
Yatim Penghafal Qur'an Butuh Laptop untuk Lanjut Kuliah, Mari Bantu Perjuangannya
Wafa Aulia Salsabila, seorang yatim dhuafa dan penghafal Al-Qur'an 15 juz, kini menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selama ini ia mengandalkan HP untuk mengerjakan tugas. Layarnya kecil dan memorinya sering penuh. Mari bantu Wafa memiliki laptop agar langkah pendidikannya dapat berjalan lebih leluasa.
Ketika Semangat Belajar Tumbuh, Jangan Biarkan Keterbatasan Perangkat Menghentikan Langkah
Ada anak-anak yang berhenti belajar karena kehilangan semangat. Namun ada pula yang justru terus melangkah meski harus belajar dengan fasilitas seadanya. Wafa Aulia Salsabila adalah salah satunya. Di usia 19 tahun, Wafa sedang berusaha menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Muhammadiyah Jakarta, jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan pesantren dan telah menghafal Al-Qur'an sebanyak 15 juz. Kini, tantangan yang dihadapinya bukan semata tentang kemauan belajar, melainkan bagaimana menjalani tuntutan perkuliahan dengan perangkat yang sangat terbatas.
Selama mengerjakan tugas kuliah, Wafa masih mengandalkan telepon genggam yang dimilikinya. Pada awalnya, mungkin terasa cukup untuk membaca pesan, membuka materi, atau mengetik tugas singkat. Namun ketika tugas semakin banyak dan membutuhkan dokumen berukuran besar, presentasi, pengelolaan file, serta berbagai aktivitas akademik lainnya, keterbatasan itu mulai terasa. Memori HP yang sering penuh membuat pekerjaan tidak selalu berjalan lancar, sementara layar yang kecil membuat Wafa harus bekerja lebih lama dan kurang leluasa. Karena itulah, kebutuhan sebuah laptop bukan sekadar keinginan memiliki barang baru, melainkan kebutuhan nyata untuk menunjang pendidikanny

Di Balik Perjuangan Wafa, Ada Keluarga yang Terus Bertahan dengan Sederhana
Di rumah, Wafa tinggal bersama ibu dan 2 adiknya. Ayahnya telah meninggal dunia sehingga tanggung jawab keluarga berada di pundak sang ibu, Nengsih. Sehari-hari, ibunya bekerja sebagai guru di sebuah SD Islam swasta. Pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan keluarga untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya. Dengan kondisi penghasilan yang terbatas, membeli laptop senilai jutaan rupiah bukan perkara sederhana. Ada kebutuhan makan, tempat tinggal, pendidikan, dan berbagai pengeluaran lain yang harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum memiliki perangkat penunjang kuliah.
Keluarga Wafa juga tinggal di rumah nenek yang berada di sebuah gang kecil yang hanya dapat dilalui pejalan kaki. Kesederhanaan tempat tinggal itu mungkin tidak banyak bercerita kepada orang yang hanya melihat dari luar. Namun dari sana, kita dapat melihat bagaimana sebuah keluarga berusaha menjalani kehidupan dengan apa yang mereka miliki. Di tengah keterbatasan tersebut, Wafa memilih untuk terus melanjutkan pendidikan. Ia tidak menjadikan keadaan sebagai alasan untuk berhenti mengejar ilmu. Justru pada titik inilah dukungan kecil dari orang lain dapat menjadi bagian penting dari perjalanan panjang seorang mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya.
Laptop Ini Bukan Sekadar Barang, tetapi Sarana Agar Wafa Tetap Bertumbuh
Bagi sebagian orang, laptop mungkin merupakan perangkat yang sudah biasa ditemui di meja belajar atau tempat kerja. Tetapi bagi Wafa, satu laptop dapat menghadirkan ruang belajar yang jauh lebih luas. Ia dapat menggunakannya untuk mengetik tugas, membuat presentasi, membaca berbagai dokumen, mengikuti perkuliahan daring, menyimpan materi, hingga mengerjakan berbagai kebutuhan akademik yang sulit dilakukan secara optimal melalui HP. Dengan perangkat yang sesuai, waktu dan tenaga yang selama ini terkuras karena keterbatasan perangkat dapat dialihkan kembali untuk belajar dan menyelesaikan tanggung jawab perkuliahan.
