Ulurtangan Salurkan Bantuan Biaya Cabut Pen Ibu Wasilah

PURWOKERTO (Ulurtangan.com) – Menjelang magrib usai takziyah di Majenang, Relawan Ulurtangan menunaikan amanah donatur dan orang-orang baik membantu Ibu Wasilah, istri buruh kayu yang butuh biaya cabut pen kaki, sebab kecelakaan 3 tahun lalu, Jumat (2/2/2024). Sebelumnya, Relawan Ulurtangan mengantar dan mencover kebutuhan operasi pengambilan pen tersebut di Rumah Sakit (RS) Islam Purwokerto pada Selasa (28/11/2023). Tindakan angkat pen telah berhasil dilakukan dan kini kondisi Ibu Wasilah sudah membaik dan kembali beraktifitas. “Alhamdulillah mas, sudah enak, nyaman dan bisa kerja lagi. Lha wong kerjaannya ya gini-gini aja, tapi memang karena rumah di pinggir kali naik turun harus hati-hati betul. Malem tidak ngilu lagi bisa beribadah tenang sudah tidak sakit,” Relawan Ulurtangan menyerahkan sisa donasi kepada Ibu Wasilah yang diterima langsung bersama sang suami di rumah mereka di Cilongok, Purwokerto. Usia waktu Isya, Relawan Ulurtangan kemudian meminta ijin pamit untuk meneruskan kegiatan sosial kemanusiaan selanjutnya.

Ulurtangan Salurkan Bantuan Untuk Arga, Begini Kondisinya

YOGYAKARTA (ulurtangan.com) – Sudah hampir 2 bulan Arga Muhammad Akbar (2) tergolek di Rumah Sakit (RS) Sarjito Yogyakarta untuk penyembuhan sakit perut membesar. Relawan Ulurtangan membesuk dan memberikan bantuan untuk kebutuhan pengobatan Arga yang diterima langsung oleh Ayah dan Ibunya di ruang bangsal, Jumat (29/12/2023). Sebelumnya Misran, ayah Arga memberitahukan bahwa kondisi anaknya perlahan-lahan menurun meski perut yang dulunya membuncit kini sudah berangsur mengecil. Tubuhnya sekarang berkurang drastis, kaki tangannya terlihat kurus dan tak mampu untuk duduk. Kata dia, bekas suntikan infus di kaki juga tampak luka infeksi. “Selang diperut yang mengeluarkan cairan di perut masih keluar, kata dokter paru-paru dan ginjal tidak membaik. Dan juga kakinya sampai infeksi karena jarum infusinfus dan terus menghitam. Dan mulutnya itu kayak sariawan tapi udah dia minggu nggak sembuh-sembuh.” tutur Misran. Ia melanjutkan bahwa anak keduanya tersebut membutuhkan obat-obatan yang tidak ditanggung asuransi BPJS. Hasil laborat menunjukkan fungsi hati pada albumin menurun drastis. Sedang angka Hemostasis (mekanisme alami dari tubuh untuk menghentikan kehilangan darah yang berlebihan) banyak diatas batas normal. Misran sempat meminta anaknya untuk dibawa pulang jika memang beban asuransi BPJS sudah melebihi batas. Namun ungkap dia, pihak RS tidak memperkenankan mengingat kondisi Arga belum stabil. Hanya doa dan bantuan yang ia butuhkan saat ini karena ia sendiri sudah tidak bekerja mengurus kayunya. “Terima kasih kepada Yayasan Ulurtangan yang sudah membantu keluarga kami. Dan minta doanya (kepada para donatur) agar anak saya segera sembuh dan kembali normal seperti semula,” ungkapnya. Mari bantu Arga agar bisa kembali sembuh sediakala. Setiap bantuan doa dan dukungan yang Anda berikan, besar maupun kecil tentunya akan sangat berarti bagi keluarga Arga yang sedang terhimpit biaya berobat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ “Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no.2699).

