Apa yang dibutuhkan mahasiswa agar dapat terus belajar dengan nyaman? Bagi Wafa Aulia Salsabila, salah satunya adalah perangkat yang mendukung perkuliahannya. Wafa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf, sebelumnya menempuh pendidikan pesantren dan telah menghafal 15 juz Al-Qur’an. Kini, ia masih mengandalkan telepon genggam untuk mengerjakan tugas kuliah.
Pada 19 September 2026, tim melakukan survei kepada Wafa di wilayah Bekasi untuk memahami kondisi keluarga dan kebutuhan pendidikannya secara langsung. Dari hasil survei, diketahui bahwa laptop dibutuhkan untuk membantu aktivitas perkuliahan yang semakin beragam. Kebutuhan tersebut lebih berkaitan dengan menunjang proses belajar dan menyelesaikan tugas akademik, bukan sekadar memiliki perangkat baru.
Selama menjalani perkuliahan, Wafa masih mengandalkan HP untuk mengerjakan berbagai tugas. Cara ini cukup membantu untuk kebutuhan tertentu, tetapi menjadi kurang leluasa ketika harus membuka dokumen panjang, mengelola banyak file, membuat presentasi, atau menggunakan aplikasi perkuliahan. Kapasitas penyimpanan yang sering penuh juga membuat pengelolaan file menjadi lebih terbatas. Karena itu, laptop diharapkan dapat membantu Wafa menjalani berbagai kebutuhan akademiknya dengan lebih nyaman.
Wafa tinggal bersama ibu dan adiknya di sebuah rumah keluarga yang berada di lingkungan dengan akses gang sempit. Sejak ayahnya meninggal dunia, sang ibu, Nengsih, menjadi salah satu tumpuan keluarga. Sehari-hari, Nengsih bekerja sebagai guru di sebuah SD Islam swasta untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya. Dengan kondisi tersebut, pengadaan laptop tentu perlu dipertimbangkan dengan baik karena masih ada kebutuhan keluarga yang perlu diprioritaskan.
Keterbatasan yang ada tidak menghentikan Wafa untuk melanjutkan pendidikannya. Ia memilih jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf, bidang yang sejalan dengan ketertarikannya pada aktivitas sosial dan pengelolaan dana umat. Sebelumnya, Wafa juga menempuh pendidikan pesantren dan telah menghafal 15 juz Al-Qur’an. Karena itu, kebutuhan laptop bagi Wafa bukan sekadar tentang memiliki sebuah perangkat, tetapi tentang mendukung prosesnya dalam belajar, mengembangkan kemampuan, dan menyelesaikan pendidikan.
Ada hal sederhana yang terkadang luput dalam melihat kebutuhan pendidikan. Perhatian sering tertuju pada biaya kuliah, perlengkapan belajar, atau kebutuhan utama lainnya. Padahal, perangkat seperti laptop juga dapat membantu mahasiswa menjalani berbagai aktivitas akademik, mulai dari mengerjakan tugas, membuat presentasi, membaca jurnal, hingga menyimpan dokumen. Bagi Wafa, laptop diharapkan menjadi sarana yang membantu proses belajar dan perkuliahannya berjalan lebih nyaman.
Al-Qur’an memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu dan orang-orang yang menuntutnya. Allah berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 bahwa Dia mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu. Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu memiliki kedudukan penting dalam Islam. Karena itu, mendukung sarana pendidikan seseorang dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu prosesnya dalam menuntut ilmu dan mengembangkan diri.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa siapa pun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan juga dikenal dalam pembahasan tentang keutamaan ilmu.
Bagi Wafa, perjalanan menuntut ilmu hadir dalam keseharian yang sederhana: berangkat kuliah, mempelajari materi, mengerjakan tugas, dan berusaha menyelesaikan pendidikannya. Dukungan terhadap kebutuhan perangkatnya dapat dipandang sebagai salah satu ikhtiar untuk membantu meringankan kendala yang sedang dihadapinya, agar proses belajar dapat dijalani dengan lebih nyaman.
Dari hasil survei Wafa, terlihat bahwa sebuah bantuan tidak selalu harus membawa perubahan besar untuk menjadi berarti. Terkadang, dukungan sederhana sudah cukup untuk membantu meringankan satu kendala yang sedang dihadapi. Wafa telah memilih untuk melanjutkan kuliah dan terus menjalani proses belajarnya. Dukungan laptop diharapkan dapat menjadi salah satu sarana yang membantu Wafa menjalani perkuliahan dengan lebih nyaman dan leluasa.
Wafa menyampaikan, “Saya sebagai mahasiswa baru membutuhkan laptop untuk memperdalam ilmu.” Kalimat sederhana tersebut menunjukkan bahwa bagi Wafa, laptop diharapkan menjadi sarana untuk mendukung proses belajarnya. Karena itu, dukungan yang diberikan dapat diarahkan sebagai upaya membantu menyediakan perangkat yang menunjang kebutuhan perkuliahan dan perjalanan pendidikannya.