Yang ingin kita bantu sebenarnya bukan sekadar sebuah benda. Ada kesempatan pendidikan yang sedang kita dukung di baliknya. Ada seorang anak yatim yang sedang berusaha mempertahankan langkah pendidikannya. Ada seorang ibu yang bekerja sebagai guru dengan penghasilan terbatas, tetapi tetap berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Dan ada cita-cita yang masih panjang di depan Wafa. Karena itu, bantuan laptop ini diharapkan dapat menjadi sarana yang benar-benar digunakan untuk belajar, menyelesaikan tugas, dan mempersiapkan dirinya agar kelak dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Mari Bersama Menjadi Bagian dari Perjalanan Pendidikan Wafa
Kebutuhan yang sedang diupayakan adalah 1 unit laptop dengan target Rp6.000.000. Bantuan tersebut akan digunakan untuk menyediakan perangkat yang layak bagi Wafa dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Pengadaan dan penyaluran bantuan akan dilakukan melalui mekanisme [verifikasi kebutuhan → penggalangan dana → pembelian → penyaluran → dokumentasi dan laporan], sehingga amanah yang dititipkan Sahabat Ulurtangan dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Spesifikasi laptop nantinya disesuaikan dengan kebutuhan perkuliahan serta hasil survei harga yang dilakukan sebelum pengadaan.
Sahabat Ulurtangan, mungkin bagi kita Rp10.000, Rp25.000, Rp50.000, atau Rp100.000 terlihat sederhana ketika diberikan sendirian. Namun ketika banyak tangan bergandengan dalam satu kebaikan, nominal-nominal kecil itu dapat berubah menjadi sebuah perangkat yang sangat berarti bagi seseorang. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari pendidikan seorang anak yatim. Hari ini, kesempatan itu mungkin datang kepada kita melalui Wafa. Jika belum mampu membantu dalam jumlah besar, jangan merasa bahwa kebaikan kecil tidak memiliki arti. Sebab yang sampai kepada Wafa bukan hanya laptop, tetapi juga pesan bahwa perjuangan belajarnya tidak ia jalani sendirian.
Bantu Wafa Melanjutkan Pendidikan dengan Perangkat Belajar yang Layak
Sahabat Ulurtangan, mari ikut mengambil bagian dalam ikhtiar ini. Bantuan terbaik bukan selalu yang paling besar, tetapi yang diberikan dengan keikhlasan dan pada kebutuhan yang benar-benar membutuhkan. Sahabat dapat mendukung pengadaan laptop Wafa melalui halaman donasi yang tersedia di Ulurtangan.com, atau menghubungi admin 0811.50.5000.70 / 0812.80.700.40 apabila ingin berkonsultasi terlebih dahulu mengenai program ini. InsyaAllah, setiap dukungan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar Wafa dapat menjalani kuliah dengan lebih baik dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat.
Semoga Allah membalas setiap rupiah yang Sahabat titipkan dengan keberkahan yang berlipat, melapangkan rezeki, menjaga keluarga, serta menjadikan kebaikan ini sebagai amal yang terus mengalir. Untuk Wafa, semoga Allah mudahkan setiap langkah dalam menuntut ilmu, menguatkan hafalan Al-Qur'an, menyelesaikan pendidikan, dan mengabulkan cita-cita baiknya. Dan untuk ibunya, semoga Allah memberikan kekuatan serta membalas setiap perjuangan dalam mendidik anak-anaknya. Jazakumullahu khairan katsiran, Sahabat Ulurtangan.

🗳 Donasi dapat disalurkan dengan cara:
- Klik Donasi Sekarang
- Pilih Nominal Donasi
- Pilih Metode Pembayaran
- Lengkapi Data Diri
- Transaksi Sesuai Metode Pembayaran
Atau transfer ke rekening:
🏦 BSI: 88.99.77.1231
🏦 Mandiri: 167.000.529.4060
a/n: Yayasan Indonesia Uluran Tangan
Info & Konfirmasi:
📲 0811.50.5000.70 / 0812.80.700.40
Catatan:
Demi menjaga amanah dan ketertiban pengelolaan donasi, kami mohon kesediaannya untuk melakukan konfirmasi setiap transaksi donasi.
Konfirmasi ini membantu kami memastikan donasi tersalurkan sesuai niat dan peruntukannya.
Apabila belum ada konfirmasi, donasi bisa saja dikelola untuk program sosial lain yang paling membutuhkan, agar manfaatnya tetap segera dirasakan oleh umat.
Jazakumullahu khairan katsiran atas kepercayaan dan amanah yang dititipkan. Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan pahala terbaik.
-
September, 22 2026
Campaign is published
