ImageDuka Takmir Masjid, Usai Operasi Rahim, Ibunda Kom...
Image

Duka Takmir Masjid, Usai Operasi Rahim, Ibunda Koma Tak Bergerak

Rp 2.462.400 terkumpul dari Rp 10.000.000
13 Donasi 12 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

KARANGANYAR (Ulurtangan.com)- Kabar duka menyelimuti keluarga Ustadz Suhardi (30), takmir Masjid Ar Rahman Karangbangun, Matesih, Karanganyar bagian bendahara. Ibunda, Sri Rahayu (52) mengalami koma usai menjalani operasi miom angkat rahim dan usus buntu di Rumah Sakit (RS), pada akhir Desember 2023.

Ustadz Suhardi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang gergaji kayu terpaksa absen untuk merawat Ibunda di rumahnya. Padahal ia sendiri memiliki keluarga dan anak, otomatis tidak ada pemasukan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga dan biaya perawatan Ibunda dirumah.

Awalnya Ibu Rahayu mengeluhkan sakit perut, setelah di bawa ke RS dan dilakukan CT scan, ia didiagnosa ada miom dan usus buntu yang harus ditangani dengan jalan operasi. Namun usai operasi bukannya sembuh malah mendadak tidak bergerak.

Masuk operasi itu hari minggu jam setengah enam pagi, keluar operasi jam sebelas siang. Posisi yang nunggu itu saya, adik dan istri saya, ibu sudah sadar. Waktu sadar itu ibu bilang yang dibius itu hanya separuh badan seperti orang mau caesar (operasi melahirkan) dan merasakan sakit dibagian yang dijahit itu, disini (menunjukkan di perut). Terus saya tinggal sholat, baliknya ibu sudah tidak bergerak. Ada tindakan dari rumah sakit, dada ibu itu diencot-encot gini lho pak (sambil mempraktekkan) untuk ngembalikan detak jantung ibu, ujar Ustadz Suhardi pada Relawan, Sabtu (17/2/2024).

Setelah bisa bernafas dengan bantuan selang ventilator, Ibu Rahayu kondisinya demam dan mengigil. Tindakan dipindah ke ruang ICU hingga selama 4 hari masih koma, demam dan menggigil, akhirnya Ibu Rahayu dirujuk ke RS Moewardi Solo.

Di Moewardi kurang lebih 16 hari di ICU, barulah dipindah ke kamar, selang sehari dokter menganjurkan untuk dibawa pulang. Kondisinya ya seperti ini, katanya yang terpenting mengembalikan nafasnya agar normal dulu. tutur Ustadz Suhardi.

Sampai berita ini ditulis, Ibunda sang Takmir masih koma, terbaring di ruang kamar rumahnya Desa Karangbangun. Kebutuhan biaya perawatan selama sebulan bisa menghabiskan 2 jutaan untuk membeli pampers, tisu, oksigen, nutrisi herbal dan jasa medis sepekan sekali Home Care.

Mari bantu biaya untuk kesembuhan Ibunda Takmir Masjid, Ustadz Suhardi agar segera kembali sadar dan beraktifitas kembali.

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat...” (HR Muslim).

Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

Kabar Terbaru

Donatur (13)

Bapak Novian.24 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Cecep Naofal.2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.000
Hamba Allah2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.000
Nana herawati2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Ibu Kartika.2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.400

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close