minim fasilitas, selain masih semi permanen (separo tembok separo kayu), karpet lantai juga hanya ada 2 lembar. Tak ada kamar mandi, padahal lokasinya sering dilalui musyafir yang berbisnis jual beli ikan di waduk Kedung Ombo. Hal ini membuat kecewa saat mereka mau mampir buang air kecil dan beribadah. Oleh karena itu, Ulurtangan.com masih membutuhkan donasi untuk melengkapi fasilitas Mushala ini. Kebutuhan Tempat Wudhu dan Kamar mandi menjadi urgent dengan kekurangan dana sebesar 7 juta rupiah. Mari wakaf sumur dan tempat Wudhu rumah Allah yang sedang berlangsung ini. Semoga menjadi amal jariyah sekecil apapun yang kita salurkan melalui Ulurtangan.com.

Wakaf Tempat Wudhu Toilet Masjid At Taqwa Rampung, Ramadhan Alirkan Jariyah Donatur

SUKOHARJO, (Ulurtangan.com) – Wakaf tempat wudhu dan toilet dari para donatur Ulurtangan untuk Masjid At Taqwa telah rampung seiring selesainya renovasi pembangunan. Kurang 3 hari memasuki bulan Ramadhan, Alhamdulillah sudah bisa digunakan untuk ibadah sholat. Bangunan Masjid yang besar dan lega didukung tempat wudhu dan toilet di dua tempat sangat nyaman bagi jamaah terlebih para musyafir. Masing-masing tempat wudhu memiliki 4 kran berbahan metal krom dan dengan tandon berkapasitas besar 1200 liter memberikan tekanan air yang besar namun tetap mengedepankan hemat air saat berwudhu. Ornamen di mimbar Masjid juga sangat gagah, plafon sudah dari bahan PVC, hanya saja menurut Ketua Takmir Masjid At Taqwa masih ada kekurangan untuk pintu dan kusen almunium di sisi timur dan selatan Masjid. “Begitu masuk Ramadhan langsung bisa kita gunakan, memang saya kejar waktu. Satu masalah kemarin anggaran untuk pintu saya belikan keramik lantai utama bisa bisa untuk sholat jamaah mas,” kata Ustadz Sriyadi pada Relawan Ulurtangan, Rabu sore (12/4/2023). Atas bantuan Wakaf tempat wudhu dan toilet dari donatur Ulurtangan, wakil Takmir, Ustadz Loso mengucapkan banyak Terima kasih, semoga mengalirkan pahala jariyah bagi siapa saja yang terlibat mendirikan Masjid. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan donatur Yayasan Ulurtangan untuk tempat wudhu dan toilet. Kami minta sama Allah semoga donaturnya mendapatkan amal sholeh dan diberi keberkahan dunia akherat, amiin,” tuturnya. WAKAF TEMPAT WUDHU & TOILET JADI AMAL JARIYAH Kami segenap tim dari Yayasan Uluran Tangan Indonesia (Ulurtangan.com) mengucapkan jazakumullah khoiron kepada semua donatur yang telah mewujudkan permohonan dari pengurus Masjid At Taqwa, Mranggen, Polokarto, Sukoharjo. Semoga menjadi sedekah terbaik sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu allaihi wa sallam. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ « الْمَاءُ ». “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah air.” (HR. Abu Daud, no. 1679 dan An-Nasai, no. 3694; 3695; Ibnu Majah, no. 3684). Dan menjadi amal jariyah yang tak terputus meski kita sudah meninggal dunia. Sebagaimana Rosul kita bersabda, Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Alhamdulillah, Ulurtangan Salurkan Wakaf Tandon Air, Tempat Wudhu & Toilet Untuk Masjid At Taqwa Polokarto