Berdasarkan hasil asesmen, Wafa membutuhkan satu unit laptop yang sesuai untuk menunjang aktivitas perkuliahannya, dengan target pengadaan sebesar Rp6.000.000. Laptop tersebut diharapkan dapat membantu berbagai kebutuhan akademik, seperti mengerjakan dokumen, membuat presentasi, mencari materi, berkomunikasi dalam kegiatan perkuliahan, menyimpan file, serta menggunakan aplikasi yang diperlukan. Spesifikasi laptop nantinya disesuaikan dengan kebutuhan perkuliahan dan hasil survei harga, agar perangkat yang diberikan dapat digunakan secara optimal.
Bagi Sahabat yang ingin ikut mendukung, Yayasan Indonesia Uluran Tangan berupaya menjadi penghubung antara kebutuhan Wafa dan para dermawan yang ingin mengambil bagian dalam mendukung pendidikan. Informasi mengenai program, perkembangan penggalangan, dan dokumentasi penyaluran dapat diakses melalui kanal resmi Ulurtangan.com. Setiap kebutuhan terlebih dahulu melalui proses asesmen, kemudian bantuan diarahkan sesuai kebutuhan yang telah teridentifikasi dan prosesnya didokumentasikan sebagai bentuk transparansi kepada para donatur.
Mungkin suatu hari nanti laptop tersebut tidak lagi menjadi bagian penting dari keseharian Wafa. Ia bisa saja menyelesaikan kuliah, mulai bekerja, dan menggunakan perangkat lain untuk aktivitasnya. Namun, selama laptop itu membantu Wafa mengerjakan tugas, membaca materi, menyusun presentasi, dan mengikuti kebutuhan perkuliahan, perangkat tersebut dapat menjadi bagian kecil yang menemani proses pendidikannya.
Kita tentu tidak perlu mengetahui seperti apa perjalanan Wafa di masa depan. Untuk saat ini, yang dapat dilakukan adalah membantu meringankan salah satu kebutuhan yang sedang dihadapinya, agar ia dapat menjalani proses belajar dengan sedikit lebih nyaman.
Wafa juga menitipkan doa untuk siapa pun yang nantinya ikut mendukung kebutuhannya. “Jika para donatur memberikan laptop untuk saya memperdalam ilmu saya, semoga rezekinya lancar dan sehat selalu.” Doa sederhana tersebut menjadi bagian kecil dari cerita ini. Ada yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan, dan ada pula yang berkenan berbagi dari rezeki yang dimilikinya. Meski mungkin tidak saling mengenal, dukungan yang diberikan dapat menjadi jalan kebaikan yang mempertemukan keduanya.
Pada akhirnya, kisah Wafa bukan tentang seberapa mahal sebuah laptop, tetapi tentang bagaimana perangkat tersebut dapat membantu proses pendidikannya. Laptop diharapkan dapat memudahkan Wafa mengerjakan tugas, menyimpan materi perkuliahan, mengikuti kegiatan belajar, dan menjalani kuliahnya dengan lebih nyaman. Bagi Sahabat yang ingin ikut mendukung, bantuan dapat diberikan sesuai kemampuan melalui program Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Dukungan sederhana pun dapat berarti ketika diberikan untuk kebutuhan yang memang diperlukan.
Semoga ikhtiar untuk membantu Wafa mendapatkan perangkat belajar ini dapat menjadi bagian dari kebaikan bagi semua yang terlibat. Semoga Allah memudahkan Wafa dalam menuntut ilmu, menjaga hafalan Al-Qur’an, menyelesaikan pendidikannya, dan kelak dapat menggunakan ilmunya untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Untuk para donatur, semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi jalan datangnya keberkahan dan kemudahan dari Allah. Karena terkadang, sebuah dukungan sederhana sudah cukup untuk membantu seseorang melanjutkan langkahnya ketika ada keterbatasan yang sedang dihadapi.
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”
Donasi dapat disalurkan dengan mudah melalui metode pembayaran yang tersedia atau melalui rekening resmi Yayasan Indonesia Uluran Tangan.
Demi menjaga amanah dan ketertiban pengelolaan donasi, kami mohon kesediaannya untuk melakukan konfirmasi setiap transaksi donasi.
Konfirmasi ini membantu kami memastikan donasi tersalurkan sesuai niat dan peruntukannya.
Apabila belum ada konfirmasi, donasi bisa saja dikelola untuk program sosial lain yang paling membutuhkan, agar manfaatnya tetap segera dirasakan oleh umat.
Ikuti aktivitas dan perkembangan program Ulur Tangan melalui media sosial kami. Bagikan informasi kebaikan ini agar semakin banyak orang dapat mengetahui, terlibat, dan mengambil bagian.