Ulur Tangan Serahkan Bantuan Untuk Naura, Balita Sakit Tumor Pembuluh Darah

BANDUNG (ulurtangan.com)- Dilahirkan dalam keluarga kurang mampu, Naura harus berjuang melawan tumor pembuluh darah yang tumbuh di matanya. Baru berusia 10 bulan, ia telah menanggung derita yang tidak seharusnya dialami oleh seorang bayi sekecil itu. Tanda-tanda penyakitnya telah muncul sejak usia 20 hari dilahirkan. Wajahnya tampak berbeda, terutama pada bagian matanya yang kanan. Perjuangan Naura dimulai dengan berobat di rumah sakit terdekat di kampungnya Desa Kertasari, Cipatujah, Tasikmalaya, namun sayangnya sakitnya tidak kunjung sembuh bahkan benjolan di matanya semakin membengkak. Sebelumnya Yayasan Indonesia Uluran Tangan membantu Biaya kebutuhan Keluarga Ananda Naura selama menjalani pengobatan di rumah singgah tempat ia tinggal sementara selama berobat di Rumah sakit Sakit Hasan Sadikin Bandung. Perjalanan yang cukup jauh yaoitu dari Tasikmalaya ke Bandung sehingga Naura dan ibunya harus menetap di tempat di rumah singgah, untuk memenuhi kebutuhan selama di rumah singgah Yayasan Indonesia uluran Tangan memberikan bantuan total Rp. 6.120.881,00. pada Sabtu (30/09/2023). Rasa syukur di sampaikan oleh sang Ibu, atas bantuan selama pengobatan Naura Salsabilah Azahrah dari awal sampai saat ini, menurutnya bantuan yang di berikan oleh Yayasan Indonesia Uluran Tangan sangat membantu dan meringankan bagi keluarga. “Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih banyak kepada para donatur Yayasan Indonesia Uluran Tangan atas apa yang di berikan kepada anak saya, sangat membantu sekali, dan Alhamdulillah kini kondisi anak saya mengalami perubahan, benjolan di matanya sudah mulai mengecil setelah rutin melakukan pemeriksan dan pemberian obat-obatan dari dokter, Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak, semoga Allah berkahi kebaikan kebaikan para donatur yang sudah membantu saya,” ungkapnya. Alhamdulillah kini kondisi Ananda naura berangsur mengalami perubahan, setelah rutin periksa ke RS. Hasan Sadikin Bandung dan diberikan obat, perlahan benjolan di matanya kian mengecil berkan obat yang di berikan dokter, namun ananda Naura tetap rutin melakukan pemeriksaan ke rumah sakit guna memantau perkembangan penyakitnya, dan masih memerlukan biaya transpot pulang pergi dari Tasikmalaya ke Bandung dan juga kebutuhan selama di rumah singgah. Yayasan Indonesia Uluran Tangan juga memberikan 4 karung beras kepada pengurus rumah singgah tempat Naura tinggal sementara, pemberian beras ini, agar bisa digunakan untuk kebutuhan makan para pasien yang tinggal sementara di rumah singgah tersebut, karena sebagian pasien adalah dari keluarga yang kurang mampu, oleh karena itu pemberina beras ini bisa sedikit meringankan beban kebutuhan makan pasien dan keluarga yang menemani selama di rumah singgah. Menurut Pak Haji Abdullah, sebagai pengurus rumah singgah berterima kasih dengan Yayasan Indonesia Uluran Tangan, ia mengatakan bahwa rumah singgah tersebut diperuntukan untuk warga kabupaten Tasikmalaya dengan jarak yang jauh tentu sangat memberatkan bagi pasien dan keluarga pasien, sehingga dengan adanya rumah singgah ini tentu sangat membantu apalagi rumah singgah ini gratis tidak dipungut biaya sama sekali. “Alhamdulillah kami menerima bantuan dari Yayasan Indonesia Uluran Tangan berupa beras dan beras ini akan kita gunakan untuk kebutuhan makan pasien yang singgah di sini, kebetulan kita juga sedang kehabisan beras, dengan bantuan yang diberikan ini tentu sangat meringankan kami sebagai pengurus rumah singgah,” ungkapnya. Kami berharap dan berdoa Semoga Ananda Naura lekas sembuh dan kembali ceria seperti anak-anak normal lainnya dan tumbuh menjadi anak yang sholehah, berguna bagi bangsa, negara, agama dan berbakti kepada orang tuanya. Kami ucapkan jazakumullahu khoiron kepada para donatur Yayasan Indonesia Uluran Tangan yang telah memberikan dan meringankan biaya pengobatan ananda Naura di rumah sakit, semoga apa yang telah diberikan dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik dan menjadi pemberat amal sholeh di yaumil akhir.