SUKOHARJO (Ulurtangan.com) – Seiring bergulatnya orang-orang di pagi hari menjemput rezeki, Relawan Ulurtangan memulai mempersiapkan penyaluran amanah dalam program Wakaf tandon air, tempat Wudhu dan toilet untuk Masjid At Taqwa, Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (4/2/2023). Satu persatu material diangkut di atas mobil bak mulai dari keramik dinding, keramik lantai, pintu almunium, tandon air, pipa-pipa, kran wudhu, kloset, dan perlengkapan lainnya. Hingga sampai perjalanan di depan Masjid At Taqwa, alam pun menyambut sejuk dengan diturunkannya hujan selama 30 menit. Keceriaan jamaah Masjid At Taqwa sangat terasa, mereka melemparkan senyuman hangat kepada Relawan Ulurtangan dan menyambut penuh persaudaraan dengan kedatangan material yang diharapkan. Sang Takmir Masjid, Ustadz Sriyadi langsung mengajak istirahat diserambi rumahnya yang berada tepat di Utara Masjid At Taqwa seberang jalan. Teh hangat pun menyapa pembuka pertemuan tersebut. “Alhamdulillah, bapak-bapak semua. .. Jamaah Masjid At Taqwa, kami hari ini menyalurkan apa yang sudah menjadi amanah dan permohonan pengurus dalam proyek pembangunan ini. Wakaf tandon air, tempat Wudhu dan toilet sudah kami wujudkan semoga bisa diterima, segera dipasang melanjutkan pembangunannya dan segera bisa digunakan masyarakat, warga yang ingin beribadah. Semoga ini merupakan sedekah terbaik bagi para donatur Ulurtangan sebagaimana perintah Nabi bahwa sedekah terbaik adalah sedekah air. Dan ini merupakan bagian dari perintah tersebut,” ucap Kang Sedyo, Relawan Ulurtangan. Sang Ketua Takmir, Ustadz Sriyadi mewakili semua jamaah Masjid At Taqwa pun sangat gembira dan mengucapkan syukur atas bantuan dari donatur Ulurtangan. Menurutnya setelah selesai merampungkan atap Masjid, segera akan diteruskan pembangunan tempat wudhu di selatan Masjid yang bisa digunakan secara terpisah bagian putra dan putri. “Dari awal kami sangat optimis meski hanya memiliki modal kas infaq para jamaah sebesar 30 juta rupiah. Padahal untuk merenovasi Masjid penggerak ibadah di kampung ini, butuh lebih dari 300 jutaan. Modal kami ini ya keyakinan, InsyaAllah bakal selesai, itu saja. Terus kami membuka donasi dan warga kami ajak untuk menyebarkan info ini. Alhamdulillah dari mas-mas ini Yayasan Ulurtangan dengan kebaikan para donaturnya turut membantu kebutuhan tempat Wudhu dan toiletnya. Maka saya secara pribadi dan mewakili para jamaah Masjid At Taqwa mengucapkan jazakumullah khoiron katsiro, Terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga amal ini menjadi pahala jariyah khususnya bagi donatur Ulurtangan yang telah meninfaqkan hartanya untuk pembangunan di Masjid kami.” tutur Ustadz Sriyadi. Saat ini proses renovasi pembangunan Masjid At Taqwa sudah tahap pemasangan atap Masjid dan kubah. Diiringi pemasangan keramik dinding Masjid dan ornamen area imam, setelah itu akan dilanjutkan pembuatan tempat wudhu dan toilet untuk kebutuhan bersuci. Diharapkan sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun ini, Masjid At Taqwa sudah selesai pembangunannya dan langsung bisa dimanfaatkan untuk sholat, mengaji dan mengkoordinasi permasalahan umat. Kami segenap tim dari Yayasan Uluran Tangan Indonesia (Ulurtangan.com) mengucapkan jazakumullah khoiron kepada semua donatur yang telah mewujudkan permohonan dari pengurus Masjid At Taqwa, Mranggen, Polokarto, Sukoharjo. Semoga menjadi sedekah terbaik sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ « الْمَاءُ ». “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah air.” (HR. Abu Daud, no. 1679 dan An-Nasai, no. 3694; 3695; Ibnu Majah, no. 3684). Dan menjadi amal jariyah yang tak terputus meski kita sudah meninggal dunia. Sebagaimana Rosul kita bersabda, Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).